Lahan milik Paing selaku ketua Kelompoktani Karya Bakti Desa Banjarmulya Kecamatan Pemalang dijadikan sebagai media ubinan demplot budidaya padi sehat varietas Inpari30 Ciherang. Kegiatan ubinan sekaligus temu teknologi budidaya padi sehat berlangsung hari kamis tanggal 7 Agustus 2014 jam 09.00 WIB, dihadiri oleh Penyuluh Ahli bidang tanaman pangan KJF Diperthut Pemalang, PPL BPP Kecamatan Pemalang serta pengurus kelompok tani se Desa Banjarmulya dan petani padi dilingkungan lokasi demplot sebanyak 40 orang. Setelah dilakukan penimbangan dan perhitungan hasil ubinan mengahasilkan rata-rata 5,7 Kg atau setelah dikonversi dan dikoreksi setara dengan 7,296 ton per ha. "Panen ini memperoleh hasil tertinggi dibanding tanaman padi dilingkungannnya yang hanya maksimal 6,5 ton" kata PPL Wilbin Desa Banjarmulya Sutarmo, Am.d. Musim hujan yang berkepanjangan sampai saat ini berdampak pada turunnya produksi dan rendemen gabah serta munculnya beberapa OPT terutama wereng dan Blas(potong leher) jelasnya lebih lanjut. Setelah perhitungan hasil ubinankemudian acara dilanjutkan dengan temu teknologi padi sehat. Teknologi padi sehat menggunakan 10 liter pupuk bacterial, 50 Kg urea, 100 Kg NPK, 1000 Kg pupuk organic, pupuk phosphate alam 100 Kg dan penambahan pupuk POC 2 liter. Penggunaan pupuk bacterial dilakukan mulai perendaman, kemudian 3 hari sebelum pindah tanam serta setiap 7-10 hari sekalai setelah tanam, sedang penggunaan pupuk organic saat pengolahan tanah sedang pupuk anorganic dan phospat alam penerapannnya sperti perlakukan budidaya padi konvensional. Sudiyanto, SP penyuluh ahli dari KJF Dipertanhut menjelaskan" pupuk bakteri mengandung 11 (sebelas jenis) mikroorganisme biosintesa unsur hara yang ada di udara maupun tanah yang dimanfaatkan sebagai sumber makanan oleh tanaman serta ada jenis bakteri tertentu yang mampu menguraikan kalsium sehingga cangkang hama padi mampu ditembus, sehingga telur dari hama tersebut tidak menetas, karena hampir semua telur pada umumnya terlapisi kalsium" jelasnya lebih lanjut. "Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan pada umumnya justru meningkatkan kadar air, memperbesar sel tanaman serta meningkatkan kadar gula sehingga menipiskan dinding sel dan menyediakan makan yang lezat bagi hama dan penyakit. Akibat dari semua itu maka hama tanaman suka dan senang mendekat tanaman tersebut dan berakibat akan mudah terserang hama dan penyakit". Demikian pengantar nya dalam temu teknologi padi sehat. Selanjutnya mengomentari hasil demplot padi sehat Budiyanto yang juga pedagang gabah menyampaikan "Saya melihat sendiri perkembangan tanaman di lahan demplot mulai saat tanam sampai panen, sungguh luar biasa, pertumbuhannya cepat, fisik tanaman nampak kokoh , tidak pada roboh dan saat panen nampak daun tanaman masih banyak yang hijau, oleh karena saya mengharapkan ada tindak lanjut penggunaaan teknologi yang mudah dan murah ini yang terbukti mampu meningkatkan produksi dan produktivitas serta memperbaiki lahan sawah" jelasnya. Casmadi salah seorang pelaku demplot padi sehat yang sebelum Hari Raya Indul Fitri 1435 H melakukan panen dan menggiling gabahnya sendiri terheran-heran dengan hasil yang diperoleh" saya jadi semakin yakin budidaya padi sehat merupakan jawaban terhadap budidaya padi yang membantu petani karena saya sendiri membuktikan hasil panen yang saya bawa pulang. Saya membawa ke rice mill hasil rendemennnya sekitar 70%, karena gabah yang saya bawa 38 Kg dapat 27 Kg' jelasnya dengan gembira. ‘Kekurangan demplot padi sehat varietas Inpari30 Ciherang adalah anakan generative maupaun vegetatifnya kurang. Jumlah anakan hanya sekitar 13 -16 anakan sedang anakan generatifnya berkisar10-13 batang sehingga produktifitasnya belum menyamai ciherang yang sudah ada" ungkapnya. Acara yang berlangsung meriah tersebut harus berakhir seiiring terdengarnya suara azan. Rangkaaian acara ditutup doa oleh salah seorang peserta dialog dengan harapan semoga demplot ini dapat terus ditindaklanjuti serta produksi dan produktivitas semakin meningkat. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya Dipertanhut Kab. Pemalang).