Loading...

Panen Dan Pasca Panen Jagung

Panen Dan Pasca Panen Jagung
Jagung merupakan kebutuhan pangan kedua setelah padi. Untuk mendapatkan jagung bermutu maka penanganan panen dan pasca panen yang tepat sangat diperlukan mengingat masalah utama yang sering dihadapi petani adalah masih tingginya kehilangan hasil pada saat panen dan penanganan pasca panen yang belum optimal. Untuk itu diperlukan teknologi penanganan panen dan pasca panen yang tepat untuk mendapatkan kualitas / mutu hasil yang baik. Kegiatan yang dapat dilakukan pada saat sebelum panen adalah : Pengambilan daun di bawah tongkol jagung, pada saat tongkol telah mulai berisi,daun di bawah tongkol dapat diambil dan brangkasannya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi. Pemanenan daun di bawah tongkol yang digunakan untuk pakan sekaligus bertujuan untuk mencegah perkembangan penyakit busuk daun. Pemangkasan bagian tanaman di atas tongkol yaitu, sebelum panen sebaiknya dilakukan pemangkasan bagian tanaman di atas tongkol pada saat biji telah mencapai masak fisiologis atau kelobot mulai mengering atau berwarna coklat. Bagian tanaman yang dipangkas tersebut dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak sapi. Panen sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah, kadar air biji + 30%, Ciri-ciri jagung siap panen : Kelobot mengering berwarna kekuningan Biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam (black layer) minimal 50% di setiap barisan biji Warna biji mengkilap Jika ditekan dengan ibu jari tidak lagi ditemukan bekas tekanan pada biji tersebut pada keadaan ini kadar air sudah mencapai sekitar 35 % Tahapan panen jagung dan penanganan pasca panen: Pemanenan tongkol pengupasan kelobot tongkol dipanen dengan cara dipluntir menggunakan tangan tongkol dikupas kelobotnya , hasil kupasan jangan sampai ditumpuk lebih dari 3 hari menyebabkan kelembaban tinggi bisa tumbuh jamur warna biji gelap (hitam/biru) Pengeringan Pengeringan merupakan proses penurunan kadar air sampai mencapai nilai tertentu dan aman disimpan (kadar air jagung yang memenuhi standar mutu perdagangan adalah 14%) Pengeringan tongkol jagung sampai kadar air 17-18 %, pada keadaan ini jagung mudah dipipil dan tidak menimbulkan kerusakan Waktu pengeringan pukul 08.00-11.30 WIB Lama pengeringan sekitar 3 hari bila cuaca cerah Gunakan alas jemur seperti terpal Pemipilan Pemipilan adalah pemisahan biji jagung dari tongkolnya bila tongkol sudah kering dan kadar air biji tidak lebih dari 18 % bila dipipil dengan tangan lembaga tidak tertinggal di janggel alat pemipil disebut corn sheller yang dijalankan dengan motor atau bisa juga dengan power thresher mulltiguna . Jagung masih bertongkol dimasukkan ke alat karena ada gerakan dan tekanan maka butir-butir biji akan terlepas dari tongkol. Kualitas pemipilannya sangat baik karena presentase biji yang rusak serta kotoran yang dihasilkan kecil. Penyimpanan Jagung pipilan kering disimpan dalam karung plastik Penyimpanan dengan kadar air maksimum 14 % sedangkan untuk jagung benih sebaiknya kadar air kuranga dari 14 % WETY PRASITA DEWI, SP