Loading...

PANEN RAYA PADI METODE SRI TAHUN 2013 SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION

PANEN RAYA PADI METODE SRI TAHUN 2013 SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION
Balusu.Sabtu, 21 September 2013 Bapak Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia (DR. Rusman Heriawan) bersama dengan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan yang di wakili oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan (Ir. Lutfi Halide, MP) dan Bapak Bupati Barru (Ir. H. Andi Idris Syukur, M.S), melakukan Panen Raya Padi Metode SRI Tahun 2013 di lokasi hamparan SRI Dusun Balusu, Desa Balusu, Kec. Balusu, Kab. Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis padi pada panen raya ini adalah Invari 8 yang merupakan bantuan social (bansos) kegiatan pengembangan Metode System Intensifikasi Padi/System of Rice Intensification (SRI), yaitu teknik budidaya padi yang teruji mampu meningkatkan produktivitas padi dengan mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur hara. Dalam sambutan Bapak Bupati Barru beliau merasa banggga dan bahagia dengan hasil yang telah dicapai oleh para peserta SRI Musim Tanam 2013 khususnya kepada Kelompok Tani Sipurennu di Dusun Balusu, Desa Balusu, Kec. Balusu yang mampu menghasilkan berat ubinan 7,7 kg atau sekitar 12,32 ton/ha. Pada kesempatan itupula Bapak Bupati Barru meminta dan mengharap dari Bapak Wakil Mentan RI agar supaya SRI musim tanam gadu 2014 dapat lebih ditingkatkan luasannya dari 3000 hektar menjadi 5000 hektar. Sedangkan sambutan Bapak Gubernur SUL-SEL yang diwakili oleh Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. Sulawesi Selatan, beliau sangat puas dan gembira dengan hasil yang diperoleh pada panen raya tersebut yang mampu mencapai 12,32 ton/ha. Pada kesempatan itu pula Bapak Kadis Pertanian dan Hortikulura Prov. Sul-Sel meminta kepada Bapak Wakil Mentan RI agar supaya plafon anggaran SRI tahun 2014 dapat lebih ditingkatkan. Dengan hasil yang telah dicapai oleh Kelompok Tani Sipurennu tersebut, Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Prov. Sulawesi Selatan akan memberikan 1 unit bantuan traktor sebagai hadiah akan keberhasilan yang dicapai oleh kelompok tani tersebut. Dalam sambutan Bapak Wakil Menteri Pertanian, beliau merespon permintaan dan harapan dari Bapak Bupati Barru maupun Bapak Kadis Pertanian dan Hortikultura Prov. Sul-Sel, namun beliau berpesan bahwa keberhasilan metode pengembangan SRI bukan hanya dari penambahan luasan akan tetapi lebih focus kepada kepedulian dan dukungan dari Pemerintah Daerah dan para stakeholder.   Bapak Wakil Mentan RI dalam sambutannya merasa senang, gembira dan happy melihat hasil yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Barru dalam menerapkan metode SRI. Beliau mengatakan bahwa capaian produktivitas 12,32 ton/ha sudah melampaui target nasional. Beliau juga mengatakan bahwa kampanye yang paling efektif untuk mengembangkan atau menerapkan Metode System of Rice Intensification (SRI) adalah " dengan melihat kita percaya ". (samsul bahri, thl-tb penyuluh pertanian teladan tahun 2013).