Loading...

Padi Hitam, Padi Unik dan Berhasiat

Padi Hitam, Padi Unik dan Berhasiat
Padi hitam atau lebih dikenal dengan Black Madras merupakan salah satu varietas padi yang banyak dikembangkan di jepang. Pada umumnya padi jenis tersebut sama dengan varietas padi biasa, namun berbeda pada warna daunnya padi biasa berwarna hijau maka black madras daunnya berwarna ungu, tetapi beras yang dihasilkan tetap berwarna putih.Padi hitam ini dilaporkan sudah bayak ditanam oleh petani mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Barat, Sulawesi dan daerah lainnya. Saat pertama ditanam, daunnya berwarna hijau seperti warna daun padi biasa, tetapi setelah berumur dua minggu batang dan daunnya berubah menjadi ungu kecoklatan. Perwatan dan masa panennya relatip sama dengan budidaya padi biasa tidak ada yang khusus. Dilihat dari fisiologis tanaman ini mempunyai warna daun yang ungu kehitaman yang tentunya sangat berbeda mencolok dengan warna daun tanaman padi pada umumnya, dan memiliki struktur batang yang lebih tinggi.Dari hasil pertanaman balck madras memiliki anakan rata-rata 28 anakan, dibandingkan dengan Ciherang yang memiliki anakan 34-38 anakan dengan bibit awal 2-3 bibit, produktivitas bisa mencapai 9 ton/ha.Keunggulan Padi Black MadrasKelebihan benih padi black madras dibandingkan dengan benih padi biasa adalah kandungan zat amilase yang rendah sehingga disinyalir cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Menurut beberapa petani yang sudah berpengalaman menanan bahwa jenis padi ini tidak mudah terserang hama dan penyakit, karena serangga dianggap tidak tertarik melihat warna daunnya yang berbeda dengan tanaman padi lainnya.Keunggulannya antara lain ; (1) salah satu yang paling menarik perhatian adalah warna daunnya yang ungu sehingga terlihat eksotis, unik, berbeda dengan yang lainnya, (2) harga jual gabah lebih tinggi mencapai Rp. 600 ribu/kuintal GKP, bahkan harga GKG bisa mencapai Rp. 900 ribu/kuintal, (3) dianggap berhasiat untuk kesehatan jantung, diabetes, (3) dan dapat digunakan sebagai bahan kosmetik, (4) umur lebih pendek dibandingkan dengan varietas lainnya lebih genjah sekitar 85-95 hari.Cara Budidaya padi black madras pada prinsipnya tidak berbeda dengan cara budidaya padi lainnya diantaranya :Pengolahan TanahLakukan seperti biaasanya, usahakan tanah diberi pupuk organik lebih banyak, agar hasil yang dicapai lebih bagus. Karena salah satu kekurangan tanaman jenis padi ini produktivitasnya kurang banyak dibandingkan jenis padi lainnya.PenanamanPenanaman bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain metode System of Riced Intensifikation (SRI), Jajar Legowo, Tegel atau Hazton yang disesuaikan dengan kebiasaan dan keadaan setempat.PemupukanPemupukan diberikan pupuk organik pada saat pengolahan tanah, sedangkan pupuk Urea diberikan sepuluh hari setelah tanam. Dosis pupuk organik maupun anorganik diberikan sesuai dengan kebutuhan/hektarnya yang bisa diketahui melalui Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) atau Bagan Warna daun (BWD).. Selanjutnya pupuk NPK diberikan dua puluh lima hari setelah tanam, dan alangkah baiknya diberikan pupuk daun, dan disemprot dengan anti bakteri dan jamur serta hormon pertumbuhan khusus padi. Dengan cara ini daun akan mengkilat dan terhindar dari hama kresek dan hawar daun.Pada usia tanaman lima puluh hari setelah tanam tidak perlu diberikan pupuk kimia lagi, tetapi bisa diberikan pupuk organik untuk merangsang pertumbuhan tanaman.Pengendalian Hama dan PenyakitPengendalian hama dan penyakit dilakukan pada rentang usia dini sebelum hama dan penyakit muncul agar tidak terjadi masalah yang menimbulkan ledakan hama dan penyakit dikemudian hari.PanenBerdasarkan hasil pengamatan dilapangan Black Madras menunjukkan jumlah anakan produktif 17,80 anakan/rumpun, panjang malai 23,18 cm, jumlah biji per malai 140,40 biji (biji hampa 24,27 dan biji berisi 119,47).Hasil riil dilapangan produktivitas black madras dengan penerapan sistim tanam jajar legowo 2:1 adalah 6,6 ton/ha sedangkan untuk legowo 4:1 adalah 8,1 ton/ha.Ruslia AtmajaSumber : Badan Litbang Pertanian dan sumber lainnya