Loading...

PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI KENDURI ULAT-ULAT

PELESTARIAN KEARIFAN LOKAL MELALUI KENDURI ULAT-ULAT
Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal (local wisdom) biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut. Kearifan lokal ada di dalam cerita rakyat, peribahasa, lagu, dan permainan rakyat. Kearifan lokal sebagai suatu pengetahuan yang ditemukan oleh masyarakat lokal tertentu melalui kumpulan pengalaman dalam mencoba dan diintegrasikan dengan pemahaman terhadap budaya dan keadaan alam suatu tempat. Acara kenduri ulat merupakan tradisi masyarakat setempat yang sudah dilakukan sejak turun temurun untuk memanjatkan doa dan syukur dengan maksud mendapatkan hasil yang berlimpah serta di jauhkan segala macam gangguan hama dan penyakit tanaman padi, kegiatan tersebut biasa dilakukan pada saat tanaman padi berumur 30 sampai 40 hari setelah tanam. Kegiatan kenduri ulat-ulat adalah salah satu kearifan lokal yang masih dilakukan oleh anggota kelompok Harapan Tani dan juga masyarakat tani Kampung Air Masin Kecamatan Seruway. Kenduri ulat-ulat ini dilakukan di areal persawahan kelompok harapan tani. Pelaksanaan ritual mengusir ulat dimulai dari ketua adat memberikan pengarahan kepada petani tentang manfaat pelestarian kearifan lokal ini, dilanjutkan dengan imam kampung atau imam desa setempat membaca do’a dan shalawat yang diikuti seluruh petani yang hadir. Setelah pembacaan do’a imam kampung memercikkan air ketanaman padi dengan menggunakan daun pinang. Acara diakhiri dengan makan bersama bubur kanji, bubur merah dan bubur putih yang telah disiapkan oleh ibu- ibu anggota kelompok harapan tani.