Loading...

Pelatihan Tes Uji Unsur Hara Dan Ph Tanah

Pelatihan Tes Uji Unsur Hara Dan Ph Tanah
Petani sekarang pada umumnya telah bias memperoleh rekomendasi pemupukan secara berimbang di daerahnya .Namun rekomendasi itu biasanya masih bersifat umum tidak sangat spesifik lokasi lahan petani, sehingga untuk memperoleh keberhasilan secara optimal petani perlu berusaha melakukan pemupukan berimbang yang memperhatikan data akurat status hara yang dikandung tanah lahan pertaniannya. Agar pemupukan lebih bermanfaat dan berimbang untuk kebutuhan tanaman maka rekomendasi pemupukan yang dianjurkan seharusnya berdasarkan pada uji tanah yang dilakukan dilapangan, yaitu rekomendasi penggunaan pupuk dengan memperhatikan dan mempertimbangkan ketersediaan unsur hara tanah yang ada serta kebutuhan unsure hara tanaman yang diusahakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Pengujian unsur hara tanah adalah merupakan alat bantu untuk penetapan kadar hara N, P, K, pH tanah dengan kemudahan pengukuran tersebut diharapkan petani akan terbantu dalam menentukan dengan cepat dan akurat takaran pupuk atau dapat dikatakan suatu tehnik yang sesuai sebagai dasar memberikan rekomendasi penggunaan pupuk berimbang berdasarkan spesifik lokasi. Yang dimaksud dengan pemupukan berimbang adalah pemberian unsur unsur hara yang kurang tersedia didalam tanah baik dari segi jumlah maupun jenisnya yang dibutuhkan tanaman baik unsur hara makro maupun mikro seperti N, P, K, pH dll. Untuk unsur hara yang tersedia optimal didalam tanah tidak perlu diberikan lagi, yang perlu diberikan adalah unsur hara yang kurang di dalam tanah dimana jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh tanaman. Menguji unsur hara tanah dan pH tanah sawah sangat penting sekali, setelah diketahui kandungan unsur hara tanahnya maka dapat diberikan unsur hara tambahan yang dibutuhkan, maka akan diperoleh produksi yang optimal. Dalam menggunakan Perangkat Uji Tanah Sawah ( PUTS ) dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu : kelompok rendah ( R ), kelompok sedang ( S ), dan keiompok tinggi ( T ), secara rinci penggolongan status N, P, K,dan pH tanah untuk perangkat uji tanah sawah dapat dilihat dibawah ini . Kriteria Pengukuran Sifat Kimia Tanah Rendah Sedang Tinggi N-KCL (mg/kg) ˂ 39 40 - 99 ˃ 99 P-ekstrak HCL 25 % ( mg/100 g ) ˂ 20 20 - 40 ˃ 40 K-ekstrak HCL 25% mg/100 g ˂ 10 10 - 20 ˃ 20 PH Tanah Sangat masam Masam Agak masam Netral Agak Alkalis Alkalis Ukuran 4,5 4,6-5,5 5,6-6,5 6,6-7,5 7,6-8,5 ˃8,6 Untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan ketrampilan petani dalam melaksanakan uji tes unsur hara dan PH tanah, Gapoktan Sido Makmur Desa Rowobungkul Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora mengadakan pelatihan untuk mengetahui status hara dan PH tanah yang ada dilahan petani dengan menggunakan alat Perangkat Uji Tanah Sawah ( PUTS ) yang dimiliki oleh BPP Kecamatan Ngawen. CARA PENGAMBILAN CONTOH TANAH : Sebelum contoh tanah diambil, perlu diperhatikan keseragaman areal/hamparan dan intensitas pengelolaan lahan yang akan dimintakan rekomendasinya. Misalnya keadaan kemiringan lahan, tekstur dan warna tanah, draenase dan kondisi tanaman. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan informasi yang diperoleh, ditentukan satu hamparan lahan yang kurang lebih serangam ( homogen ) seluas 3 - 5 Ha mewakili contoh tanah komposit. Contoh tanah komposit ( campuran 5 - 8 anak contoh tunggal ) diambil dari kedalaman 0 - 20 cm dari permukaan tanah. Contoh tanah komposit diambil setelah panen atau menjelang pengolahan tanah pertama, sekali dalam satu tahun. Tentukan cara pengambilan contoh tanah tunggal dengan satu dari 4 cara yaitu diagonal, Zig Zag, sistematik dan cara acak. Rumput rumput, batu batuan atau kerikil, sisa sisa tanaman atau bahan organik segar/serasah yang terdapat di permukaan tanah disisihkan. Pada saat pengambilan contoh, sebaiknya tanah dalam kondisi lembab tidak terlalu basah atau terlalu kering. Contoh tanah tuggal diambil menggunakan bor tanah, cangkul, atau sekop dan tanah lapisan olah ( 0 - 20 cm ). Contoh tanah tunggal yang diambil dengan cangkul atau sekop diusahakan sama banyak (kedalaman dan ketebalannya) antara satu titik dengan titik lainnya, misalnya sekitar setengah kg dan masing masing titik. Contoh tanah tunggal dari masing masing titik dicampur dan diaduk sampai merata dalam ember plastik, jika ada sisa tanaman, akar atau kerikil dibuang. admin-blora: Sarijan(BPP Ngawen); Sri Endah M, SP.