Loading...

MOTIVASI KERJA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI

MOTIVASI KERJA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI
Pada awalnya, motivasi seseorang untuk melakukan kegiatan muncul karena merasa perlu untuk memenuhi kebutuhan. Apabila kebutuhan telah terpenuhi, motivasi akan menurun. Kemudian berkembang pemikiran bahwa motivasi juga diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Namun apabila tujuan telah tercapai, biasanya motivasi juga menurun. Oleh karena itu, motivasi dapat dikembangkan apabila timbul kebutuhan maupun tujuan baru. Apabila pemenuhan kebutuhan merupakan kepentingan manusia, maka tujuan dapat menjadi kepentingan manusia maupun organisasi.Dengan demikian, terdapat kepentingan bersama antara manusia sebagai pekerja dengan organisasi. Pekerja di satu sisi melakukan pekerjaan mengharapkan kompensasi untuk memenuhi kebutuhannya dan di sisi lain untuk mencapai tujuan pribadinya untuk mewujudkan prestasi kerjanya. Sedangkan kinerja organisasi diwujudkan oleh kumpulan kinerja dari semua pekerja untuk mencapai tujuan organisasi.Apabila pekerja mempunyai motivasi untuk mencapai tujuan pribadinya, maka mereka harus meningkatkan kinerja. Meningkatkan kinerja pekerja akan meningkatkan pula kinerja organisasi. Dengan demikian meningkatkan motivasi pekerja akan meningkatkan kinerja individu, kelompok maupun organisasi.Untuk menginspirasi orang untuk bekerja, sebagai individu maupun kelompok dengan cara yang dapat menghasilkan hasil terbaik, kita perlu membuka kekuatan motivasional pribadi mereka sendiri. Seni untuk memotivasi orang dimulai dengan mempelajari bagaimana memengaruhi perilaku individu. Apabila telah memahami, kita mungkin akan mendapatkan mamfaat yang diinginkan baik organisasi maupun pekerjanya.A. Pengertian MotivasiTerdapat banyak pengertian tentang motivasi. Diantaranya adalah Heller (1998:6) yang menyatakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk bertindak. Ada pendapat bahwa motivasi harus diinjeksi dari luar, tetapi semakin dipahami bahwa setiap orang termotivasi oleh beberapa kekuatan yang berbeda. Di pekerjaan kita perlu memengaruhi bahwa untuk menyelaraskan motivasi dengan kebutuhan organisasi.Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan atau goal-directed behaviar (Kreitner dan Kinicki, 2001:205). Manajer perlu memahami proses psikologis ini apabola mereka ingin berhasil membina pekerja menuju pada penyelesaian sasaran organisasi.Sedangkan Robbins (2003:156) menyatakan motivasi seseorang sebagai proses yang menyebabkan intensitas (intensity), arah (direction) dan usaha terus-menerus (persisten) individu menuju pencapaian tujuan. Intensitas menunjukan seberapa keras seseorang berusaha. Tetapi intensitas tinggi tidak mungkin mengarah kepada hasil kinerja yang baik, kecuali usaha dilakukan dalam arah yang mengutungkan organisasi. Karena harus dipertimbangkan kualitas usaha maupun intensitasnya. Motivasi mempunyai intensitas usaha terus menerus. Motivasi merupakan ukuran berapa lama seseorang dapat menjaga usaha mereka. Individu yang temotivasi akan menjalankan tugas cukup lama untuk mencapai tujuan mereka.Dari pendapat-pendapat tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi merupaka dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia pada pencapaian tujuan.B. Memahami MotivasiMotivasi bersifat jangka panjang. Inspirasi lebih lanjut diberikan kepada bawahan yang penuh motovasi dengan mempercayai mereka untuk bekerja berdasarkan intensitasnya sendiri dan mendorong mereka menerima tanggungjawab seluruh pekerjaan. Untuk bawahan yang dimotivasi mereka menjalankan apa pun yang dapat membantu mereka. Beberapa teori motivasi bekerja dengan asumsi bahwa dengan memberi kesempatan dan perangsang yang tepat, orang akan bekerja baik dan positif.C. Membangun Motivasi1. Menilai Sikap.2. Menjadi Manajer yang Baik.3. Memperbaiki Komunikasi.4. Menciptakan Budaya Tidak Menyalahkan.5. Memenangkan Kerjasama.6. Mendorong Inisiatif.7. Tindakan Memotivasi.D. Tindakan Motivasi1. Memberi Daya (pemimpin memberi contoh dan berkomunikasi dengan jelas).2. Mendorong (pemimpin mendukung proses motivasi melalui pemberdayaan dan pengakuan).3. Mendesak (pemimpin menciptakan pengalaman berdasarkan pengorbanan dan inspirasi).