Loading...

Panen Sayuran Dilahan Demplot UPT BPP Liang Anggang

Panen Sayuran Dilahan Demplot UPT BPP Liang Anggang
Demplot merupakan salah satu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan objek yang didemontrasikan. UPT BPP Liang Anggang memiliki lahan demplot seluas 0.25 Ha. Beberapa jenis sayuran yang ditanam dilahan demplot, seperti kangkung, sawi, jagung manis, bayam dan bawang merah. Tanaman sayuran ini ditingkat petani memiliki tingkat tanam yang sangat tinggi, terlihat jelas dari pasokan sayuran yang selalu terpusat di daerah Liang Anggang Budidaya Tanaman sayuran secara organik sangat penting untuk dikembangkan dan ujicobakan. Biasanya petani lebih sering menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia. Kesempatan kali ini, BPP mencoba melakukan pencontohan dengan menanam sayuran semi organik, tanpa perlakuan pestisida kimai. Pupuk dasar yang biasa digunakan adalah Kohe ayam petelur, diganti dengan Trichokompos. Produk Trichokompos ini merupakan hasil karya dari salah satu Penyuluh Landasan Ulin Utara dan lebih dikenal dengan nama Kompos Tornando. Uji coba menggunakan Kompos Tornado ini harus benar-benar berkelanjutan. Biasanya budidaya organik akan optimal setelah 3-4 kali tanam. Berdasar pengamatan fisiologi tanaman, penggunaan pupuk organik memilik tampilan kurang memikat dari segi warna berbeda dengan pupuk kimia, warna lebih cerah dan memikat. Bagi kami, Penyuluh, memahami hal ini, dan yang menjadi tugas bersama adalah memberikan pengetahuan kepada petani, konsumen dan masyarakat umum bahwa tanaman organik memilik kekurangan yang tidak mengurangi rasa bahkan lebih menyehatkan bagi tubuh. Berbeda sekali dengan sayuran yang menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida kimia. Bersama-sama dengan Kepala UPT BPP Liang Anggang, Nora Syahrini, S.Pi, panen sayuran semi organik dilaksanakan dengan penuh semangat dan berharap produk ini memberikan alternatifi bagi petani yang ingin mencoba dan mengembangkan sayuran organik/semi organik.