Loading...

OPTIMALISASI LAHAN MELALUI PADI LAHAN KERING

OPTIMALISASI LAHAN MELALUI PADI LAHAN KERING
Banyaknya lahan sawah irigasi yang beralih fungsi untuk kepentingan non pertanian memerlukan alternatif pengembangan lahan kering untuk budidaya tanaman pangan khususnya padi, jagung, dan kedelai. pemerintah sebenarnya telah melakukan penggantian lahan sawah yang telah terkonversi melalui lahan baru di luar pulau jawa yang umumnya tergolong lahan sub optimal namun belum dapat sepenuhnya menggantikan produksi tanaman pangan dari lahan yang terkonversi. pencetakan lahan sawah baru di luar pulau jawa berjalan lambat karena terkendala ketersediaan air irigasi yang memadai. diperlukan lahan baru untuk pengembangan tanaman pangan pada lahan rawa dan lahan kering. lahan kering yang memungkinkan pengembangan tanaman pangan adalah lahan kering beriklim basah dan lahan kering beriklim kering. Lahan kering merupakan hamparan lahan yang tidak pernah tergenang atau digenangi air pada sebagian besar waktu dalam setahun atau sepanjang waktu. daratan indonesia dengan luas lahan 188,2 juta ha, 25,09 juta ha diantaranya tergolong lahan potensial untuk tanaman pangan lahan kering (badan litbang pertanian, 2000). lahan kering yang berpotensi untuk tanaman pangan adalah lahan yang secara biofisik dari aspek topografi/lereng, iklim, sifat fisika, kimia dan biologi tanah sesuai atau cocok dikembangkan untuk tanaman pangan. Potensi pemanfaatan lahan kering untuk budidaya padi masih sangat besar. padi lahan kering dapat ditanam secara monokultur ataupun tumpang sari dengan tanaman pangan lain seperti singkong, jagung, serta tanaman tahunan seperti jati, kelapa dan karet. Secara nasional rata-rata produktivitas padi di lahan kering masih jauh di bawah produktivitas padi sawah. rendahnya produktivitas padi di lahan kering disebabkan banyaknya permasalahan yang dihadapi petani padi gogo seperti kekeringan, tanah yang masam, dan penyakit tanaman padi khususnya penyakit blas atau sering disebut sebagai penyakit potong leher. Varietas benih unggul untuk padi lahan kering diantaranya adalah: batu tegi, limboto, situ patenggang, inpago 4, inpago 5, inpago 7, inpago 8, inpago 9. untuk dataran tinggi kementerian pertanian juga telah mengembangkan varietas unggul baru padi lahan kering yang dapat beradaptasi dengan baik di dataran tinggi hingga ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, yaitu varietas luhur 1 dan luhur 2. Inpago 9 merupakan salah satu varietas inbrida padi gogo yang dikhususkan untuk lahan kering. varietas inpago 9 cocok ditanam pada lahan subur seperti wilayah jawa dan lahan podsolik merah kuning (pmk) seperti daerah lampung. selain cocok untuk lahan kering, varietas ini juga tahan terhadap penyakit blas. hasil percobaan pada areal tanam produksi benih kelas ss di lahan sawah kebun percobaan pusakanegara, subang, produktivitas varietas inpago 9 dapat mencapai 8 – 9 ton per ha. varietas ini sangat menjanjikan karena varietas padi gogo lainnya hanya memiliki produktivitas rata-rata di bawah 6-7 ton per ha. Selain benih padi, kementerian pertanian juga mengembangkan teknologi largo super berupa larikan gogo, dengan jarak tanam yang memungkinkan proses fotosintesis lebih optimal. untuk mengoptimalkan sumber daya manusia, penggunaan alat tanam tebar benih langsung dan pemberian pupuk hayati sangat disarankan. pupuk hayati merupakan pupuk berbasis mikroba non patogenik yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. pengembangan varietas inpago 9 yang dibarengi dengan teknologi largo super diharapkan dapat mendongkrak produksi padi di lahan kering. beberapa hal yang harus diperhatikan dalam sistem budidaya padi lahan kering adalah sebagai berikut: Penggunaan benih. pemilihan benih merupakan hal yang sangat penting dalam budidaya padi lahan kering, sebab benih yang baik akan mempengaruhi produktivitas tanama syarat benih yang baik adalah (a) tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah, dan hama gudang; (b) warna gabah sesuai aslinya dan cerah; (c) bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya dan (d) daya perkecambahan mencapai 80 %. Waktu tanam. penaman yang baik dilakukan setelah terdapat 1 – 2 kali hujan, awal musim penghujan (oktober – nopember). bahkan ada petani yang telah menebar benih pagi lahan kering sebelum hujan turun atau yang lebih dikenal dengan sistem sawur sistem tanam sawur tinggal dapat dianjurkan pada daerah-daerah yang memiliki curah hujan sedikit (bulan basah antara 3 – 4 bulan) per tahun dan sulit mendapatkan tenaga kerja. Penanaman. penanaman padi lahan kering pada dasarnya dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu cara tanam sebar, tanam alur dan tanam tugal dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. penyiangan pada padi lahan kering sistem barisan/legowo dilakukan antar barisan 15-20 hst secara manual atau menggunakan gasrok atau power weeder jika tersedia, atau menggunakan herbisida selektif pascatumbuh, bispyribac sodium, diaplikasikan sekitar 14 hari setelah tanaman tumbuh dengan takaran sesuai anjuran. Pemupukan. pupuk yang digunakan sebaiknya dikombinasikan antara pupuk organik dan pupuk dosis pupuk pada pertanaman padi lahan kering harus disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanahnya. jenis pupuk anorganik yang diberikan berupa 150-200 kg/ha urea, 75 kg/ha sp36 dan 50 kg/ha kcl. pupuk sp36 dan kcl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. pupuk urea, sp36 maupun kcl sebaiknya diberikan dalam alur atau ditugal kemudian ditutup kembali dengan tanah untuk mencegah kehilangan unsurnya. Pengendalian hama/penyakit. penyakit utama pada padi lahan kering adalah blas daun dan blas leher. pemupukan nitrogen dalam takaran tinggi dan cuaca lembap, terutama musim hujan, menguntungkan bagi terjadinya infeksi. untuk pengendalian secara kimiawi, gunakan fungisida (bila diperlukan) yang berbahan aktif metil triofanat atau fosfiden dan kasugamisin. Dengan pengembangan padi lahan kering diharapkan terjadi optimalisasi lahan dalam rangka peningkatan produksi yang disertai peningkatan pendapatan petani. Penulis: sri mulyani (pp bppsdmp kementan) Sumber: Direktorat jenderal tanaman pangan. 2019. petunjuk pelaksanaan kegiatan serealia 2019, jakarta. http://www.agronet.co.id/index.php/detail/indeks/berita/2214- kementan targetkan tanam 1juta hektare padi gogo https://ekonomi.bisnis.com/read/20180514/99/794824/varietas-padi-ini-cocok-untuk-lahan-kering