Loading...

MENYUSUN PAKAN ORGANIK UNTUK TERNAK

MENYUSUN PAKAN ORGANIK UNTUK TERNAK
Sebagaimana halnya makhluk hidup, ternak memerlukan pakan setiap harinya. Pakan harus tersedia sepanjang waktu, baik kuantitas maupun kualitas. Salah satu pakan yang sedang populer dan terus dikembangkan akhir-akhir ini adalah pakan organik. Pakan organik adalah pakan yang bahan bakunya berasal dari pembudidayaan per-tanian organik. Bahan pakan ini dapat diberikan kepada ternak sebagian atau kese-luruhannya, dan dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak. Dalam penyediaan pakan ternak organik, beberapa hal yang harus diketahui dan dipertimbangkan: (a) Untuk ternak mamalia muda kebutuhan pakan adalah dari susu alami induknya; (b) bahan kering dalam ransum pakan harian herbivora harus mengandung tanaman segar atau kering atau silase; (c) Hewan berlambung ganda (polygastric) tidak harus diberi makan silase secara eksklusif; (d) Dibutuhkan serealia dalam masa penggemukan unggas; (e) Dibutuhkan tanaman segar atau kering atau silase dalam ransum harian unggas. Sedangkan dalam pembuatan pakan ternak organik diperlukan beberapa tahapan yaitu: 1) Pengidentifikasian bahan pakan; 2) Pembuatan pakan; 3) Pengemasan pakan; 4) Penyimpanan pakan.Pada tahap pengidentifikasian, yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan: hijauan kering, sumber energi, protein dan mineral. Hijauan kering (dry forage) mempunyai kandungan energi yang rendah dan kandungan serat kasar yang tinggi (umumnya di atas 18 persen) serta mempunyai kadar air kurang lebih 10 persen. Contohnya: hay, jerami, fodder, stover dan sekam. Sumber energi yaitu produk yang mengandung pro-tein kurang dari 20% dan kandungan serat kasarnya kurang dari 18%. Contohnya: de-dak halus (fine bran), sorgum, onggok, mollase (tetes tebu) sugar cane molasses, biji jagung (Corn), bekatul (separator). Sumber protein yaitu bahan pakan ternak yang mengandung protein lebih dari 20%. Biasanya bahan ini berasal dari bagian tubuh hewan. Contohnya: tepung ikan (fish meal), bungkil kelapa sawit (coconut palm), bungkil kedelai (soybean meal). Sumber mineral yaitu bahan mengandung mineral yang dibutuhkan ternak. Contohnya: tepung batu kapur, tepung tulang, tepung cangkang kerang. Sumber vitamin yaitu bahan yang mengandung vitamin seperti A,D,E, dan lain-lain.Pembuatan pakan. Sebelumnya siapkan peralatan yang dibutuhkan. Pembuatan pa-kan ternak organik diawali dengan menyusun formula ransum. Berdasarkan formula tersebut, dilakukan identifikasi dan metimbang bahan pakan. Selanjutnya campurkan bahan pakan, diawali dari kuantitas bahan pakan sedikit hingga yang paling banyak. Hal ini dimaksudkan agar hasil pencampuran bahan pakan benar-benar homogen. Pencampuran bahan pakan ternak dalam jumlah sedikit, bisa dilakukan secara manual. Sedangkan dalam jumah besar, dilakukan dengan mesin (mixer).Pengemasan pakan. Tujuannya untuk melindungi pakan ternak dari segala macam kerusakan dengan menggunakan wadah, sehingga pakan menjadi awet. Kemasan pakan ternak mempunyai 6 fungsi utama, yaitu : (a) Menjaga agar tetap bersih dan ter-lindung dari kotoran dan kontaminasi lainnya; (b) Melindungi pakan terhadap ke-rusakan fisik, perubahan kadar air, oksigen dan penyinaran (cahaya); (c) Mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis khususnya dalam proses pengepakan, yaitu selama penempatan bahan pangan ke dalam wadah kemasan; (d) Memberi kemudahan dalam membuka atau menutup maupun dalam tahap-tahap penanganan, pengangkutan dan distribusi; (e) Memberikan ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; (f) Menampakkan identifikasi, informasi dan penampilan yang jelas.Persyaratan tersebut di atas tentu saja tidak dapat seluruhnya dipenuhi oleh bahan kemasan alami, karena itu dengan bantuan teknologi dapat diciptakan bahan kemas sintetik yang dapat memenuhi sebagian besar dari persyaratan minimal yang diperlukan. Mutu pakan ternak yang akan dikemas perlu dipertimbangkan, karena pakan ternak merupakan media yang baik bagi tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme. Di samping itu harus juga diketahui metoda pengolahan dan kondisi penyimpanan yang diperlukan untuk mempertahankan mutu. Faktor lain yang tidak kalah pentingnya, yaitu kemungkinan masuknya komponen beracun dari bahan pengemas ke dalam pakan ternak dan pemindahan bau bahan pengemas ke dalam pakan ternak.Prosedur pengemasan pakan ternak diawali dengan menyiapkan bahan kemasan. Bahan kemasan pakan ternak pada umumnya berupa karung goni. Pakan ternak yang homogen bahannya, dapat dimasukkan secara manual ke dalam kemasan dengan menggunakan sekop. Jika pembuatan pakan ternak menggunakan mesin, maka cara memasukkannya ke dalam kemasan langsung dari outlek (lubang pengeluaran) mesin. Pakan ternak yang telah dimasukkan/ditampung dalam kemasan, selanjutnya dijahit dengan mesin jahit khusus karung goni.Penyimpanan pakan. Merupakan salah satu cara mempertahankan agar bahan pakan tetap dalam keadaan baik sebelum dijual. Dengan penyimpanan, diharapkan bobot pakan tidak susut, bau tidak berubah demikian juga warnanya. Penyimpanan baru dapat dilakukan tentunya setelah selesai tahapan pengemasan, dan pemberian label.Dalam dunia peternakan pakan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha. Ketersediaannya sangat terkait dengan waktu, sehingga perlu dilakukan pe-nyimpanan. Penyimpanan pakan jangan juga terlalu lama sebab akan menurunkan kualitas dari pakan tersebut. Dengan menggunakan teknik atau metode penyimpanan yang tepat bahan pakan akan awet dan memberikan manfaat maksimal bagi ternak (Inang Sariati) Sumber Informasi :http://shodiqfarm.blogspot.com/2012/11/pemanfaatan-limbah-ternak-sebagai-bahan.htmlhttp://www.swadayaonline.com/artikel/1348/Energi-Terbarukan-Melalui-Pemanfaatan-Limbah-Ternak-Sapi/https://int.search.myway.com/search/AJimage.jhtml?&n=78492f29&p2=%5EAFW%5Exdm413%5ES27200%5Eid&pg=AJimage&pn=11&ptb=8FD9C8ED-B9CD-469A-8D59-B2BBA4AB79A5&qs=&searchfor=pakan+organik