Loading...

Mudahnya Menanam Anggrek

Mudahnya Menanam Anggrek
Tanaman anggrek dengan daya tarik bunganya yang beraneka ragam bentuk, ukuran dan warnanya dapat memberikan rasa kagum pada setiap orang yyang memandangnya. Setiap orang tentu ingin memilikki dan ingin dapat merawatnya dengan baik dan benar. Kekaguman dan kecintaan tersebut akan menjadi lengkap apabila kita telah menguasai teknologi budidaya tanaman anggrek dann dapat merawatnya mulai dari bibit hingga berbunga. Menanam anggrek dapat dilakukan pada beberapa tingkatan. Salah satunya dengan cara menanam anggrek dalam pot tunggal. Menanam anggrek dalam pot tunggal dapat merupakan kelanjutan dari menanam anggrek dalam kompot. Bisa juga menanam anggrek dalam pot tunggal dimulai dengan membeli kompot, lalu dipindahkan dalam pot tunggal.Untuk menanam anggrek dalam pot tunggal, ada beberapa alternatif media tanam yang dapat dipilih, yaitu : media tanam pakis ; media tanam arang; media tanam sabut kelapa tua; dan kaliandra atau lamtorogung. Media tanam ini bisa dipilih salah satu atau dikombinasikan dua atau tiga macam. Sebagai wadah tanamnya, dapat digunakan pot yang berukuran 5 – 8 cm. Bahan pot dapat berupa tanah liat atau plastik, yang penting ada lubang drainase. Sarana lainnya yang perlu disiapkan yaitu rak kayu dan kawat . Gunakan kawat berukuran 1 mm,berbentuk rajutan kotak-kotak kecil dengan lebar 110 cm. Rak kayu diletakkan di bawah net atau jaring peneduh agar intensitas cahaya yang dibutuhkan sebesar 25 – 35 % dapat tercapai.Memilih Kompot Yang BaikKompot yang baik dan siap dipindahkan ke dalam pot tunggal harus memenuhi persyaratan, yaitu :1. Usia tanaman telah mencapai 4 – 6 bulan ( untuk semua jenis anggrek )2. Sekitar 80 % dari jumlah tanaman muda dalam kompot telah mencapai ketinggian 4 – 6 cm dan memiliki tunas baru.3. Untuk jenis anggrek Phalaenopsis, ukuran daun rata-rata telah mencapai 3 – 4 cm.Memindahkan TanamanKompot yang telah diseleksi dan memenuhi persyaratan tersebut dibongkar dan kemudian ditanam dalam pot tunggal. Cara memindahkannya sebagai berikut :1. Bila wadah tanaman anggrek menggunakan pot tanah liat, biasanya akar-akar tanaman sudah tumbuh melekat pada permukaan pot tersebut sehingga sangat sukar untuk dilepaskan. Untuk mengatasinya, kompot tersebut perlu direndam dalam ember berisi air selama 30 menit lalu diangkat. Kemudian melalui lubang di bawah pot, dorong media tanam dengan hati-hati mengguunakan jari atau kayu.2. Lepaskan tanaman muda secara hati-hati jangan sampai tunas baru terputus. Selanjutny kelompokkan tanam muda tersebu menjadi dua kelompok. Kelompok pertama tanaman dengan tinggi lebih dari 4 cm. Tanaman ini nantinya ditanam dalam pot tunggal ukurann 5 – 8 cm. Kelompok kedua yaitu tanaman yang tingginya kurang dari 4 cm. Tanaman ini dikumpulkan dan ditanam kembali ke dalam bentuk kompot.3. Untuk penanaman pot tunggal gunakan media pakis, sabut kelapa, aran, dan kulit kayu piinus.4. Rawat tanaman muda yang baru dipidahkan ke dalam pot tunggal ukuran 5 – 8 cm didalam rumah kaca selama satu bulan. Lakukan penyiraman secukupnya. 5. Setelah 3 – 4 bulan pindahkan tanaman muda ke dalam pot tanah dengan ukuran yang lebih besar yaitu 15 – 18 cmPerawatan tanaman remaja dalam pot ukuran 15 – 18 cm meliputi tiga hal penting, yaitu penempatan tanaman, penyiraman , dan pemupukan. Penempatan tanaman sangat berhubungan dengan kondisi sekitar yang dibutuhkan tanaman anggrek, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan. Usahakan tanaman diletakkan pada tempat yang memiliki lama penyinara 10 jam. Pada siangg hari suhu rata-rata berkisar 28 – 31 derajat celcius. Kelembapan pada siang hari cukup sekitar 60 %.Penyiraman pada kondisi udara cerah biasanya diberikan dua kali sehari. Penyiraman pada pagi hari saat udara cerah, boleh diberikan dalam jumlah yang cukup banyak. Sedangkan penyiraman pada sore hari secukupnya saja. Pemupukan sangat diperlukan pada tanaman yang masih remaja karena pertumbuhan akar, batang, dan daun berlangsung dengan cepat. Gunakan pupuk anorganik kombinasi antara pupuk NPK 20 : 20 : 20 dan pupuk NPK dengan unsur P yang menonjol ( 6 : 55 : 6). Kedua macam pupuk tersebut diberikan secara bergantian. Sumardi Sumber : Berbagai bahan bacaan.