Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara Bidang Tanaman Pangan mengadakan kegiatan di kelompok tani Tunas Harapan I ds. Rantau Karau Raya yakni kegiatan Pasca Panen Tingkat Desa pada hari Kamis tanggal 12 November 2020. Kegiatan ini dihadiri oleh Pengurus dan seluruh anggota kelompok tani, Penyuluh WKPP (Farida Adriani, SP), Bidang Tanaman Pangan (M. Gazali Habibie, SP., MP dan Norma Yunita, A.Md), Koordinator BPP (Ratu Ida Royani, A.Md), Mantri Tani (Ni’matun Munatifah, SP., MP), Staf Mantri Tani (Hidayatul Puspa Rina, SP), dan beberapa mahasiswa dari STIPER Amuntai. Pada kegiatan ini disampaikan tentang penanganan pasca panen untuk mengurangi atau menekan kehilangan hasil. Pascapanen hasil pertanian adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan sampai siap untuk dipasarkan. Hasil utama pertanian adalah hasil pertanian yang merupakan produk utama untuk tujuan usaha pertanian dan diperoleh hasil melalui maupun tidak melalui proses pengolahan. Penanganan pascapanen hasil pertanian meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi. Sesuai dengan pengertian tersebut diatas, kegiatan pascapanen meliputi kegiatan pemungutan hasil (pemanenan), perawatan, pengawetan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan sampai standardisasi mutu ditingkat produsen. Yang sering menjadi permasalahan di tingkat petani adalah rendahnya mutu gabah iantaranya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang persentase kadar air dalam gabah yang telah dijemur yang bisa mengakibatkan gabah tidak bisa bertahan lama dalam gudang gabah atau untuk dikonsumsi skala rumah tangga (dalam bentuk beras), selain itu disebabkan oleh tingginya kadar kotoran dan gabah hampa serta butir mengapur mengakibatkan rendahnya rendemen beras giling yang diperoleh. Butir mengapur selain dipengaruhi oleh faktor genetika, juga dipengaruhi oleh teknik pemupukan dan pengairan, sedangkan kadar kotoran dipengaruhi oleh faktor teknis, yaitu cara perontokan. (Farida Adriani, SP)