Memasuki musim panen jagung tahun ini, petani di Kecamatan Ulaweng dan Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dalam kondisi melimpah. Masing-masing kabuoaten menghasilkan 32,5 ton jagung per kali panen. Melimpahnya produksi jagung tahun ini buah dari optimisme petani dalam menghasilkan produksi jagung unggul di wilayah Kabupaten Bone. Andi Asti Sudirman, salah seorang petani jagung di Kecamatan Ulaweng, mengaku tidak pernah bosan membantu pemerintah menggenjot hasil pertanian di masa pandemi ini. Sebagai upaya itu, dia menggunakan jejaring media sosial untuk memasarkan produk hasil pertaniannya. "Cara pemasaran kami memanfaatkan semua jejaring media sosial yang ada serta aplikasi jual beli untuk memasarkan hasil pertanian jagung yang bisa disuplai ke sejumlah wilayah di Sulawesi utamanya di Kawasan Industri Makassar (KIMA)," kata Asti. Tidak hanya itu, Asti juga membuka peluang kemitraan dengan sejumlah pihak. "Alhamdulillah kami panen kali ini sebanyak 32,5 ton jagung lepas tongkol, bagi yang ingin bermitra kami buka 24 jam menunggu ajakan bermitra dengan kami, tapi jangan lupa, Anda di rumah saja nanti kami yang antarkan," ucap dia. Dia mengatakan, pada masa pandemi ini, pemasaran jagung di Kabupaten Bone cukup lancar. Harga jual jagung lepas tongkol perkilonya ditawarkan Asti dengan harga Rp3.750 per kilo. "Kami menjamin mutu hasil pertanian dengan mengedepankan kepuasan pelanggan dan kejujuran," ucap dia. Wakil Bupati Kabupaten Bone, Ambo Dalle mengatakan, dari data pemerintah Kabupaten Bone untuk varietas jagung kuning tahun 2019 ditargetkan mencapai 400 ribu ton. Panen jagung varietas JH 37 produktivitas rata-rata diatas 10 ton perhektare, lebih tinggi dari hasil panen jagung milik swasta yang ditanam petani di sekitaran pertanaman JH 37. Hasil panen yang diperoleh tersebut telah sesuai dengan deskripsinya, bahkan potensi hasilnya bisa mencapai 12,5 ton hektare. Jagung varietas JH 37 salah satu jagung varietas unggul, hasilnya varietas JH 37 mampu bersaing dengan jagung milik swasta. Jagung jenis ini akan terus direplikasi pada daerah lainnya dengan skala yang lebih besar sebagai upaya untuk mengenalkan varietas unggul baru lainnya kepada petani. (Anwar_Admin BPP Ulaweng)