Pengakuan Nyoman Wisnaya yang biasanya dipanggil nyoman Dobel dari Desa Unggahan, Kecamatan Seririt berpenghasilan rata-rata sepuluh juta per bulan, hal ini disampaikan ketika penulis berkunjung di kebunnya sabtu lalu di datah Desa Unggahan Kecamatan seririt. Peria berumur 40 tahun ini menggarap lahan sawah 0,90 Ha, kebun manggis, durian dan tumpang sari dengan tanaman cengkih miliknya sendiri seluas 2,5 Ha dan tanah kmilik saudaranya lebih kurang 3 Ha. Semuanya dikerjakan menggunakaan managemen agribisnis dan budidaya dengan tegnologi pertanian saat ini. Menurut pengakuan pria dengan satu istri dan dua anak ini, hasil kebun cengkih yang digarap tahun ini, mereka menghasilkan kisaran 200 juta rupiah, karena cengkeh keringnya masih disimpan untuk menunggu harga yang lebih mahal. Sedangkan tahun lalu mereka mengantongi uang dari penjualan senilai enam ratus juta . Penghasilan lain yang belum dimasukan adalah dari hasil panen padi yang dua kali setahun, serta penghasilan durian dengan hasil bersih mencapai 35 juta dan manggis dengan penghasilan bersih 25 juta rupiah. " Kami sekeluarga merasa sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saat ini kami telah berhasil, walaupun masih banyak harus belajar jadi petani, kantor kami adalah dilahan kebun dan sawah ini, kami bekerja dari jam 7 pagi dan pulang jam 6 sore untuk istirahat dan makan siang kami lakukan digubuk ini " demikian penuturan istrinya , sambil menyiapkan santap siang dirumahnya. Keluarga kecil dengan dua anak ini, saat ini sedang menyekolahkan anaknya di Kota Singaraja, pada sekolah kesehatan dan akan diwisuda tahun ini, sedangkan satunya lagi masih dibangku SMA. Dengan berkembangnya tegnologi, wisnaya telah memiliki satu buah traktor mini, pompa air untuk mengairi kebunnya, mesin semprot, alat semprot dan pemotong rumput dengan mesin. Perlakuan kaji terap senantiasa dilakukan dengan tekun untuk mempelajari kesesuaian lahan dengan tanaman serta pengkajian bahan-bahan yang berkaitan dengan usaha peningkatan produksi, baik tanaman perkebunan, hortikultura dan tanaman padi yang dikelolanya. Saat ini wisnaya tidak lagi menjadi pengurus kelompok, hal ini disampaikan karena sudah cukup lama bahkan lebih dari 12 tahun menjadi ketua kelompok Subak Abian didesanya. Saat ini mereka berfokus kepada kebun yang digarapnya.( I Nyoman Sudrana, SP)