Benih adalah salah satu bagian terpenting dalam budidaya tanaman, tanpa benih yang berkualitas tanaman tersebut belum tentu bisa berproduksi baik meskipun disaat penanamandan pemeliharaan kita sudah bekerja ekstra.Setiap petani pasti akan menanam tanaman dari biji berkualitas, agar mereka bisamendapatkan hasil panen yang baikPada dasarnya mutubenih dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Faktor bawaan ( kemurnian varietas ), Faktor fisiologi dan fisik benih, Faktor lingkungan dan Faktor perlakuan pascapanen. Oleh karena itu dalam pembuatan benih, ke 4 hal tersebut harus diantisipasi. a. Faktor genetik (bawaan) Kemunduran benih karena sifat genetis biasa disebut proses deteriorasi yang kronologis. Artinya, meskipun benih ditangani dengan baik dan faktor lingkungannya pun mendukung namun proses ini akan tetap berlangsung.Genetik merupakan faktor bawaan yang berkaitan dengan komposisi genetika benih.Setiap jenis atau varietas memiliki identitas genetik yang berbeda.Sebagaicontoh, mutu daya simpan benih kedelai lebih rendah dibandingkan dengan mutu daya simpan benih jagung,kekuatan daya tumbuh (vigor) dan produksi benih jagung hibrida lebih tinggi dari benih jagung biasa (komposit). Demikian pula padi var. Peta memiliki mutu daya simpan yang lebih baik dari benih padi var. Chainan. Semua perbedaan tersebut diakibatkan perbedaan gen yang ada di dalam benih.b. Faktor fisiologi dan fisik benihFaktor ini ditentukan oleh tingkat kematangan benih, benih harus dipanen dari tanaman yang sudah matang benar,tingkat kerusakan mekanis benih, tingkat keusangan benih, yaitu hubungan antara vigor awal benih dengan lamanya benih yang disimpan, patogen pada benih, terutama soybean mozaic virus (SMU) serta penyakit virus lainnya,ukuran dan berat jenis benih, komposisi kimia benih dan lainnya c. Faktor lingkunganProses ini biasa disebut proses deteriorasi fisiologis. Proses ini terjadi karena adanya faktor lingkungan yang tidak sesuai dengan persyaratan penyimpanan benih, atau terjadi proses penyimpangan selama pembentukan dan prosesing benih.Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap mutu benih adalah Lokasi produksi, musim tanam, kultur teknik, waktu panen, cara tanam perlakuan selama prapanen, pancapanen, maupun saat pemasaran benih. Lokasi produksi benih dipilih lahan yang subur, tidak merupakan sumber investasi hama danpenyakit, serta sumber kontaminan terhadap varietas tanaman yang akan diproduksi. Dalam memilih lokasi produksi, senantiasa memperhatikan sejarah lahan dan kondisi pertanaman sekitar lahan. Jika lahan produksi harus ditanami jenis komoditas yang sama dengan pertanaman sebelumnya maka varietas yang ditanam hendaknya. Hal ini untuk menghindari adanya tanaman voluntir hasil penyerbukan silang antara tanaman sebelumnya (yang berbeda varietas) dengan pertanaman yang ada. Adanya tanaman voluntir dapat mengakibatkan mutu (genetis) benih menjadi rendah. Jika penanaman yangberbeda varietas tidak bisa dihindari, lahan masing-masing varietas harus diisolasi. Isolasiyang dilakukan meliputi isolasi jarak maupun isolasi waktu. Jarak antarblok pertanamanproduksi benih diatur agar tidak terjadi penyerbukan silang, begitu juga waktu tanamnya. Berkaitan dengan waktu tanam, hal terpenting adalah memperkirakan bahwa saat panenbenih tidak dilakukan pada musim hujan. Sebaliknya, selama fase pertumbuhan (fasevegetatif) curah hujan hendaknya cukup memadai. Kesalahan dalam menentukan waktu tanam bisa mengakibatkan proses pembentukan dan perkembangan benih kurang baik. d. Faktor perlakuan pascapanenFaktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menangani benih setelah panen agar viabilitas benih tidak cepat turun ialah menurunkan dan mempertahankan kadar air benih tetap rendah, memisahkan kotoran benih karena dapat mempercepat penurunan viabilitas benih didalam penyimpanan.Kemasan benih harus kedap udara.Kondisi penyimpanan yang dingin kering dan bersih. Disamping itu cara penimbunan serta lamanya penimbunan brangkasan sebelum pengeringan dan pembijian, cara pengeringan, Keseragaman dan kesehatan benih sebelum disimpan, cara pengepakan, khususnya volume dan jenis kemasan, Lama, cara, dan proses pengangkutan benih.Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber: 1. Wirawan, B., dan Sri Wahyuni. 2002. Memproduksi Benih Bersertifikat. Penebar Swadaya, Jak2. Kartasapoetra, A.G. 1992. Teknologi Benih. Rinneka Cipta Saputra, Jakarta3. Kuswanto, H., 1994. Produksi dan distribusi benih. Forum komunikasi dan antar peminat dan ahli benih. Balittas. Malang4. Berbagai sumber