Loading...

PARTSIPASI KOTA MALANG DA LAM MENDUKUNG KEGIATAN SIKOMANDAN

PARTSIPASI KOTA MALANG DA LAM MENDUKUNG KEGIATAN SIKOMANDAN
Pada Tahun 2020 Pelaksanaan Kegiatan SIKOMANDAN (Sapi Kerbau Komoditi Andalan Negeri) yang merupakan kelanjutan dari UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) di Jawa Timur dengan kegiatan utama Inseminasi Buatan (IB). Oleh karena itu pada Tahun 2021 kegiatan SIKOMANDAN tetap dilanjutkan. Kegiatan ini sangat sinergis dengan Kegiatan Inseminasi Buatan Sejuta Lebih Anakan Sapi (INTAN SELAKSA) yang dilaksanan di Provinsi Jawa Timur. Tujuan Kegiatan SIKOMANDAN adalah(a) Melakukan Inseminasi Buatan (Kawin Suntik) terhadap akseptor sapi dan kerbau yang ada dan dan (b) Percepatan peningkatan populasi ternak sapi dan kerbau di wilayah Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaan kegiatan Inseminasi Buatan pada masing-masing daerah disesuaikan dengan target alokasi yang telah ditetapkan, dalam hal terjadi realisasi capaian melebihi dan/atau kurang dari target maka akan dievaluasi secara berkala untuk dilakukan pergeseran target. Pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) dibagi menjadi dua model yakni Inseminasi Buatan Reguler dan Inseminasi Buatan Introduksi. Wilayah Jawa Timur hanya mendapatkan alokasi kegiatan Inseminasi Buatan Reguler. Inseminasi Buatan Reguler dilaksanakan pada peternakan dengan sistem pemeliharaan intensif dan/atau semi intensif. Kota Malang meskipun secara jumlah populasi baik sapi potong ataupun sapi perah paling kecil di Provinsi Jawa Timur tetapi mendukung suksesnya program di atas tetap ikut berpartisipasi. Data populasi yang dikeluarkan oleh Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang akhir Tahun 2020, populasi sapi potong sejumlah 2.518 ekor dengan rincian jumlah jantan 1.496 ekor dan betina 1.022 ekor, sedangkan populasi sapi perah ada 238 ekor. Adapun berdasarakan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur petugas di Kota Malang jumlah Inseminator 1 orang atas nama ZUHAER DJAUHARIE,S.Pt, dan Petugas Pemeriksaan Kebuntingan 2 orang. yaitu ZUHAER DJAUHARIE,S.Pt, dan drh. DAVID CAHYA P. Realisasi Kegiatan SIKOMANDAN di Kota Malang Tahun 2020 yang secara populasi ternak banyak di Kecamatan Kedungkandang adalah sebagai berikut : 1. Kegiatan IB Jumlah Target Akseptor IB sejumlah 200 ekor dengan kebutuhan straw 288 dosis dengan realisasi sejumlah 217 ekor akseptor (108,50%) 2. Kegiatan PKB Ternak yang telah dilakukan Inseminasi Buatan dan tetap menunjukkan tanda birahi pada siklus birahi berikutnya (18-21 hari) atau tidak menunjukkan tanda birahi pada siklus-siklus birahi berikutnya namun setelah dilakukan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) tidak terjadi kebuntingan, maka jika ternak selanjutnya menunjukkan tanda birahi bisa dilakukan Inseminasi Buatan yang ke2 (dua). Kegiatan Inseminasi Buatan pada satu ternak dengan status reproduksi normal hanya bisa dilakukan maksimal sebanyak 3 (tiga) kali. Ternak yang sudah di Inseminasi Buatan 3 (tiga) kali dan setelah dilakukan Pemeriksaan Kebuntingan (PKB) tidak terjadi kebuntingan maka harus dilaporkan kepada petugas ATR / Dokter Hewan selaku Medik Reproduksi untuk dilakukan pemeriksaan status reproduksi. Jika hasil pemeriksaan status reproduksi terdiagnosa gangguan reproduksi untuk selanjutnya diberikan terapi/pengobatan. Ternak yang telah terdiagnosa gangguan reproduksi dan dinyatakan sembuh setelah diberikan terapi/pengobatan dengan ditandai adanya birahi, maka ternak tersebut dapat diberikan pelayanan Inseminasi Buatan. Pemeriksaan kebuntingan (PKB) dengan target 125 ekor, pelyanan PKB 160 ekor dan jumlah PKB Bunting sejumlah 124 ekor (99,20 %). Selanjutnya untuk target Kelahiran sejumlah 100 ekor, berdasarkan laporan pada Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNAS) per 31 Desember 2020 sudah mencapai 149 % atau 149 ekor. Melebihi dari target. Capaian tersebut disebutkannya merupakan hasil kerja bersama dengan seluruh Peternak Kota Malang yang terlibat dalam pemenuhan target dan semangat pelayanan dari para petugas teknis yang luar biasa, baik petugas Inseminasi Buatan, petugas pemeriksa kebuntingan, dan petugas kesehatan hewan yang berada di lapangan. 3. Laporan Kelahiran Laporan kelahiran di Kota Malang Tahun 2020 ditargetkan sejumlah 100 ekor dengan jumlah kelahiran sejumlah 149 ekor (149 %). Dari uraian tadi, permasalahan IB / pengawinan sapi yang sering di jumpai di Kota Malang khususnya di Kecamatan Kedungkandang adalah kawin berulang. Hal ini terjadi karena disebabkan beberapa hal diantaranya : (a) Pengamatan birahi yang kurang pas; (b) Kondisi ternak betina yang terlalu kurus; dan (c) Laporan kepetugas yang terlambat. Upaya pemecahan masalah tersebut adalah pembinaan petani peternak melalui pertemuan kelompok tani yang dilakukan secara berkala dengan melibatkan Inseminator, Penyuluh Pertanian dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kedungkandang dan Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang. Pada Tahun 2021 Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur mentargetkan Kota Malang adalah sebagai berikut : Realisasi Akseptor Tahun 2020 sejumlah 217 Ekor. Target Akseptor Tahun 2021 sejumlah 220 Ekor dan Ketersediaan BOP IB Tahun 2021 200 Dosis.