Loading...

PELATIHAN BUDIDAYA MELON

PELATIHAN BUDIDAYA MELON
Komoditas hortikultura mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, sehingga usaha agribisnis hortikultura (buah, sayur, florikultura dan tanaman obat) dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat dan petani baik berskala kecil, menengah maupun besar, karena memiliki keunggulan berupa nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, ketersediaan sumberdaya lahan dan teknologi, serta potensi serapan pasar di dalam negeri (Kementerian Pertanian, 2011).Tanaman melon merupakan komoditas dengan nilai jual yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa komoditas hortikultura lain. Melon juga merupakan komoditas buah-buahan yang mempunyai prospek baik untuk dikembangkan karena disukai masyarakat, dapat beradaptasi dengan baik di berbagai wilayah dan pasar yang masih terbuka luas. Tantangan dalam budidaya melon adalah metode budidaya yang lebih intensif bila dibandingkan dengan budidaya tanaman pangan atau perkebunan. Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan, tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika (BPTP, 2000).Walaupun cukup prospektif untuk dikembangkan, tetapi hingga saat ini melon belum dibudidayakan secara meluas. Kondisi tersebut dapat disebabkan antara lain oleh kurangnya informasi tentang budidaya melon.Di wilayah Kabupaten Kediri, sektor hortikultura memang belum diusahakan secara meluas seperti halnya tanaman pangan maupun perkebunan. Salah satu tanaman hortikultura yang mulai dikembangkan oleh petani hortikultura di Kediri adalah melon. Tanaman ini memang masih jarang dibudidayakan oleh para petani. Tetapi mengingat cukup prospektifnya peluang pengembangan melon, dianggap perlu untuk dilaksanakan pelatihan mengenai budidaya melon bagi petani.Penyelenggaraan Pelatihan Budidaya dan Penanganan Pasca Panen Melon bertujuan mengenalkan dan atau mengembangkan pengetahuan petani tentang budidaya melon. Sasaran penyelenggaraan Pelatihan Budidaya Melon adalah 40 orang ketua kelompok tani dan petani di Kecamatan PaparTempat Pelatihan Gedung BPP Kecamatan Papar dengan Waktu Pelatihan tanggal 6-8 November 2013. Metode Pelatihan dilaksanakan dengan cara ceramah, diskusi dan praktek. Sedang materi yang disampaikan dalam Pelatihan Budidaya Melon meliputi : 1. Kebijakan Pembangunan Kab. Kediri Tahun 2010-2015, 2. Analisa Usahatani Budidaya Melon, 3. Rencana Tindak Lanjut, 4. Budi Daya Tanaman Melon, 5. Penanganan Organisme Pengganggu Tanaman Melon