Loading...

Pelabelan, Pengemasan, Penyimpanan Buah Mangga

Pelabelan, Pengemasan, Penyimpanan  Buah Mangga
Mangga (Mangifera spp.) merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. Sentra budidaya buah mangga berada di Pulau Jawa yaitu Probolinggo, Indramayu dan Cirebon. Budidaya buah mangga cocok ditanam di daerah yang musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga dan bila ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.Mangga yang ditanam di dataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dibawah permukaan laut (dpl) menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun, mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon, Pelabelan (Sticker)Pelabelan merupakan kegiatan memberikan identitas pada buah (jenis, produsen, kelas buah dan lain sebagainya). Informasi Label Informasi dapat diketahui dengan penempelan sticker untuk menunjukkan identitas produk. Informasi pada label berisi:1. Identifikasi produk (nama, asal, produsen);2. Asal produk (nama varietas dan tulisan "mangga");3. Daerah asal (nama Negara asal dan lokasi tumbuh);4. Spesifikasi komersial (kelas, ukuran dengan minimum dan maksimun, kode ukuran, jumlah buah); dan5. tanda pengawasan resmi (optional) Tempat Peletakan LabelLabel ditempelkan pada buah atau pada kemasan. Label pada buah berfungsi sebagai identitas kelas buah dan produsen. Sedang label pada kemasan menunjukkan identitas berat bersih, jumlah, kualitas/kelas, varietas, serta tanggal masak buah untuk dikonsumsi dan identitas produsen/kebun. Pengemasan Kemasan harus dapat melindungi buah dari kerusakan biologi, fisik, kimia dan cukup kuat untuk menahan benturan, goncangan, gesekan, penumpukan serta memudahkan untuk pengangkutan/pengiriman. Jenis-jenis kemasan ditentukan berdasarkan jarak untuk dstribusi buah, dibagi dalam dua kelompok, yaitu:1. Pengepakan jarak jauh, untuk keperluan ekspor (dos berfentilasi); dan2. Pengepakan jarak dekat/domestic (keranjang bamboo dan kayu). Bahan kemasan, ada 4 macam:1. Keranjang bambu dengan kapasitas 25-30 kg, diberi pelapis kertas, sekam, daun pisang kering (untuk pasar tradisional); 2. Peti kayu dengan kapasitas 25-30 kg, diberi pelapis rajangan kertas (untuk pasar domestik/swalayan); 3. Keranjang plastik yang kokoh, dengan ukuran 60 x 40 x 30 cm atau 48,5 x 32,4 x 16,3 cm; dan 4. Kardus yang bersekat 10-12 sekat, dengan ukuran 40 x 30 x 20 cm, untuk keperluan ekspor. PenyimpananSetelah buah dipanen di kebun, buah dibawa ke tempat pengumpulan buah untuk ditangani lebih lanjut. Kebersihan tempat pengumpulan buah untuk ditangani lebih lanjut. Kebersihan tempat pengumpulan buah (gudang) akan menentukan kualitas dan kebersihan hasil panen, karena gudang penyimpanan yang buruk dan kotor akan mendukung pertumbuhan mikroorganisme yang merugikan.Tujuan penyimpanan adalah untuk mengamankan produk sebelum proses pengangkutan. Suhu gudang penyimpanan meliputi: 1. Penyimpanan untuk keperluan ekspor dan jarak jauh diperlukan cold storage dengan suhu 18-23 0 C. Kendaraan angkut sebaiknya dilengkapi pendingin dan suhu yang sama; 2. Penyimpanan untuk keperluan domestik diperlukan suhu ruangan 25-30 0 C. Lama penyimpanan tergantung keperluan pengiriman dan umur petik buah pada saat dipanen. Untuk keperluan domestik maksimal penyimpanan dua (2) hari direkomendasikan dengan menggunakan gudang penyimpanan yang menggunakan alat pendingin (cold storage). Sanitasi (kebersihan) tempat penyimpanan harus dipelihara dengan cara:1. Membuang sampah-sampah yang ada pada tempatnya;2. Membersihkan gudang penyimpanan dengan larutan kimia yang direkomendasikan dengan cara dipel agar bakteri dan mikroorganisme lain tidak tumbuh dan berkembang biak; 3. Tempat penyimpanan buah jika tidak digunakan, sebaiknya dibuka dan terkena sinar matahari agar mendapat aerasi yang baik, sehingga mikroorganisme yang merugikan mati; dan 4. Gudang penyimpanan buah harus bebas dari hama dan penyakit yang merugikan. Mekanisme keluar masuk buah di gudang penyimpanan direncanakan sebaik mungkin. Buah yang masuk lebih dahulu akan keluar lebih dahulu. Adapun maksimum tumpukan di gudang penyimpanan tergantung bahan kemasan yang digunakan (keranjang buah dari bambu, peti kayu, kardus) dan tinggi tempat penyimpanan buah tersebut. Usahakan tumpukan yang paling bawah adalah buah yang relatif lebih mengkal/mentah dan yang paling masak/matang ditumpuk paling atas agar memudahkan pemindahan untuk pengiriman. Tinggi tumpukan maksimum kemasan disesuaikan berdasarkan bahan kemasan sebagai berikut: 1. Tinggi tumpukan keranjang dari bambu yang diberi pelapis daun pisang kering di tempat penyimpanan adalah 8 tumpukan; 2. Tinggi tumpukan kemasan dari peti kayu yang berventilasi yang diberi pelapis potongan kertas, jerami, serta serutan kayu maksimum 4 tumpukan; dan 3. Tinggi tumpukan kemasan dari kardus berventilasi dengan 10-12 sekat untuk penempatan buah yang diberikan pelapis potongan kertas, jerami, serta serutan kayu maksimum 5-8 tumpukan. Susi Deliana Siregar Daftar Pustaka: Pedoman Penerapan Jaminan Mutu Terpadu Mangga, 2002. Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura Bekerja sama dengan Pusat Pengkajian Buah-Buahan Tropika IPB;Teknologi Penanganan Pasca Panen Buah, 2010. Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Badan Litbang Pertanian.