Permintaan akan beras terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk kabupaten Maluku Tenggara Barat yang kian cepat. Disisi lain, dengan adanya perubahan iklim (yang menjadi lebih ekstrim) akibat pemanasan global, berdampak sistemik terhadap proses produksi dan produktivitas padi. Kedepan dipercaya pasar beras nasional akan menjadi lebih terbatas diakibatkan oleh berkurangnya lahan pertanian di kota-kota besar sebagai konsekwensi dari lajunya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di berbagai bidang, maka Maluku Tenggara Barat yang di tetapkan sebagai Kawasan perbatasan oleh Badan Nasional Pengelolahan Perbatasan (BNPP) berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor: 26 Tahun 2008 sebagai PKSN (Prioritas Kawasan Strategis Nasional) menjadi peluang sekaligus tantangan tersendiri bagi pelaku usaha dan pelaku utama agribisnis untuk mampu merevolusi budaya kerja petaninya, dari jenis perladangan berpindah menjadi perladangan menetap dengan membuka diri terhadap adopsi teknologi pertanian guna munuju swasembada beras berkelanjutan serta harus memiliki cadangan beras yang cukup, agar ketahanan pangan dan kemandirian pangan tetap terjaga. Hal ini di katakan oleh wakil Bupati Maluku Tenggara Barat: PP Werembinan, SH. Dalam sambutanya ketika membuka kegaitan panen raya padi gogo milik kelompok tani lendran pada tanggal : 10 Mei 2013 di lokasi SL-PTT dan Demfram padi Desa Lorulun Kecamatan Wertamrian Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Desa Lorulun yang berjarak +20 km dari pusat kota saumlaki sebagai ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki potensi pertanian yang sangat baik, dengan luas wilayah Desa Lorulun 214 km persegi, dengan luas hutan 72 km, dan sisanya adalah luas pertanian yang dari tahun ketahun - ketahun mulai mendapat sentuhan teknologi pertanian guna meingkatkan produksi dan prodiktivitas baik tanaman pangan maupun horti kultura, tahun 2012 pada musim tanam 2 desa Lorulun melalui 10 kelompok Tani mendapat bantuan yang berasal dari DAK dan TP berupa : Program Perluasan Lahan, SL-PTT dan Demfarm. dengan sinergitas program bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan Dan Hortikultura Bersama Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan mengembangkan 100 hektar tanaman padi gogo jenis situ bagentit, dan 10 hektar Sl- Agribisnis padi gogo lokal (hitam dan mera) sebagai potensi yang spesifik lokalita menjadi platsmanuvta yang terus di kembangkan di daerah ini, di samping potensi pangan lain seperti umbi-umbian dan pisang. sebagai potensi pangan lokal masyarakat di desa dan kecamatan serta Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada umumnya . terbukti dari hasil ubinan tahun 2013 yang di lakukan oleh Badan pusat statistik (BPS) MTB melalui Sensus Pertanian Tahun 2013 hasil produksi padi di desa Lorulun Kecamatan Wertamrian sebesar 2,5 ton/ha, bila di bandingkan tahun- tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1,5 /hektarnya, dengan demikian produksi padi gogo lahan kering pada tahun ini lebih meningkat 50 %. Lebih lanjut di katakan oleh PP. Werembinan.SH bahwa faktor kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan SL-PTT dan Demfram Sl-Agribisnis padi di desa Lorulun Kecamatan Wertamrian ini adalah : komitmen dari seluruh stoke holder yang berperan secara aktif baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, para camat, kepal desa, petugas lapangan (penyuluh,pengamat POPT/PHP) tokoh masyarakat pelaksana POS simpul koordinasi Posluh tingkat desa yang memiliki peran masing masing dalam membantu petani guna mengingkatkan produksinya teristimewa merubah main set serta budayah kerja petani dari cara bercocok tanam tradisional ke pertanian moderen melalui adosi teknologi pertanian yang relevan dengan perkembangan zaman, menjadi sebuah mimpi dari wakil bupati ketika suatu saat Maluku tenggara barat tidak lagi menjadi pemasok beras terbesar di maluku namun kelak menjadi penghasil suasembada beras di maluku, sebuah mimpi yang kian nyata di tahun 2013 ketika di musim tanam II ini. kecamatan Werlabobar, Nirumas, dan Tanimbar Utara turut melaksanakan panen raya di desa-desa sentra produksi di kecamatan masing masing. Di samping kehadian Wakil Bupati dalam kegiatan ini juga di hadiri oleh: Asisten Bidang Pemerintahan; Drs. E Metanfanuan, Ketua Komisi B DPRD MTB, Ny. Paula Laratmase, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikulturan dan Peternakan Ir. J.R. Watumlawar.SP.M.Si. Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Ir. A.F. Lerrick , M.Si. turut membangkitkan semangat kelompok tani Demfarm dan SP-PPT. Di samping itu, pada kesempatan yang sama Ketua komusi B DPRD kabupaten MTB. sebagai komisi yang menagani bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan dalam wawancara bersama RRI Saumlaki mengatakan, stikma buruk masa lalu sebagai pulau-pulau di bagian tenggara dan tenggara jauh sebagai "Forgoten Aile ( gugusan pulau yang terlupakan) sebuah buku di tuliskan oleh De Yong seorang antopolog Belanda menjadi sebuah iktiar bagi masyarakat agraris di MTB untuk membuktikan bahwa pulau-pulai di pasifik bagian selatan kini akan menjadi serambih depan Indonesia bagian selatan. dengan berbagai program yang siap di kawal olah DPRD kab. mtb sebagai kawasan Mandiri Pangan Perbatasan sebagai program untuk meningkatkan taraf hiduap masyarakat akan menjadi taruhan bagi DPR dalam mengawal pembangunan Pertanian menuju Kemandirian Pangan bagi masyarakat di Maluku Tenggara Barat untuk tahun 2014. Dalam kesempatan yang sama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Maluku Ir. A.F. Lerrick ,M.Si, mengatakan dalam program pemberdayaan masyarakat petani dan kelembagaannya dengan pendekatan Arin Dan Tyafar sebagai bentuk pendekatan kelembagaan kelompok tani dalam sistim adat masyarakat Adat Duan Lolat, sangat penting di lakukan sebagai potensi sosial dan kultural yang patut di lestarikan kelembaggaanya, karena evektivitas program pemberdayaan petani memiliki nilai ekonomis yang dapat di kawinkan dengan berbagai program dan pendekatan lain yang berdaya guna dan bergasil guna bagi masyarakat pada kawasan pengembangan perbatasan. Di Tahun 2013 Badan Ketahanan dengan progres yang tertuang Dalam Rood Map pengembangan Ketahanan Pangan masih berkisar pada program bantuan sosial (bansos) bagi kelompok tani dan gabungan kelompok tani, melalui kegiatan Desa Mandiri Pangan , desa replikasi, Optimalisasi Pekarangan Melalui Rumah Pangan Lestari sebagai cikal bakal terpenuhinya Visi dan Misi Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan MTB yaitu: "Terwujudnya Pertanian Yang Tangguh Serta Masyarakat Mandiri Pangan Di Kaupaten Maluku Tenggara Barat."