Loading...

PELAKSANAAN KEGIATAN SL-IPDMIP MUSIM TANAM II D.I LOMPO LABOJO DESA TADANGPALIE KEC. SABBANGPARU KAB. WAJO

PELAKSANAAN KEGIATAN SL-IPDMIP MUSIM TANAM II D.I LOMPO LABOJO DESA TADANGPALIE KEC. SABBANGPARU KAB. WAJO
Program pelaksanaan Sekolah Lapang kegiatan Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) Musim Tanam II Okt-Mar telah berlangsung sejak bulan Oktober yang diikuti oleh perwakilan 14 kelompok tani diwilayah Daerah Irigasi Lompo Labojo Desa Tadangpalie Kecamatan Sabbangparu Kabupaten Wajo. IPDMIP merupakan program pembangunan dikelola secara terintegrasi dengan melibatkan peran sejumlah instansi. Yaitu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Dalam Negeri, Bappenas dan Kementerian Pertanian yang dijalankan melalui oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan “Sekolah lapang mengajarkan banyak hal baru kepada peserta, baik penyuluh dan maupun petani. Oleh karena itu, kita meminta pengetahuan yang diberikan di kegiatan ini bisa diserap dengan baik. Harapannya, agar produtivitas pertanian bisa meningkat, dan tentunya kesejahteraan petani juga bisa terangkat,”. Di Kecamatan Sabbangparu Lokasi Sekolah Lapang IPDMIP berjarak sekitar 18 km dari ibukota Kabupaten Wajo, dengan kondisi jalanan aspal yang baik sampai yang rusak. Untuk mencapai lokasi, peserta dan narasumber harus melewati jembatan gantung yang terbuat dari kayu dengan panjang sekitar 35 meter, dengan lebar titian kayu kurang lebih berkisar 80 cm. Jembatan ini menghubungkan Desa Liu dan Desa Tadangpalie. Desa Taddangpalie sendiri memiliki dua dusun yaitu Dusun Abbanuang dan Dusun Toddasalo. Sementara Wilayah daerah Irigasi Lompo Labojo berada di dusun Abbanuang dengan luas wilayah 602 ha, yang terdiri dari 172,92 ha sawah, 178,53 ha lahan kering. Luas daerah Irigasi Lompo Labojo sekitar 400 ha,. Usahatani yang ada di daerah Irigasi Lompo Labojo sebagian besar bercocok tanam padi dan palawija dengan pola tanam padi-padi-palawija. Menurut staf lapangan D.I Lompo Labojo ibu Jumiangki, Sekolah Lapang di tempat ini terdiri dari 2 kelas dengan jumlah peserta 25 orang perkelas. Pelaksanaan kegiatan kontrak belajar 1 kelas dilakuan setiap hari selasa pagi – sore dan 1 kelas dilaksanakan setiap hari kamis pagi-sore selama 12 kali pertemuan. Sebagian pemateri pada Sekolah Lapang 2 ini adalah petugas lapang dari BPP Sabbangparu dan Fungsional Kabupaten,. Dan kegiatan ini sangat disambut antusias peserta. "Penyuluh menjadi lebih komunikatif dengan petani dan lebih akrab, sehingga lebih mudah dalam menyampaikan inovasi teknologi," kata Kepala Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Abdul Hamid, Salah seorang pemateri sekaligus PPL desa Tadangpalie H. Makmur, SP menilai dengan kegiatan SL- IPDMIP sangat baik dan bermanfaat dan dia mengharapkan nantinya ada perubahan pola pikir dan pola perilaku petani kearah yang lebih dalam melaksanakan usahataninya demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani., (_HR) Admin BPP Sabbangparu_Wajo