Loading...

Monitoring Kegiatan Adopsi Dan Diseminasi Dikelurahan Sidenreng Tahun 2020

Monitoring Kegiatan Adopsi Dan Diseminasi Dikelurahan Sidenreng Tahun 2020
Pada dasarnya tidak ada petani yang berharap hasil produksinya rendah apalagi mengalami kegagalan. Akan tetapi, sebagian petani kurang memahami mengenai pentingnya memilih benih yang baik dan bermutu untuk meningkatkan produksi padi, bila kualitas benih kurang baik seperti terkena jamur, membawa bibit penyakit maka akan mengurangi hasil produksi dan bisa menyebabkan kegagalan panen. Oleh karena itu Pada Hari Jumat tanggal 13 November kelompok petani sidenreng didampingi ppl Sidenreng melakukan Monitoring Benih Situbagendit. Dari pengujian benih tersebut diperolehlah benih yang menurut petani baik, akan tetapi dari pengujian benih tersebut didapatkan pertumbuhan bibit padi yang tidak seragam dan menghasilkan produksi yang tidak maksimal, ini terjadi karena ternyata benih yang didapat tidak memenuhi syarat tumbuh terbaik atau indikasi retak dan hampa masih mengalami tenggelam didasar. Saat ini ada cara yang bisa dipilih oleh petani dalam memperoleh benih unggul terbaik yaitu dengan cara memilih benih unggul padi bernas menggunakan indikator telur dan garam, cara ini bertujuan untuk memisahkan benih yang bernas dari benih yang jelek. Caranya sangatlah mudah yaitu dengan hanya menyediakan air, garam, telur, wadah (ember) dan benih beras, berikut merupakan cara / tahapan perlakuannya: Bahan dan Alat : Garam dapur ( ± ½ kg ) Air bersih Satu butir telur segar Ember Pengaduk Benih padi varietas situbagendit Tahap Kegiatan seleksi benih : Sediakan 1 kg benih padi yang akan diseleksi Isilah ember dengan 2 liter air Tuangkan Garam dapur kurang lebih 1 kg kedalam ember yang telah diisi air tadi Aduk Garam Sampai Larut Setelah garam larut, masukan satu butir telur ayam kedalam larutan garam, dan perhatikan posisi telur Jika telur masih terbenam tambahkan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai telur mengapung pada permukaan air. Jika telur telah mengambang pada permukaan air, artinya garam tidak perlu ditambah lagi dan siap digunakan untuk seleksi benih. Tuangkan benih kedalam larutan garam yang telah diuji tadi. Diamkan sejenak Benih yang mengapung adalah benih hampa sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang bernas Angkat benih yang hampa (mengapung) dan taruh dalam sebuah wadah, angkat benih yang bernas (tenggelam) kemudian cuci segera sampai bersih lalu masukan kedalam karung, diamkan benih yang bernas selama 24 – 30 jam. Tahap perendaman benih : Tujuan perendaman & pemeraman benih adalah untuk merangsang perkecambahan benih. Perendaman benih dengan cara sebagai berikut : Masukkan benih kedalam karung atau wadah lain yang tembus air Rendam dalam air selama sehari semalam ( 1 X 24 jam ) Angkat benih dan tiriskan Benih diperam selama 1 hari Benih siap disemaikan Penyemaian dilakukan dengan hati – hati agar akar tanaman tidak putus atau rusak Ditulis Oleh : Admin Watang Sidenreng Andi Ulfiyani Acri Anggreni MS