Nematoda parasit merupakan kendala utama pada tanaman kopi di indonesia terutama untuk jenis arabika. Spesies nematoda penting yang di jumpai indonesia adalah pratylenchus coffeae. R similis, dan meloidogyne spp. (wiryadiputra 1992). Hampir semua provinsi setra kopi di indonesia seprti Sumatera Utara, sumatra barat, lampung, jawa barat, jawa tengga, jawa timur, bali, nusa tengara timur, dan sulawesi selatan telah terinfikasi nematoda P. Coffeae oleh karena itu, serangan nematoda merupakan kendala utama dalam kembangan kopi, khususnya untuk jenis arabika yang kenal rentang terhadap nematoda. Penurunan produksi akibat serangan P. Coffeae pada kopi robusta berkisar antara 28,7% dan78,4% pada kopi arabika, biasanya tanaman hanya bisa bertahan 2 tahun (wiryadiputra dan atmawinata 1998). Pengendalian nematoda pada tanaman kopi sudah diarakan pada pengendalian secara terpadu denganmengunakan klon tahan, agens hayanti, pesdisida namati, bahan organik, sanitasi, pergiliran tanaman, dan nematisida (wiryadiputra 1997a,1997b jenis kopi ekselsa (Coffeae exelsa dan robusta (C. cannephora var. robusta yang tahan terhadap nematoda P. Coffeae adalah klon ekselsa Bgn. 121.09 dan klon kopi robusta BP 308 (Wiryadipura dan Hulupi 1997). Klon-klon tersebut dapat digunakan sebagi batang bawah untunk disambungkan dengan batang atas kopi robusta maupun arabika yang dimiliki arti ekonomi tinggi. Penggunaan estrsk biji dan daun mimba (Azadiracchta andica) dan bahan organik juga mampu menekan populasi nematoda parasit pada tanaman kopi, baik dibibitan maupun di pertanaman (wiryadiputra ea al 1987; wiryadiputra 1997b). Pengendalian hayanti nematoda pada tanaman kopi masih dalam penelitian, antara lain dengan menggunakan jamur mikoriza gigaspora margarita, bakteri pasteuria penetrans dan paecilomyces lilacinus (wiryadiputra 2002) beberapa jenis tanaman rumput guatemala (trypsacum laxum), tagetes patula, crotalia anagyroides, C. striata dan C. usaramoensis sangan efektif menekan populasi nematoda parasitkopi hingga dapat digunakan sebagai tanaman rotasi pada bekas areal serangan nematoda. Pergiliran tanaman dapat pula dilakukan dengan tanaman bukan inang P. Coffeae, seperti tebu, kakao terutama kakao lindak (bulk cocoa), dan koro benguk (mucuna sp.) (wiryadiputra 1997b). Bergai jenis nematisida telah diujih keefektifannya terhadap P. Coffeae baik di pembibitan maupun pada pertanaman kopi. Untuk sterlisasi media bibit, digunakan fumigan dazomet dan metamsodium. Untuk tanaman berbibitan dan dilapangan digunakan nematisida sistemik dan kontak, seperti oksamil, karbofuran, etoprofos , dan kadusafos. Perlu diingat dan diperatikan dalam usaha tani tanaman kopi bahwa untuk menghindari nematode parasit salah satu yang dilakukan adalah kebersihan gulma sekitar tanaman kopi serta kebersihan lingkungan sekitar. Untuk mendapatkan lingkungan yang bersih dari gulma perlu dilakukan secara periodik pelaksanan kegiatan pembersihan gulma sekitar tanaman dan lingkungan. Tentu kebersihan gulma tersebut dapat dilakukan seminggu sekali atau dua minggu sekali tergantung dari kecepatan tumbuhnya gulma, pada umumnya tanaman gulma sebaiknya disiang atau dibersihkan dari tanaman kopi paling tidak dua minggu sekali pada masa pertumbuhan muda, tetapi pada masa usia tanaman produktif munkin hanya 3 – 4 minggu sekali dibersihkan.Selain itu untuk tanaman yang terserang penyakit terlihat dari tanaman kopi yang menguning atau layu sebaiknya segera dijabut dan di jauhkan dari tanaman yang sehat hal ini untuk menghindari terjangkitnya nematoda parasit pada tanamannya lainnya. Tetapi jangan dilupakan sebenarnya tanaman akan yang dikembangkan yaitu berupa bibit kopi dan tembakau haruslah berasal dari varietas yang unggul sehingga lebih tahan terhadap serangan nematoda parasit. Penggunaan kapur pertanian pada pengolahan tanah sangat membantu dari berjangkitnya nematoda parasit pada tanaman jahe dan tembakau. Pada umumnya tanaman jahe dan tanaman tembakau banyak terserang oleh nematoda parasit di daerah di seluruh Indonesia, oleh karena itu para petani yang berada di daerah tersebut di atas sebelum menanam kopi hendaklah memperhatikan persiapan pengolahan tanah, persiapan penyedian varietas tanaman yang unggul dan menjaga kebersihan tanaman dan lingkungan dari gulma, selain itu harus secara konsisten setiap hari memperhatikan tanaman yang terkena nematoda parasit sehingga jika ada tanaman yang terkena segera di cabut dan dijauhkan dari tanaman yang sehat.Apabila tanaman terkena nematoda parasit akan mengakibatkan penurunan produksi yang cukup besar yaitu antara 28% - 70%. Sumber :- Abdurachaman Adimihardja dkk, Pengembangan Inovasi Pertanian, 2010, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertania, Bogor