Loading...

NEKTAR JERUK, JUS PENYEGAR DAHAGA

NEKTAR JERUK, JUS  PENYEGAR DAHAGA
Produksi buah jeruk di Indonesia cukup banyak. Jenis jeruk yang banyak ditanam antara lain jeruk Manis, jeruk Siam, jeruk Keprok, jeruk Grafepruit, dan jeruk Pamelo. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing buah buah jeruk Indonesia perlu dilakukan karena buah jeruk memiliki karakteristik yang non-klimaterik, voluminous dan mudah rusak (perisable) dalam kondisi segar.Terdapat berbagai jenis olahan jeruk, seperti sarimurni,nektar, jus jeruk siap minum, marmalade, pulpy jus jeruk, dan lain sebagainya. Jus jeruk siam apabila kandungan sari murninya terlalu besar maka rasanya akan pahit, karena mengandung narigin dan limonin yang cukup tinggi. Narigin dan limonin bermanfaat untuk pengobatan tradisioniltetapi kurang enak bila dikonsumsi untuk tujuan rasa. Js jeruk yang langsung minum bisa dibuat dari nektar dengan penambahan air, gula, dan asam sitrat.Nektar jeruk adalah minuman siap saji dari sari murni jeruk dengan berbagai tambahan hingga rasanya memenuhi standar rasa minuman segar. Nektar jeruk diolah untuk meminimalisasi penyebab pahit olahan jeruk yak i limonin dan narigin agar rasanya lebih bisa diterima, mengawetkan dan mempertahankan mutu nektar jeruk agar lebih mudah dimanfaatkan oleh masyarakat.Teknis PembuatanProses pembuatan nektar jeruk mulai dari sortasi, pengupasan, ekstraksi jus, mixing atau pencampuran, pasteurisasi, pengemasan dan pelabelan. Dalam pembuatan nektar jeruk digunakan alat-alat antara lain seperti ember, saringan stainless steel, sendok, tray peniris, larutan asam sitrat 2%, larutan NaOH 12%, alat pemanas, pulper, pemeras jeruk FMC/ pemeras manual, bejana sainless steel, siap fruktosa, vitamin C, CMC, flavor jeruk, kemasan plastik/bptol, alumunium foil, sealer dan label. Proses pembuatan dimulai dengan melakukan aging, yaitu membiarkan jeruk siam di suhu kamar selama 3 – 5 hari hingga kulit jeruk sudah mengendur dari daging buah jeruk. Pilih bahan yang mempunyai tingkat kematangan yang sama, seragam varietas dan tidak busuk. Bahan yang dipilih dikupas dari kulit luar dan daging buah jangan disentuh dengan tangan untuk menghindari pencemaran. Daging buah yang telah dikupas dimasukan kedalam larutan 12% NaOH selama lebih kurang 1 menit, sambil diaduk-aduk hingga serat yang menenempel mengelupas. Kemudian daging buah yang utuh dibilas dengan air bersih, lalu ditiriskan sampai tiris. Daging buah yang telah tiris dimasukan kedalam larutan 2% asam sitrat teknis.Ekstraksi jeruk dilakukan tergantung jumlah volume yang diproses hingga terpisah antara sari murni dengan biji yang bercampur ampas. Peralatan yang digunakan pada saat ekstraksi antara lain : alat ekstreaksi manual dengan meletakkan jeruk yang dipotong diantara lempengan dan menekan-nekan tangkai ekstraktor (tanpa lewat tahap pengupasan dan pengupasan kimia). Alat ekstraksi pulper dengan memasukkan pada hopper dan menampung sari murni yang mengalir dari saluran sari murni. Dengan menggunakan alat ekstraksi FMC hanya tinggal memasukkan jeruk pada hopper dan jeruk masuk dalam pegangan kemudian dibor dari bawah, sari murni langsung masuk ke saluran penampungan (tanpa lewat tahap pengupasan dan pengupasan kimia). Hasil sari murni kemudian disaring menggunakan saringan 60 mesh. Sari murni jeruk siam dengan air matang atau yang telah disaring dengan membran dengan perbandingan 1:3 hingga 1:7. Selanjutnya diberikan 0,08 – 0,1 % (w/v), vitamin C 1000 mg/l, gula yang ditambahkan adalah sirup fruktosa hingga mencapai brix 15 s/d 17% brix, flavor jeruk food grade (0,005% w/v).Campuran nektar yang didapat kemudian dipasteurisasi dengan variasi suhu dan lama pelaksanaan sebagai berikut : suhu 85oC selama 11,26 menit, suhu 80oC selama 14,43 menit, suhu 75oC selama 18,1 menit, suhu 70oC selama 23,74 menit dan suhu 65oC selama 30,44 menit. Selama melakukan pasteurisasi larutan diaduk pelan-pelan dalam bejana stailess steel atau menggunakan alat pindah otomatis hingga tercapai dosis suhu dan waktu.Produk nektar siap minum dikemas degan cup atau botol kecil, yang telah diterilkan terlebih dahulu, jauh dari cahaya baik lampu maupun matahari agar nektar lebih awet. Pengemas yang baik adalah yang barriernya sangat besar terhadap oksigen. Oksigen sebagai pemicu reaksi oksidasi yang dapat merusak komponen anti oksidan dan warna pada produk nektar. Plastik polipropilen (pp), merupakan kemasan yang cukup baik dengan ketebalan 0,1 mm. Plastik ini biasanya lebih kaku dibandingkan dengan plastik polietilen yang lebih lemas tetapi kedap terhadap oksigen dan uap airnya lebih rendah. Kelemahan dari plastik adalah masih bisa ditembus cahaya, padahal cahaya dapat merusak produk dan memicu reaksi oksidasi dengan menediakan energi aktivasi utamanya dari sinar ultra violet. Kemasan yang memiliki berbagai lapisan dan tidak tembus cahaya adalah aluminkium foil. Kelemahan alumunium foil memerlukan sealer khusus bertapak lebar dengan ketepatan sealing yang tinggi. Sealer plastik biasa tidak bisa digunakan. Kemasan lain adalah botol pet atau HDPE yang lebih tahan panas.Setelah dikemas, jus nektar diberi label. Label ditempelkan pada bagian tengah kemasan sesuai PP no. 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan. Pada label tertera merek dagang produk, komposisi bahan yang digunakan, isi bersih tepung bawang, logo sertifikasi dan tanggal kedaluwarsa. Nektar jeruk yang sudah dikemas dapat disimpan pada tempat yang bersih atau didistribusikan. Bacaan : Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian)Referensi : Panduan teknis pengolahan produk hortikultura, Dirjen Hortikultura – Kementerian Pertanian - 2016