Loading...

Panen Padi Organik Di Poktan Malitutue, Kel. Galung Kec. Liliriaja Kab. Soppeng

Panen Padi Organik Di Poktan Malitutue, Kel. Galung Kec. Liliriaja Kab. Soppeng
Pertanaman padi organik di kelompok tani MalitutuE telah dikembangkan sejak tahun 2017 dengan luas awal pertanaman kurang lebih 0,30 hektar. Awalnya kegiatan ini hanya diminati oleh satu petani saja. Namun dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan juga untuk mengantisipasi kekurangan pupuk bersubsidi. Akhirnya petani yang lain mulai tergiur dan mengembangkan pertanaman organik tersebut hingga sekarang, dan telah mencapai luasan kurang lebih 3,00 hektar. Dalam prosesnya, sebelum pengolahan tanah petani telah membuat pupuk bokashi, dengan bahan dasar dari kotoran hewan, sampah kering, potongan batang pisang, kulit telur, jerami, daun gamal dan abu sekam. Setelah pengolahan tanah, ditaburi pupuk bokashi kurang lebih 10 ton per hektar. Benih yang digunakan adalah varietas invari 32 dan penanaman dilakukan setelah umur benih kurang lebih 15 hari setelah hambur, dengan jarak tanam 30 x 30 cm. Setelah umur tanaman tujuh hari dilakukan penyemprotan dengan air subur (POC) dengan frekuensi dua kali seminggu sampai fase berbunga dengan dosis 500 ml per tangki. Untuk penyiangan dilakukan dengan menggunakan landak. Sedangkan untuk pengendalian hama keong menggunakan parit yang diberi daun pepaya sebagai pemancing keong. Untuk hama walangsangit menggunakan pestisida nabati dengan menggunakan bahan alami dari daun sirsak yang telah dihaluskan, dengan dosis penyemprotan 600 ml per tangki. Panen dilakukan setelah tanaman padi berumur 115 hari. Dari hasil pengambilan ubinan kegiatan padi organik di kelompok tani MalitutuE Kelurahan Galung Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan dilakukan dengan metode statistik yaitu 2,5 x 2,5 meter dengan jumlah rumpun 77. Hasil ubinan tersebut adalah 5,69 kg. Jadi produksi kurang lebih 9 ton per hektar. Untuk penanganan panen dan pasca panen dilakukan di Libukang Soppeng. Selanjutnya setelah gabah digiling menjadi beras yang nantinya akan dikirim ke Jakarta, dan bahkan dipasarkan ke Singapura. By: AdminBPPLiliriaja