Loading...

Pawon Putri Pegagan Promosikan Produk Pangan Lokal & Herbal Dalam Acara Bazar HUT Ke-1 Badan Pangan Nasional

Pawon Putri Pegagan Promosikan Produk Pangan Lokal & Herbal Dalam Acara Bazar HUT Ke-1 Badan Pangan Nasional
Jakarta – Badan Pangan Nasional/ National Food Agency (NFA) secara resmi meluncurkan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman dengan tema “Hidup Sehat Dengan Pangan B2SA”, Minggu, (31/07/2022), di Plaza Barat Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, momen peluncuran B2SA juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-1 Badan Pangan Nasional. Arief mengatakan, secara formal HUT Badan Pangan Nasional jatuh pada tanggal 29 Juli 2022, dimana pada tanggal tersebut dilakukan pendatanganan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021, tentang Badan Pangan Nasional. Arief menerangkan, tanggal 29 lalu Badan Pangan Nasional genap melalui 1 tahun pertamanya menjalankan tugas pemerintah dalam menjaga stabilitas dan ketersediaan 9 komoditas pangan strategis, yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai. “Dalam satu tahun pertama ini telah banyak yang kita lakukan diantaranya menggerakan kolaborasi antara stakeholder pangan seperti kementerian/lembaga, pelaku usaha BUMN pangan Bulog dan ID FOOD, BUMD, swasta, asosiasi, serta akademisi dalam pendistribusian serta pemerataan komoditas pangan. Sesuai amanat peraturan presiden kami juga melakukan perumusan kebijakan stabilisasi harga, kebutuhan ekspor-impor, penetapan cadangan pangan pemerintah, serta penetapan harga pembelian pemerintah,” ungkapnya. Untuk memperkuat gerakan ini, Arief menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kerja sama melalui MoU dengan Indonesian Chef Association (ICA) dalam rangka mendorong para pelaku kuliner lebih mengedepankan penggunaan bahan pangan lokal dalam hidangannya. Selain itu, juga menggandeng organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) guna memasyarakatkan potensi dan keunggulan pangan lokal hingga kepelosok desa. “Kami juga akan menggerakan Dinas Urusan Pangan yang tersebar di 514 kab/kota dan 37 provinsi untuk semakin intensif mengkampanyekan gerakan ini kepada masyarakat di daerahnya. Salah satunya melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai ladang untuk bercocok tanam komoditas pangan lokal,” ujarnya. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo pada peringatan Hari Keluarga Nasional lalu, yang mengajak seluruh keluarga di Indonesia memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dan berternak guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Arief berharap, melalui pembudidayaan, pemanfaatan, dan peningkatan konsumsi pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, maka ketahanan pangan masyarakat akan semakin terjaga karena tidak harus bergantung pada satu komoditas tertentu, sehingga masyarakat pun semakin sehat karena terpenuhi gizinya. Sementara itu, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto mengatakan, selain peluncuran B2SA, perayaan HUT ke-1 Badan Pangan Nasional diisi rangkaian acara menarik seperti Senam pagi bersama Liza Natalia, Launching Logo B2SA, Talk Show: Hidup Sehat, Aktif, dan Produktif dengan Pangan B2SA bersama dr. Karin Wiradarma dan Reza Andriyanto. Selain itu, ada juga Cooking Demo menu pangan B2SA bersama chef Axhiang dan kungfu chef Muto, Aksi Pemberian Bantuan Dana Pendidikan, Dongeng Anak bersama Kak Kanfas, live musik, berbagai dorprize menarik dan Bazar Pangan Sehat. “Kita juga menggelar Bazar Pangan kebutuhan pokok yang diikuti lebih dari 30 stakeholder pangan, baik dari BUMN, BUMD, swasta, dan aosiasi. Setiap booth akan menjual kebutuhan pokok yang berbeda-beda dengan harga terjangkau. Diharapkan event ini dapat menghadirkan kemeriahan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, HUT dan launching Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan B2SA ini juga menghadirkan berbagai elemen masyarakat, yaitu perwakilan dari kementerian/lembaga, akademisi, asosiasi, BUMN, pelaku usaha pangan, anak sekolah, dan masyarakat umum. Pawon Putri Pegagan Tuti Purwanti, pelaku UMKM Pawon Putri Pegagan asal Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok yang ikut berpartisipasi pada acara Bazar Pangan Sehat mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus memotivasi para pelaku UMKM Pangan Lokal. Menurut Tuti, acara ini merupakan salah satu wujud nyata kepedulian terhadap pengembangan UMKM terutama setelah diterjang pandemi pada beberapa tahun terakhir. “Saya kira ini adalah upaya dari Badan Pangan Nasional untuk mengangkat UMKM kita agar lebih dikenal dan tentu secara ekonomis bisa meningkatkan daya beli juga. Tuti berharap, kedepannya kegiatan Bazar Pangan Sehat sebaiknya dilaksanakan secara rutin untuk memantik minat masyarakat dalam mengonsumsi pangan lokal,” ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Tuti juga mengajak masyarakat agar ikut mendukung dan menyukseskan Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan B2SA atau Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman yang telah diluncurkan oleh Badan Pangan Nasional. “Karena itu, mulai dari sekarang kita harus menunjukkan dukungan terhadap Gerakan Penganekaragaman Konsumsi Pangan B2SA ini dengan berupaya mengurangi konsumsi nasi agar dapat hidup lebih sehat, aktif, dan produktif. Karena kenyang tidak harus nasi,” tandasnya. Tuti menyampaikan aneka produk Pawon Putri Pegagan yang ditampilkan dalam Bazar Pangan Sehat ini, antara lain : singkong susu, pastel singkong, stik singkong keju, moci singkong, aneka cookies casava, sari kacang hijau, lemon sereh, jahe merah instan, bir pletok instan, empon-empon instan, sirup jahe merah, sirup kunyit asem, keripik singkong, kremes ubi, permen jahe dan lain-lain. Ingin tahu lebih banyak mengenai aneka produk olahan Pawon Putri Pegagan? ikuti terus informasinya dengan cara follow : https://www.facebook.com/tuti.purwanti.313 https://www.instagram.com/pawon.putri29/ https://omli.club/pawonputri