Loading...

Pasca Panen Tanaman Kangkung Di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro

Pasca Panen Tanaman Kangkung Di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro
Diwilayah binaan kami ada komoditas kangkung yang telah di budidayakan petani Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro dimulai tahun 2015 sudah bermitra dengan panah merah gersik sampai dengan tahun 2020 dan saat ini juga muncul mitra baru dari pihak swasta sebagian petani ada yang bergabung dengan sistim perjanjian kerja. Yang berbeda kangkung dari mitra panah merah perjanjian harga ose Rp 19.000/kg, sedangkan yang mitra swasta karena di pasar umum harga turun Rp 5000-6000/kg maka sesuai perjanjian jika harga turun tetap akan di beli dengan harga 10.000/kg tetapi jika harga naik akan menyesuaikan harga dipasaran dengan keadaan saat ini harga turun. Petani kangkung sudah menyepakati harga 10.000/kg, kangkung yg ada berjenis daun sempit dan daun lebar dengan umur 110 hst, setelah mencapai umur ini tanaman mulai menguning siap untuk dipanen dgn cara disabit lalu di jemur di lahan dibolak balik sampai kering selama 20 hari baru siap di rontok dengan mesin threser ,produksi saat ini karena ada kendala curah hujan tinggi,hama ulat dan jamur maka ada penurunan ada juga karena perawatan bagus tidak terpengaruh tetap bisa mencapai 1.5 - 1.6 ton/ ha dengan biaya produksi 10 JT/ ha Alhamdulillah meski ada perbedaan harga dengan tahun sebelumnya petani tetap mendapat untung ,selain itu prodak sampingan berupa limbah ( onggok) bisa dijual sebagai pakan ternak dengan harga saat ini 1000/kg ,rata - rata per hektar jika diuangkan onggok bisa mempunyai nilai ekonomis 3 JT/ ha demikian kegiatan yang ada diwilayah kami yang sebagian besar lahan tadah hujan bisa produktif ada tanaman alternatif yang bisa diupayakan yang bisanya bero kini menjadi manfaat semoga tetap terus bisa bermitra dan membawa dampak positip pada petani . Oleh Henik sumariati S.P- PPL Kec.Trucuk , Kab.bojonegoro.