Lovebird burung Afrika yang saat ini sedang populer dan digemari kalangan kicau mania merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak dipelihara karena memiliki keunikan seperti ngekek panjangnya dan warnanya yang unik dan sangat beragam. Budidaya lovebird menjadi peluang usaha yang menjanjikan dikalangan peternak burung. Hal ini dikarenakan banyaknya pecinta lovebird dan harganya yang mahal. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam beternak lovebird antara lain burung ini harus dipelihara sepasang dan harus dijaga kebersihan kandangnya serta diperhatikan makanannya. Lovebird merupakan salah satu jenis burung yang sangat aktif bergerak sehingga dibutuhkan kandang yang berukuran besar dengan dilengkapi tempat untuk bertelur yang terbuat dari kayu keras ukuran 20 cm x 20 cm x 25 cm yang biasa disebut dengan glodok. Siapkan juga serutan kayu, ranting-ranting kecil dan daun kering yang diletakkan di sekitar glodok agar lovebird nanti bisa menghias sarangnya sendiri. Kebersihan kandang harus diperhatikan agar sayap dan bulunya tidak kotor. Hal ini dikarenakan bila kotor maka bulu akan terlihat kusam dan mengurangi keindahan lovebird sekaligus memperburuk keturunan yang nantinya dihasilkan. Makanan pokok lovebird berupa biji-bijian. Tetapi sebagai pemakan biji-bijian lovebird sangat rentan kekurangan suplai protein, vitamin dan mineral. Berbeda dengan burung karnivora yang memang asupan proteinnya lebih dari cukup, lovebird memerlukan tambahan pakan yang dapat memenuhi kebutuhan proteinnya. Protein sangat diperlukan untuk masa pertumbuhan dan ketika lovebird pada masa-masa produktif. Untuk itu penambahan pakan tambahan yang kaya protein sangat dianjurkan. Pakan ideal lovebird selain milet yang berupa biji-bijian, diperlukan juga grit dan pakan pelengkap atau egg food. Milet merupakan makanan pokok lovebird yang berupa antara lain biji kenari, kuaci, milet putih dan merah serta biji sawi. Sedangkan grit merupakan mineral yang dibutuhkan oleh lovebird yang berupa antara lain kulit kerang, arang dan kalsium. Grit ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan membantu pencernaan burung. Pakan pelengkap dapat berupa sayuran daun atau egg food. Sayuran daun yang dapat digunakan untuk pakan pelengkap antara lain kangkung. Akan tetapi jika menggunakan kangkung hal yang perlu diperhatikan adalah penyakit cacingan dan bau dari sayuran tersebut di kandang. Untuk itu alternatif pakan pelengkap yang mudah dibuat dan aman digunakan adalah egg food. Egg food dapat dibuat dengan cara sebagai berikut :a. Sediakan bahan baku berupa 800 g wortel, 150 g tepung roti, 1,6 kg pur halus, 6 telur ayam rebus, 10 g vitamin kemasan, dan biji rumput secukupnya;b. Kecuali biji rumput dan telur rebus, masukkan dan campur semua bahan ke dalam wadah;c. Masukkan biji rumput dan parut telur beserta kulitnya minimal berukuran 3 – 4 mm;d. Masukkan parutan telur dan biji rumput ke dalam wadah tadi, lalu aduk hingga merata. Egg food siap digunakan. Egg food berperan sebagai sumber serat dan peningkat birahi. Egg food ini dapat dibuat sekaligus dimana 2 kg egg food cukup untuk pakan 200-an burung selama 2 – 3 minggu. Egg food dapat disimpan dalam lemari pendingin (freezer) bersuhu – 20oC selama 2 bulan. Pemberian pakan yang bergizi dan higienis akan mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi serta banyaknya telur dan anakan yang dihasilkan. Dalam pemberian pakan, ketiga pakan (milet, grit, dan egg food) harus lengkap dan bersama dengan air minum harus selalu tersedia di kandang serta harus memperhatikan komposisinya. Milet diberikan 3 sendok makan/hari sebanyak 3 kali pada pukul 07.30; 14.00 dan 20.00; sedangkan untuk egg food diberikan 4 sendok teh/hari untuk anakan yang baru menetas dan 4 sendok makan/hari untuk anakan berumur 10 hari sebanyak 4 kali pada pukul 07.00; 11.00; 13.00 dan 19.00. Penulis : Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Riefza Vebriansyah, 2018. Burung Cinta Kian Sentosa. Trubus.