Loading...

PELATIHAN PENGENDALIAN JAMUR AKAR PUTIH (JAP) DAN PENGENDALIAN KERING ALUR SADAP (KAS)PADA TANAMAN KARET DI DESA PAMPANAN

PELATIHAN PENGENDALIAN JAMUR AKAR PUTIH (JAP) DAN PENGENDALIAN KERING ALUR SADAP (KAS)PADA TANAMAN KARET DI DESA PAMPANAN
Rabu,tanggal 18 Nopember 2020 Kelompok tani Suka damai desa Pampanan kecamatan Pugaan Kabupaten tabalong,melaksanakan pelatihan pengendalian Jamur Akar Putih (JAP) dan pengendalian Kering Alur Sadap (KAS),yang mana pelatihan tersebut sangat di tunggu tunggu oleh anggota kelompok tani tersebut.Pelatihan ini diadakan oleh Dinas Pertanian Bidang perkebunan Kabupaten tabalong,yang dihadiri juga oleh Penyuluh wkpp setempat dan Koordinator BPP Kelua. Karet mempunyai arti penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Komoditas ini berperan sebagai komoditi penghasil devisa negara, penyedia lapangan kerja bagi penduduk dan sumber penghasilan bagi petani karet. Budidaya tanaman karet selama ini terkendala penyakit jamur akar putih yang disebabkan jamur Rigidoporus lignosus dan mengakibatkan kematian pada tanaman karet muda, tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM). Penyebaran penyakit ini di perkebunan karet sangat cepat karena dapat melalui kontak akar dengan tanaman di sekitarnya. Penyakit Jamur akar putih Disebut penyakit akar putih karena di akar tanaman yang terserang terlihat miselia jamur berbentuk benang berwarna putih dan menempel kuat dan sulit dilepas. Akar tanaman yang terinfeksi akan menjadi lunak, membusuk, dan berwarna coklat. Penyebab penyakit akar putih adalah cendawan (rigidoporus lignosus) yang membentuk badan buah seperti topi di akar, pangkal batang, dan tunggul tanaman.badan buah cendawan ini berwarna jingga kekuningan dengan lubang lubang kecil di bagian bawah tempat spora. Jika badan buah kering akan berwarna coklat. Gejala penyakit Jamur akar putih ini adalah a. daun daun tanaman menjadi pucat kuning dengan tepi ujungnya terlipat ke dalam. Daun daun ini akan gugur dan rantingnya mati. b. Tanaman yang terserang membentuk daun daun muda, bungan dan buah lebih awal. c. Pada akar tampak benang benang jamur putih dan agak tebal. Penyakit akar putih merupakan jenis penyakit yang berbahaya bagi perkebunan karet. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian pada tanaman dengan intensitas yang sangat tinggi. Serangan sering di jumpai pada tanaman karet yang berumur 2-4 tahun.tanah bertekstur tanah gembur dan berpasir yang paling banyak menyerang ditemui pada perkebunan karet. Pengendalian penyakit Jamur akar putih ini ialah: 1. Penyingiran dan pembakaran sisa sisa tunggul tanaman lama di areal perkebunan. 2. Menanam tanaman penutup (cover croop) terutama kacang kacangan. Tanaman ini membantu mempercepat penguraian akar akar tanaman yang tersisa. 3. Menanam bibit karet yang bebas bibit penyakit akar putih. 4. Membenamkan belerang untuk melindungi tanaman baru jika ditanam pada lahan bekas perkebunan karet. 5. Jangan menanam ubi jalar dan ubi kayu di sela tanaman karet karena tanaman ini sebagai inang penyakit tanaman putih. 6. Membongkar tanaman sakit yang sudah parah. Dan di bekas galian harus di bubuhi belerang sebanyak 200 gram. Penyakit KAS (Kering Alur Sadap)merupakan salahsatu penyakit fisiologis pada tanaman karet. Gejala Serangan Tanaman tampak sehat dan pertumbuhan tajuk lebih baik dibandingkan tanaman normal Tidak keluar lateks di sebagian alur sadap. Beberapa minggu kemudian keseluruhan alur sadap ini kering dan tidak mengeluarkan lateks Lateks menjadi encer dan Kadar Karet Kering (K3) berkurang Kekeringan menjalar sampai ke kaki gajah baru ke panel sebelahnya Bagian yang kering akan berubah warnanya menjadi cokelat dan kadang-kadang terbentuk gum (blendok) Pada gejala lanjut seluruh panel/kulit bidang sadap kering dan pecah-pecah hingga mengelupas. Pada kondisi normal, tanaman karet melakukan regenerasi lateks, tetapi pada penyadapan yang berlebihan atau pemberian stimulan yang berlebihan sebelum terjadi regenerasi lateks, tanaman hanya mengeluarkan/membuang lebih banyak serum sehingga tidak terjadi keseimbangan yang mengakibatkan sel-sel pembuluh lateks mengalami keletihan. Ketidak seimbangan fisiologis ini menyebabkan kerusakan inti sel, yang selanjutnya terjadi koagulasi didalam sel pembuluh lateks, sehingga daerah aliran lateks menjadi kering karena tertutup jaringan pembuluh lateks. Pengendalian Menurunkan intensitas penyadapan pada pohon / kebun yang telah mulai menunjukkan kekeringan alur sadap Bidang sadap yang mati dan kulit kering bisa dipulihkan kembali dengan pemberian formulasi oleokimia (Antico F-96, BB) Pemberian oleokimia dengan cara mengerok kulit bidang sadap yang sakit kemudian dioles segera setelah pengerokan selesai. Satu bulan setelah pengolesan akan tampak lapisan putih dipermukaan bidang sadap yang dioles. Delapan bulan setelah pengolesan, gejala penyembuhan terdeteksi melalui tes sadap. Satu tahun kemudian kulit yang baru, bisa disadap kembali Penambahan 160 gram pupuk KCl /pohon/tahun dari dosis anjuran Dengan adanya pelatihan Pengendalian Jamur Akar putih (JAP) dan Pengendalian Kering Alur Sadap (KAS) Pada tanaman karet di desa pampanan bisa menambah pengetahuan mereka dan menerapkannya di lahan mereka masing- masing.semoga bermanfaat. Penulis Arida Fahrina,SP.