Di Indonesia perkebunan kopi terdiri dari perkebunan rakyat maupun perkebunan besar. Dengan makin berkembangnya pengolahan kopi baik skala kecil maupun skala industri akan menghasilkan hasil sampingan, salah satunya adalah limbah kopi berupa kulit kopi. Limbah kopi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal untuk pakan ternak, padahal cukup potensial sebagai pakan ternak ruminansia, baik ruminansia kecil maupun ruminansia besar, bahkan dapat untuk unggas. Ketidak tahuan peternak akan kandungan kulit kopi menjadi salah satu penyebab tidak dimanfaatkannya kulit kopi sebagai pakan ternak, padahal pemanfaatannya dapat dilakukan khususnya di perkebunan kopi rakyat yang memiliki hewan ternak di lingkungan kebun tersebut. . Potensi kulit kopi sebagai pakan ternakDari pengolahan kopi, akan menghasilkan ± 65 % biji kopi dan ± 35 % limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi tersebut mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan alternatif pakan ternak yang bisa meningkatkan produktifitas ternak. Kandungan nutrisi kulit kopi non fermentasi seperti protein kasar sebesar 8,49% relatif sebanding dengan kandungan nutrisi rumput. Namun demikian, masih terdapat faktor pembatas dalam penggunaan kulit kopi, diantaranya adalah cukup tingginya kandungan serat kasar dan memiliki kandungan zat tannin serta kafein. Serat kasar tersebut merupakan komponen bahan pakan yang sulit dicerna oleh organ pencernaan ternak. Keberadaan fraksi serat ini akan memberi pengaruh kecernaan serta penyerapan zat-zat makanan lainnya, seperti protein, mineral dan vitamin. Untuk itu maka perlu dilakukan pengolahan kulit kopi sehingga dapat digunakan sebagai pakan ternak.Pengolahan limbah kopiUntuk dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sebaiknya limbah kulit kopi difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Fermentasi adalah salah satu ternologi untuk merubah pakan menjadi meningkat kandungan nutrisinya (protein serta energi) serta disukai ternak karena adanya aroma yang wangi dari hasil fermentasi menggunakan Aspergillus. Protein kulit kopi dapat ditingkatkan dari 9.94% menjadi 17,81%, sedangkan kandungan serat kasar menurun dari 18,74 % menjadi 13,05%Cara fermentasi:1. Aspergillus niger dilarutkan dengan air, tambahkan gula pasir, urea, NPK, kemudian diinkubasi selama 24 jam.2. Siapkan tempat fermentasi menggunakan tong plastik atau tempat beratap genteng yang dapat ditutup dengan terpal atau plastik. 3. Kulit kopi ditaburkan pada permukaan media setebal 5-10 cm, selanjutnya disiram dengan larutan Aspergillus secara merata menggunakan gembor.4. Selanjutnya ditaburkan lagi kulit kopi setebal 5-10 cm, dan disiram larutan aspergillus secara merata. Demikian seterusnya sampai bahan habis. 5. Tumpukan kulit kopi ditutup dengan terpal bersih secara rapat serta diinkubasi selama 7 hari, selanjutnya dibongkar atau di angin-anginkan.6. Setelah dikeringkan, selanjutnya dapat digiling sesuai kebutuhan. Limbah kulit kopi terfermentasi tersebut siap digunakan sebagai pakan ternak. Namun penggunaan kulit kopi terfermentasi menjadi pakan ternak ini membutuhkan campuran bahan pakan lain agar kebutuhan nutrient ternak tercukupi.Dampak pemberian kulit kopiPemberian kulit kopi 100-200 gr/ekor/hari pada kambing PE meningkatkan pertumbuhan rata-rata dari 68,15 gr (pakan tradisional) menjadi 99,25 – 100,10 gr/ekor/hari. Dan pemberian kulit kopi terfermentasi sebanyak 11 % dari total ransum ayam buras Bali meningkatkan produksi telurnya dari 35-45 % dari sebelumnya 25 %. Dari penelitian juga disebutkan bahwa sapi yang diberi tambahan dedak padi serta kulit kopi menghasilkan pertambahan berat badan masing-masing 0,58 kg dan 0,47 kg. Sedangkan pemberian kulit kopi sebanyak 100-200 g/ekor/hari pada kambing peranakan Etawa dapat menaikkan pertumbuhan rata-rata dari 68.15 g (dengan pakan tradisional) menjadi 99,25-100,10 g. Pemberian dedak kulit kopi terfermentasi sebanyak 11% dari total ransum pada ayam buras Bali, produksi telurnya rata-rata 35-40% sedangkan dengan pakan konvensional hanya 25%. Pemberian kulit kopi fermentasi juga dapat dipakai dalam ransum ayam dan babi hingga 10-15%. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa limbah kulit kopi mempunyai potensi yang cukup besar untuk menjadi alternatif pakan ternak yang bisa meningkatkan produktifitas ternak. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian).Sumber:1. http://www.litbang.pertanian.go.id/berita/one/3257/2. https://ternakmudahuntung.blogspot.com/2017/01/penggunaan-kulit-kopi-sebagai-pakan.html3. https://babel.litbang.pertanian.go.id/index.php/sdm-2/15-info-teknologi/694-limbah-kulit-kopi-sebagai-alternatif-pakan-ternak