Beberapa jenis serangga seperti aphids, serangga betinanya dapat memproduksi lebih dari 100 keturunan dan memproduksi lebih dari 100 keturunan dan waktu generasinya kurang dari 1 bulan. Serangga dengan siklus hidup pendek menghasilkan keturunan dalam jumlah yang sangat besar. Namun di alam tidak semua keturunan serangga ini dapat bertahan hidup. Hal ini terjadi karena banyak faktor mortalitas yang mempengaruhi kelangsungan hidup serangga. Karena kondisi lingkungan yang tidak sesuai maka pertumbuhan populasi makhluk hidup dikendalikan oleh musuh alami. Musuh alami merupakan organisme hidup yang memangsa, melukai dan menyebabkan penyakit organisme hidup lainnya.Ada tiga musuh alami, yaitu: Predator, Parasit, dan Pathogen. PredatorPredator adalah hewan yang memangsa dan memakan hewan lainnya. Contohnya adalah harimau, ular, laba-laba, dan kumbang. Predator memakan mangsanya untuk mencukupi kebutuhan makanannya. Tubuh predator diciptakan untuk berburu, menangkap, membunuh, dan memakan mangsa. Pada umumnya Predator memiliki gigi dan bagian mulut yang kuat, penglihatan yang tajam dan kaki yang kuat. Parasit Parasit juga memakan organisme lain, tetapi dengan memasuki tubuh korbannya untuk memenuhi kebutuhan makanannya dengan mengambil cairan dan jaringan tubuh korbannya, sehingga korban menjadi lemah dan mati. Korban biasa disebut " inang ". Parasit yang menyerang serangga biasanya dari golongan lalat dan penyengat/tawon. Parasit dewasa yang memiliki sayap dapat mencari mangsa dan meletakkan telurnya pada permukaan atau di dalam tubuh inangnya. Parasit serangga dapat diklasifikasikan sebagai berikut:• Parasit telur, yaitu parasit yang meletakkan telurnya di dalam telur serangga lainnya;• Parasit larva, yaitu parasit yang meletakkan telurnya pada permukaan atau di dalam larva serangga lain;• Parasit pupa, yaitu parasit yang berkembang dalam bentuk pupa pada serangga lain; dan• Beberapa parasit berkembang dalam bentuk nimfa atau serangga dewasa pada inangnya. Larva yang berkembang pada telur atau tubuh inang, secara perlahan memperlemah serangga inang, sehingga inang tidak sempurna perkembangannya. Larva parasit dapat berkembang menjadi pupa sebelum membunuh inangnya. Beberapa parasit pupa terbentuk di dalam tubuh inang, sementara yang lain membentuk pupa pada permukaan tubuh inang. Parasit dewasa berasal dari pupa, dan biasanya hidup pada tepung sari. Bunga adalah sumber makanan utama parasit dewasa. Pathogen Pathogen adalah mikroorganisme penyebab penyakit memasuki tubuh inang, hidup dan memperbanyak diri, sehingga inang menjadi lemah dan akhirnya mati. Beberapa pathogen membutuhkan lebih dari satu jenis inang untuk menyempurnakan siklus hidupnya. Bakteri, cendawan, dan virus adalah jenis-jenis pathogen. Serangga yang diserang oleh pathogen, biasanya bengkak, berubah warna, bergerak lambat, seringkali berhenti makan, dan dapat diselimuti oleh bahan seperti tepung. Jenis bakteri yang dikenal dengan nama Bacillus (Bt) diproduksi dan digunakan sebagai pestisida biologi. Bacillus (Bt) membunuh beberapa jenis serangga dan umumnya tidak mempengaruhi musuh alami. Musuh Alami Utama pada Kebun Mangga Beberapa jenis musuh alami yang biasanya menyerang hama tanaman mangga adalah:• Lycosa sp., parasit telur seperti Centrodera sp, Oligosita sp, dan Neobrachista java Gir, merupakan musuh alami Idiocerus niveosparsus Leth;• Parasit telur seperti Promuscidaea anagyrus dan Eupelmus merupakan musuh alami Rhytidodera simulans Wh;• Parasit dan famili Chalcididae, Bruchorida sp. merupakan musuh alami Sternochetus goniocnemis. Musuh Alami dan pestisida Di beberapa daerah, pestisida biasanya disebut obat atau racun. Pestisida sebenarnya adalah racun yang mematikan bagi tumbuhan, hewan, dan bahkan manusia. Ada beberapa jenis pestisida, yaitu:• Insektisida: membunuh serangga;• Rodentisida: membunuh tikus;• Fungisida: membunuh cendawan;• Bakterisida: membunuh bakteri;• Herbisida: membunuh gulma;• Nematisida: membunuh nematode. Beberapa pestisida mengganggu organ pernafasan dan pencernaan, Jenis pestisida lainnya membunuh secara tidak langsung dengan mengganggu perkembangan dan reproduksi. Bagaimanapun mekanisme serangan pestisida, hasilnya adalah sama, yaitu mematikan hama dan penyakit, serangga lain termasuk musuh alami, dan bahkan hewan dan manusia dapat menjadi sakit dan mati bila terkena racun pestisida. Dengan pertimbangan ini harus diingat bahwa pestisida adalah racun dan berbahaya, karena itu penggunaannya harus dibatasi apabila memungkinkan. Apabila harus menggunakan pestisida, maka penggunaannya harus hati-hati dan terencana karena dapat membahayakan kesehatan lingkungan dan manusia. Pada umumnya, musuh alami lebih rentan terhadap pestisida daripada mangsa atau inangnya.Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan