Manggis (Garcinnia mangostana Linn.) merupakan salah satu komoditi utama yang dikembangkan untuk mendukung ekspor hortikultura dan memenuhi pasaran dalam negeri. Meskipun buah manggis sudah sering ekspor, namun mutu buah belum dijamin bagus karena budidaya secara tradisional dan tingginya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). OPT yang banyak menyerang tanaman manggis terutama bagian burik buah dan getah kuning. 1. Burik Buah Burik buah manggis dapat disebabkan adanya serangan 3 (tiga) hama, yaitu thrips (Scirtothrip sorsalis Hood) lihat gambar A, Selenothrips rubrocintus Giard lihat gambar B, dan tungau (Brevipalpus sp) lihat gambar C). Gejala serangan hama thrips terlihat pada warna kulit buah manggis memudar keperakan, kuning pucat sampai kecoklatan. Jika diamati timbul burik seperti kulit buaya (pada gambar 1a dan 1b). Burik diawali pada daerah sekitar kelopak buah atau bagian bawah buah, kemudian bisa ke seluruh bagian kulit buah manggis. Kulit buah berwarna ke hitam-hitaman dan mengkilat, selanjutnya warna berubah menjadi hitam suram. Adanya burik pada buah manggis ini, penampilan buah menjadi tidak mernarik dan buah menjadi keras. Jika buah dibuka, daging buahnya berair dan leket dengan kulit buah. Pada serangan berat, berakibat buah manggis tidak berkembang dan ukuran buah tidak normal. Sedangkan gejala serangan akibat hama tungau terlihat pada kulit buah manggis sama dengan serangan hama thrips, tetapi jika diraba kulit buah tidak kasar. Pengendalian burik buah manggis dengan cara sanitasi kebun dan pemasangan Yellow fluorescent sticky trap. Pengendalian dilakukan pada saat tanaman manggis memasuki fase bertunas akhir (sebelum pembentukan bunga). Pertama, lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma (tumbuhan yang tidak dikehendaki) dan membalik tanah di bawah kanopi tanaman (tajuk daun) sedalam 3 cm. Sanitasi ini untuk memutuskan siklus hidup thrips pada fase pupa di dalam tanah. Kemudian dilakukan pemasangan Yellow fluorescent sticky trap pada setiap tanaman sebanyak 4 buah, pada tonggak setinggi 3 meter dengan jarak kira-kira 30 cm sebelah luar kanopi tanaman. Cara pembuatan Yellow fluorescent sticky trap: bahan seng yang dibentuk menyerupai silinder dengan diameter 9,5 cm dan tinggi 22 cm. Silinder seng dicat dengan warna putih dahulu sebagai warna dasar, agar warna cat tahan lama. Setelah kering dicat lagi (ditimpah) dengan warna kuning kehijauan seperti tunas daun tanaman manggis. Setelah kering, silinder baru bisa dipasang pada tonggak setinggi 3 meter dengan cara dipaku. Menyiapkan plastik transpasan (OHP-Plastik) dan diloles dengan lem tikus bening secara merata. Lalu plastik yang sudah dioles lem tersebut ditempel pada silinder seng berwarna kuning kehijauan dengan menggunakan klip (penjepit kertas). Bagian plastik yang ada lem-nya berada sebelah luar silinder seng. Yellow fluorescent sticky trap siap dipasang di sekitar kanopi tanaman manggis. Setiap sebulan sekali plastik yang ada lemnya diganti, dan juga dilakukan kembali sanitasi kebun, yaitu membersihkan gulma dan membalik tanah di bawah kanopi tanaman sedalam 3 cm. Menggunakan cara sanitasi kebun dan pemasangan Yellow fluorescent sticky trap mampu menurunkan persentase burik buah 32,83% dan intensitas burik 5,99%. 2. Getah Kuning Tanaman manggis yang diserang getah kuning menunjukkan gejala adanya getah kuning pada kulit buah manggis bagian dalam (endocarp). Pada awalnya getah kuning transparan, makin lama menjadi kuning dan daging buah menjadi bening dengan rasa pahit serta getir. Getah kuning dapat terjadi pada buah muda maupun yang sudah masak dan hanya diketahui jika buah itu dibuka. Buah manggis yang diserang getah kuning lebih berat dibanding dengan buah yang sehat, diduga terjadi pemadatan kulit buah. Keluarnya getah kuning pada buah manggis merupakan kelainan fisiologis yang disebabkan, antara lain: tekanan tugor yang fluktuatif sepanjang fase pembungaan dan perkembangan buah sampai panen. Selain itu dapat juga disebabkan dari stress air dan terjadinya benturan antara buah. Dapat juga disebabkan oleh kelebihan air karena hujan lebat yang terjadi sebelum panen dan teriknya sinar matahari. Pengendalian serangan getah kuning secara teknis dapat dilakukan antara lain: 1) Memelihara tanaman manggis yang baik, yaitu dengan melakukan pemangkasan cabang dan ranting yang mati atau kering, pengaturan pengairan dan perbaikan drainase kebun; 2) Penanganan panen dan pasca panen dengan hati-hati agar tidak terjadi benturan buah; dan 3) membiarkan rumput tumbuh di sekitar tanaman manggis pada saat buah masih muda, dengan demikian serangga yang membawa patogen getah kuning tidak akan hinggap pada rumput yang tumbuh di sekitar tanaman manggis. Jika secara teknis tersebut tidak berhasil, dapat dilakukan cara lain sebagai berikut: Pada fase-fase pertumbuhan harus dijaga agar tanah selalu dalam keadaan lembab. Caranya, dengan memberikan pengairan secara teratur rata-rata 50 liter per pohon per hari khususnya pada musim kemarau. Pengairan dilakukan dengan menaruh drum plastik berkapasitas (dapat memuat) 100 liter air di kebun. Pemberian air disertai dengan pemberian pupuk NPKCa yang dicampurkan dalam drum tersebut. Pupuk NPKCa tidak lebih dari 0,2 % atau 1,6 ons NPKCa yang dicampur dalam 100 liter air. Drum plastik untuk pengairan tersebut dihubungkan dengan selang atau pipa PVC yang kedua ujungnya berhubungan dengan drum. Sisi selang atau pipa PVC dilubangi dengan jarum dan diletakan melingkar di bawah tajuk tanaman manggis. Pemberian pupuk NPKCa bersamaan dengan pengairan secara tetes terus menerus dapat mengurangi persentase getah kuning pada buah manggis sampai lebih dari 50% dan meningkatkan persentase buah manggis yang bebas getah kuning sampai lebih dari 90%. Demikian, sekilas tentang OPT Manggis Yang Sangat Membahayakan dan Pengendaliannya. Semoga bermanfaat. Penulis : SUSILO ASTUTI H. - Pusluhtan. Daftar Pustaka: Pedoman Peningkatan Mutu Manggis. Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2012.Masalah Manggis dalam Gambar. Direktorat Budidaya Tanman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2010.W.D.Wibawa. Profil Kawasan Manggis (Program Pendampingan Intensif). Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2009.Roedhy Poerwanto. Standar Prosedur Operasional (SOP) Manggis Kabupaten Purworejo. Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2004.