Loading...

Panen Raya Padi Sri Organik Di Mahalona Raya Kec. Towuti Kab. Luwu Timur

Panen Raya Padi Sri Organik Di Mahalona Raya Kec. Towuti Kab. Luwu Timur
Rangkaian kegiatan penen raya Padi SRI Organik di kawasan Mahalona Raya tepatnya di Desa Libukan Mandiri Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan, dengan luas area sawah 19 Ha. Selain dihadiri oleh kelompok petani pelaku, juga turut dihadiri oleh para pihak antara lain Kepala Dinas Pertanian Luwu Timur, Anggota Komisi II dan Banggar DPRD Luwu Timur, Kades Libukan Mandiri, Kades Loeha, BPP Kec Towuti serta pihak Manajemen PT Vale Indonesia. Sebelum dilakukan kegiatan panen bersama, sebelumnya ada pemaparan dari Kades Libukan Mandiri yang berhubungan dengan sejarah masuk dan budidaya penanaman Padi SRI Organik di Kawasan Mahalona Raya. Kedepan direncakan akan melakukan perluasan area sekitar 300 Ha. Dengan harapan dan rekomendasi kedepan Budidaya Penanaman Padi SRI Organik mampu menyelamatkan masyarakat. Kemudian dari anggota Kelompok Petani pelaku, mengungkapkan pengalaman budidaya padi SRI Organik dari dari awal tahun 2015 hingga tahun 2020. Dan masih berupaya konsisten hingga menjelang Panen Raya sekarang, termasuk menyampaikan analisa hasil usaha tani. Dengan membandingkan antara Padi SRI Organik dengan Padi Konvensional. Dimana terdapat selisih pendapatan dari panen yang di hasilkan sekitar 33% Padi SRI Organik lebih dari Padi Konvensional. Pada aspek lain tersampaikan juga beberapa tantangan antara lain belum optimalnya ketersediaan Kotoran Hewan sebagai bahan dasar untuk penyediaan Bahan Organik (Kompos dan Mol). Termasuk keberadaan alat pencacah yang belum sesuai dengan kebutuhan. Sehingga ketersediaan Bahan Organik (Kompos dan Mol) masih terbatas. Hal ini di perkuat juga oleh pengurus Gapoktan, bahwa untuk mendorong peningkatan produktivitas selain menambah luasan juga diperlukan sarana prasarana yang memadai. Ragam tanggapan dan apresiasipun muncul dari para pihak. Seperti dari pihak Manajemen PT Vale Indonesia, menyampaikan pandangan untuk mendorong dan mewujudkan Mahalona Raya sebagai pusat kegiatan budidaya penanaman SRI organik. Perlu membangun Solididatas-Kekompakan Bersama, mendorong juga membangun super team, mengajak dari yang belum melakukan untuk berminat melakukan budidaya Padi SRI Organik. Termasuk membiasakan adanya kajian melalui diskusi untuk mengevaluasi kemajuan proses. Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Luwu Timur memberikan pandangan bahwa perjuangan untuk mewujudkan pertanian Padi SRI Organik yang dimulai dari Tahun 2015 sangatlah berat. Tetapi apresiasi bagi kelompok petani pelaku layak di berikan karena sampai hari ini masih berjalan dan melihat hasil yang bisa dirasakan, termasuk kewajiban dari pihak dinas untuk mendorong program ini mendapat dukungan dari pihak provinsi dan Kementerian Pertanian yang salah satunya adalah membuka peluang pasar. Sedangkan pihak DPRD kabupaten Luwu Timur melalui anggota Komisi II yang membawahi sektor pertanian, mendorong kepada Dinas Pertanian untuk menyusun anggaran kebutuhan dan mengawal proses serta di usulkan ke Komisi II dan Badan Anggaran. Termasuk juga mempertimbangkan keberadaan sumberdaya air bagi kebutuhan saawah di kawasan Mahalona Raya. Selain itu muncul dampak lain dari budidaya penanaman padi SRI organik, yaitu mendorong adanya desa lain yang berinisiatif untuk mengintroduksi sistem pertanian SRI Organik tersebut. Kondisi ini disampaikan oleh Kepala Desa Loeha Kecamatan Towuti, yang sudah 3 bulan membuat demplot seluas 0.25 Ha. Disela sela dengar pendapat dan saling berbagi pengalamanpun. Dilakukan panen bersama secara simbolis antara kelompok Petani Pelaku dan para pihak yang hadir. Penulis : Darlan, SP Konseptor : Bagus Priatna Admin : Bambang Sukoco, S.ST BPP Towuti Kab Luwu Timur Sulawesi Selatan