Loading...

Pasca Panen Mangga

Pasca Panen Mangga
Tanaman buah mangga berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma. Mangga (Mangifera indica L) kini banyak ditanam dan dibudidayakan di Indonesia.. Buah mangga termasuk jenis buah yang paling banyak disukai dan dinikmati oleh sebagian masyarakat, karena mangga memiliki rasa yang enak, baunya yang khas dan sekaligus menyegarkan. Biasanya tanaman mangga akan mulai berbunga ketika berusia 3 atau 4 tahun setelah tanam bila bibit berasal dari hasil okulasi, Pembuahan berlangsung antara pertengahan agustus s/d desember. Panen buah mangga disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dipanen ketika buah masih muda atau dipanen ketika buah sudah cukup tua dan hampir matang. Penanganan pascapanen bertujuan agar hasil tanaman mangga tetap dalam kondisi baik dan sesuai/tepat untuk dapat segera dikonsumsi atau untuk bahan baku pengolahan. Langkah-langkah penanganan pascapanen buah mangga adalah sebagai berikut: Pengumpulan BuahSetelah buah dipanen, buah dibawa ke tempat pengumpulan buah untuk ditangani lebih lanjut. Kebersihan tempat pengumpulan buah (gudang) akan menentukan kualitas dan kebersihan hasil panen, karena gudang penyimpanan yang buruk dan kotor akan mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan.Kebersihan tempat pengumpul buah/gudang dapat dijaga dengan cara: 1) Membuang sampah-sampah dari hasil panen (buah) busuk tidak terpakai) dengan cara dibakar; 2) Membersihkan gudang pengumpul buah dengan air yang dicampur dengan larutan pembersih sesuai aturan yang direkomendasikan dengan cara disemprot, agar mikro organism yang ada tidak dapat hidup dan berkembang biak; 3) Mengupayakan gudang pengumpul buah terkena sinar matahari. Jika gudang tidak dipakai, diusahakan agar mendapat udara segar untuk mendapatkan suhu kamar yang sesuai dengan kebutuhan penyimpanan buah serta mendapat kelembaban maksimum 90%; dan gudang harus bebas dari hama dan penyakit yang merugikan Pencucian dan Disinfeksi BuahAlat untuk pencucianSebelum mencuci buah yang baru dipanen, terlebih dahulu disiapkan alat-alat yang akan digunakan. Pastikan air untuk mencuci tersedia dengan baik dan bersih; bak untuk pencucian bersih dan kapasitasnya mencukupi; dan kain lap untuk membersihkan dan lap untuk mengeringkan. Deterjen/chlorinePencucian buah dilakukan agar tampilan buah mangga tetap menarik, untuk menghilangkan getah, tanah, cendawan yang masih menempel pada kulit buah. Pencucian buah yang baru dipanen dilakukan dengan campuran air dengan deterjen/chlorine dengan takaran kurang dari 50 ppm (±1sendok the/liter air) di dalam bak pencuci. Waktu/lama pencucianLama pencucian kurang lebih 3-5 menit tergantung luasnya bak air dan banyaknya buah mangga yang akan dibersihkan. Mangga dibilas dengan air bersih, kemudian dilap dengan spon atau lap yang lembut. Penggantian air bekas cucian dilakukan setelah air keruh (10 kali pencucian) dan membuang air cucian harus di tempat pembuangan air yang benar, jangan membuang air bekas cucian pada tanah di kebun, karena kemungkinan air bekas cucian mengandung kontaminan/mikroorganisme. Suhu AirPerendaman buah mangga dengan air panas bertujuan untuk membunuh mikroba yang tidak hilang/mati pada saat pencucian. Air panas untuk merendam dijaga konstan dengan suhu 50 0 C. Lama proses perendaman buah mangga selama 3 menit. Pestisida yang DigunakanPerendaman buah mangga dengan air panas yang sudah direkomendasikan (50 0 C) dapat dicampur dengan pestisida (Benlate) dengan konsentrasi sangat rendah, atau dengan fungisida benomyl, thiobendazole (TBZ) untuk mencegah serangan anthracnose yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum gleosporioides (Penz Artx). Dosis Pestisida yang DigunakanPestisida (Benlate) dengan ukuran/dosis sangat rendah yaitu + 0,3 – 0,5 ppm, demikian pula dosis menggunakan fungisida benomyl, thiobendazole (TBZ). Penirisan/PengelapanSetelah proses perendaman selesai dan dibilas dengan air dingin, selanjutnya buah diangkat dan ditiriskan dengan meletakkan pada rak susun, dilap dengan kain bersih dan kering serta diangin-anginkan. Sortasi dan Pengkelasan BuahSortasi dilakukan untuk memilih buah mangga yang baik, dan memisahkan buah mangga yang berkualitas buruk. Sortasi dan pengkelasan dapat dilakukan secara mekanis dengan mesin atau secara manual. Secara mekanis dapat dilakukan dengan ban berjalan (Conveyor belt), alat sortasi/grading dengan ban berlubang atau yang dilengkapi sensor berat. Secara manual, sortasi/grading dengan bantuan manusia untuk memilih buah yang sesuai standard an yang tidak sesuai standar (busuk, tidak proprosional, tampilan kurang baik, lecet, terlalu muda, atau terlalu matang) dilakukan oleh karyawan yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tujuan pengkelasan/grading adalah untuk mendapatkan ukuran buah yang seragam (berat dan tingkat kematangan). Buah ditimbang dan dipisahkan sesuai kelasnya. Grade buah berdasarkan berat, tergantung varietas mangga. Pada umumnya grade mangga berdasarkan berat. Sebagai pedoman mutu buah mangga yang memenuhi standar, dapat digunakan standar mutu menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Pedoman Penerapan Jaminan Mutu Terpadu Mangga, 2002. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura Bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Buah-Buahan Tropika IPB;Teknologi Penanganan Pasca Panen Buah, 2010. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian.