Loading...

PELATIHAN PENGENDALIAN OPT PADA TANAMAN CABE. (Oleh UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong)

PELATIHAN PENGENDALIAN OPT PADA TANAMAN CABE. (Oleh UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tabalong)
Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak tahun 1997 telah menghancurkan berbagi sector usaha. Namun, sector agrobisnis merupakan salah satu sector yang tidak terkena imbas krisis tersebut. Lemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolas AS, tampaknya memberikan keuntungan yang berlipat bagi para pelaku disektor Pertanian. Hal ini bisa terjadi karena bayak hasil-hasil usaha sector agrobisnis yang lempar kepasar luar negeri dalam transaksi penjualan dolar. Sementara itu biaya-biaya, terutama ongkos produksi menggunakan rupiah. Dari berbagai usaha yang banyak ditawarkan disektor agrobisnis tersebut, salah satunya adalah agrobisnis cabai, terutama cabai hibrida. Bertanam cabai menjadi sangat menarik bagi investor, terutama kalangan masyarakat yang terkena imbas PHK akibat pengurangan tenaga kerja. Dari berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, cabai dinilai sebagai produk yang mempunyai harga paling tinggi dan umurnya tergolong genjah sehingga modal cepat kembali Sampai saat ini, cabai masih termasuk komoditas primadona hortikultura. Bahkan pada waktu-waktu tertentu, permintaan di pasaran sangat tinggi karena pasokan yang terbatas. Jadi, tak heran kalau kenaikan harga cabai sering menjadi rumor hangat di kalangan masyarakat. Pasalnya, si pedas ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidangan masakan Nusantara. Budidaya cabai memang tergolong berisiko tinggi. Namun, risiko tersebut dibayar seimbang dengan keuntungan yang dijanjikan. Karena itu, strategi dan pengetahuan teknis dan lapangan menjadi hal yang penting untuk dikuasai guna mencapai hasil yang maksimal dengan menekan resiko-resiko tersebut. Sebt saja musim hujan dan pemasaran hasil. Banyak petani yang enggan bertanam cabai pada musim hujan karena tinggkat serangan Hama dan Penyakit cukup tinggi, sehingga sangat berisiko terhadap tingkat produktivitas hasil. Sementara itu, pemasaran hasil yang tidak cermat, termasuk jalur penjualan, biasanya menjadi kendala dilapangan yang bermuara pada penurunan kualitas cabaiakibat terlalu lama dalam pengankutan atau penyimpanan. Seiring dengan banyaknya yang sudah beralih ke propisi sebagai petani cabai dengan angan-angan dan hasil bisa diatas luar taksiran pelaku bsa mendapat keuntungan bisa berlipat ganda, tetapi semua itu tidaklah mudah seperti membalik telapak tangan banyak hambatan dan tantangan yang harus dijalani terutama Masalah Hama dan Penyakit Tanaman. Pada beberapa kasus, serangan hama bisa menggagal panen. Pada dasarnya, risiko serangan Hama bisa di tekan melalui beberapa cara Di Desa Takulat terdiri dari 4 poktan dengan usaha pokok tanaman pangan, dan usaha tambahan dibidang hortikultura,sayur daun dan Palawija ada juga yaitu poktan Usaha Bersama dimana para anggota disana masih kurang pengetahuan tentang cara budidaya dan yang tidak kalah pentingnya pengetahuan tentang teknik pengendalian OPT (Hama dan Penyakit Tanaman), dimana Hama dan Penyakit sangat berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan dan produksi dari hasil usaha tani yang dilaksanakan, dengan dilaksanakan Pelatihan Pengendalian OPT Pada Tanaman Pangan dan Hortikultura oleh UPT Balai Perlindungan Tanaman, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tabalong. Dari hasil pelatihan tersebut yang dibahas lebih mengarah ke Hama Thrip,Kutu Kebul Lalat Buah,Serta Penyakit Antraknosa, Bercak Daun dan Layu Fusarium, sehingga para anggota lebih mengerti dan paham tentang OPT pada tanaman Cabe. Referensi Redaksi Agromedia, 2008, Panduan Lengkap Budi daya dan Bisnis Cabai, PT Agromedia Pustaka. Penulis : Yahya. SP