Loading...

PELAKSANAAN RJIT SUBAK BANTAN KUTA UTARA

PELAKSANAAN RJIT SUBAK BANTAN KUTA UTARA
Pertanian merupakan sektor penting dalam pembangunan perekonomian, mengingat fungsi dan perannya dalam penyediaan pangan bagi penduduk, pakan dan energi, serta tempat bergantungnya mata pencaharian penduduk di pedesaan. Sektor pertanian mempunyai sumbangan yang berarti dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan devisa dan peningkatan kesejahteraan petani, sehingga pembangunan pertanian dapat dikatakan sebagai motor penggerak dan penyangga perekonomian nasional. Dalam rangka upaya khusus peningkatan produksi padi, salah satu program yang dilaksanakan yaitu rehabilitasi jaringan irigasi yang merupakan faktor penting dalam proses usaha tani yang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas tanaman padi. Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa : bendungan, bendung, saluran primer, saluran sekunder, boks bagi, bangunan ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani. Tidak berfungsinya atau rusaknya salah satu bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem irigasi yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun. Adapun manfaat dari Program RJIT ini yakni adanya ketersediaan air untuk pertanian, menormalkan saluran irigasi yang bermasalah, lahan yang terairi menjadi lebih luas, meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas petani. Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian ( WKBPP ) Kuta Utara untuk tahun 2021 memproleh kegiatan RJIT tiga unit yang berlokasi masing-masing di subak bantan, subak daksina dan subak kedampang . Pengerjaan kegiatan Rjit untuk tahap awal dimulai dari subak bantan mengingat subak ini sudah memasuki masa panen, sehingga air sudah tidak diperlukan di lahan sawah, kondisi ini sangat tepat untuk melaksanakan kegiatan Rjit, berdasarkan hasil rapat subak bantan hari jumat 2 mei 2021 disepakati pengambilan kegiatan Rjit di mulai hari senen, 5 mei 2021, tahap awal pengerjaan kegiatan di mulai dengan pembongkaran bagian-bagian irigasi yang rusak dilanjutkan dengan penggalian tempat pasangan /pengecoran kegiatan ini dilaksanakan dengan sistim padat karya dengan melibatkan pengurus subak bantan dan petani. dalam pelaksanaan kegiatan ini dikawal dan didampingi oleh Tem Rjit kabupaten Badung, penyuluh wilbin setempat dan kepala bpp kuta utara, kegiatan Rjit di subak bantan dijadwalkan memerlukan waktu pengerjaan sekitar tiga minggu . semoga dengan adanya program Rjit ini ketersediaan air irigasi tetap tersedia , penanaman dapat serempak, indeks pertanaman produksi dan pendapatan petani meningkat. I Nyoman Suasa, S,ST. Kepala BPP Kuta Utara