Loading...

Musyawarah Petani Kecamatan Towuti

Musyawarah Petani Kecamatan Towuti
TUDANG SIPULUNG berasal dari bahasa daerah yang berarti duduk berkumpul. Dalam upaya pembangunan pertanian di daerah ini istilah ini digunakan untuk musyawarah tani sebelum turun sawah dengan tujuan mengambil kesepakatan dalam menentukan waktu turun sawah dan paket teknologi yang akan digunakan. Untuk itu petani, penyuluh dan pembina pertanian menggelar acara Tudang Sipulung tingkat Kecamatan Towuti pada Selasa (17/11/2020). Tudang Sipulung dalam rangka menghadapi musim tanam Oktober – Maret Tahun 2020 - 2021 digelar BPP Kecamatan Towuti yang dihadiri stake holder lainnya terkait sektor pertanian, diantaranya Kelompok tani, Penyuluh Pertanian Se-Kecamatan Towuti, POPT dan Kepala UPTD Irigasi wilayah Towuti-Nuha-Wasuponda. Yang lebih menarik kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur H. Usman Sadik, S.Sos yang berasal dari Wilayah Pemilihan Kecamatan Towuti. Tudang Sipulung ini untuk membahas permasalahan pertanian secara umum. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai wadah silaturahmi antara petani, penyuluh dan stake holder terkait selain itu juga memahami keadaan dan masalah yang dihadapi dalam pembangunan pertanian di lapangan serta untuk mencapai kesepakatan tentang pemecahan masalah dan penyusunan rencana kegiatan selanjutnya. Hasil dari tudang sipulung ini digunakan untuk penentuan waktu tanam padi pertanaman Oktober – Maret. Dalam sambutan dan arahannya Wakil Ketua DPRD sempat mengevaluasi keberadaan Penyuluh Pertanian yang di tugaskan di Kecamatan Towuti. Beliau mengatakan bahwa Penyuluh Pertanian adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian khususnya mendampingi para petani dalam meningkatkan kesejahteraannya. Keberadaan tenaga Penyuluh di Kecamatan Towuti dinilai masih sangat kurang jika dibanding jumlah desa yang ada, dimana jumlah desa ada 18 dan 410 Kelompoktani dengan tenaga Penyuluh hanya 14 orang. Penulis : Bambang Sukoco, S.ST (Penyuluh Pertanian Kecamatan Towuti)