Loading...

PANEN RAYA PADI HIBRIDA OLEH BAPAK WAKIL MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA DI KABUPATEN BURUPROVINSI MALUKU

PANEN RAYA PADI HIBRIDA OLEH BAPAK WAKIL MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA DI KABUPATEN BURUPROVINSI MALUKU
Berdasarkan catatan data Dinas Pertanian Kabupaten Buru, Kabupaten Buru sampai tahun 2014 tercatat memiliki luasan sawah 7.068 ha, yang terdiri dari sawah-sawah cetakan lama dan sawah-sawah cetakan baru. Namun dari keseluruhan luasan itu, sawah-sawah yang efektif ditanami tercatat hanya 4.109 ha saja. Hal ini selain disebabkan karena rusaknya beberapa jaringan irigasi di beberapa desa sentra tanaman padi, juga disebabkan karena masih adanya sawah cetakan baru yang irigasinya belum oiptimal bahkan belum berfunggsi sama-sekali. Meskipun demikian, sebagai daerah yang disebut-sebut sebagai “Lumbung Pangan Provinsi Maluku”, Kabupaten Buru tetap saja merupakan daerah andalan Provinsi Maluku dalam rangka penyediaan kebutuhan beras di Maluku, terutama dalam menunjang program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Dalam statusnya sebagai lumbung pangan Provinsi Maluku, untuk tahun 2014 ini Kabupaten Buru dibebani target untuk menghasilkan produksi gabah kering giling sebesar 47.809 ton. Dengan demikian untuk mencapai target yang telah ditetapkan tersebut, dengan luasan sawah yang ada, maka setiap hektar lahan sawah di Kabupaten Buru ditargetkan harus memproduksi gabah 11,64 ton GKG/tahun atau 5,82 ton GKG/musim. Padahal berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Buru, produksi rata-rata per hektar untuk Kabupaten Buru sampai tahun 2013 baru mencapai 4,5 ton GKG /ha/musim. Sehingga apabila dilakukan penanaman secara biasa, dipastikan target tersebut tidak mungkin bisa terpenuhi. Untuk menjawab dan merealisasikan tantangan tesebut, maka dengan disponsori oleh Bapak Bupati Buru, diprogramkanlah kegiatan penanaman padi hibrida di Lembah Waeapo Kabupaten Buru dengan pemberian bantuan langsung benih hibrida kepada petani untuk luasan 500 hektar yang tersebar di seluruh Lembah Waeapo. Luasan ini untuk tahapan pertama, dan rencananya akan terus dilanjutkan di musim tanam berikutnya. Penanaman padi hibrida ini selain dimaksudkan untuk tujuan pemenuhan target produksi, juga dimaksudkan untuk menyiasati kemungkinan adanya kerugian petani di daerah ini akibat tingginya biaya produksi, terutama dengan mahalnya biaya tenaga kerja dan sarana produksi di wilayah ini akibat berkurangnya tenaga kerja, sebagai dampak adanya pertambangan emas di wilayah ini. Berkat rahmat Tuhan Yang Maha Pengasih, serta niat tulus dalam pelaksanaan dan pembimbingan, kegiatan inipun berjalan mulus seperti yang diharapkan, dan padi hibridapun tumbuh baik tanpa gangguan berarti sampai saat panenpun tiba. Dan sebagai ucapan rasa syukur atas keberhasilan ini, maka pemerintah Kabupaten Buru mencoba memohon kesediaan pihak kementrerian Pertanian Republik Indonesia untuk berkenan melakukan panen raya. Maka dengan restu dan kesediaan Bapak wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bertempat di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru, pada tanggal 26 Maret 2013, Bapak Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak Dr. Rusman Heriawan melakukan kegiatan “Panen Raya Padi Hibrida”. Acara panen raya padi hibrida tersebut selain dihadiri oleh Bapak Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia beserta staf, juga dihadiri oleh, Bapak Wakil Gubernur Maluku (Bapak Ir. Said Assegaf) beserta staf, Ibu Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku (Ibu Ir. Diana Padang) beserta staf, Ibu Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Maluku, Ibu Kepala Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Maluku, Bapak Bupati Kabupaten Buru dan Wakil Bupati beserta staf, Kapolres Buru, Muspika Kecamatan Waeapo, para ketua gapoktan se Kabupaten Buru, para petani, serta perwakilan dari PT Sanghyang Seri sebagai produsen benih. Tidak ketinggalan juga hadir Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buru beserta staf, serta para penyuluh di lingkup BPP Savanajaya sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan ini. Dalam kesempatan ini dilakukan kegiatan tanya-jawab antara Bapak Wakil Menteri dengan para petani yang hadir. Selain itu juga diserahkan secara simbolis bantuan benih padi unggul bersertifikat kepada para ketua gapoktan se Lembah Waeapo yang mewakili seluruh petani di desa masing-masing, serta berbagai penghargaan kepada gapoktan berprestasi, petani berprestasi, serta penyuluh berprestasi dari instansi terkait dan sponsor. Pada kegiatan ini, padi hibrida yang digunakan adalah padi hibrida Varietas DG-1 SHS dari PT Sanghyang Seri, yang bisa berproduksi rata-rata 8,6 ton/ha GKG dan potensi yang bisa dicapai 10,6 ton/ha GKG. Adapun produksi yang bisa dicapai di daerah ini adalah rata-rata 9 ton GKP/ha atau setara dengan 8 ton GKG /ha. Dengan rata-rata hasil ini, dengan luasan 500 ha penanaman padi hibrida, berarti akan dihasilkan produksi gabah kering giling sekitar 4.000 ton. Angka ini paling tidak sudah bisa sedikit meringankan beban produksi yang ditargetkan Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-fareast-language:EN-US;}