Loading...

PEMALANG MANTAPKAN KETAHANAN PANGAN

PEMALANG MANTAPKAN KETAHANAN PANGAN
Menjawab kelangkaan pupuk kimia turutama urea, petani Tarono Desa Kabunan Kecamatan Taman memilih menerapkan budidaya padi sehat. Setelah awalnya mengalami berbagai cibiran dan cemoahan, ahirnya keteguhannya berbuah manis. " Waktu umur 2 minggu banyak yang memberi saran untuk mengubah pola pemeliharaan padi sehat menjadi cara konvensional yang sudah terbiasa dilakukan, tapi saya dengarkan aja, bahkan ada yang sampai menyarankan mencabut dengan mengganti bibit baru" jelasnya saat panen padi miliknya pada hari Rabu tanggal 7 Mei 2014 lalu. Pola pemeliharaan yang diterapkan pada lahan tersebut setiap 1 bahu (7.000 M2) hanya menggunakan 50 Kg urea dan 20 Kg NPK serta pupuk bacterial 10 liter. Panen padi dilakukan oleh Sekretaris dan Kabid Tanaman Pangan Dipertanhut Kab. Pemalang diikuti oleh PPL dan 70 orang petani diperoleh hasil dari ubinan setelah dikonversi keluar hampir 11 ton. Mengingat kebutuhan yang mendesak sawah seluas 3500 M2 di jual tebas dengan nilai tebasan 9 juta atau per Ha 27 Juta. " lahan sawah saya nilai jualnya tertinggi dibanding lahan sekitar yang paling-paling tertinggi 7 juta setiap 3.500 M2 atau 21 juta per ha" Tarono menjelaskan lebih lanjut. Sementara itu mengomentari hasil panen di lahan milik Sdr. Tarono Sekdin Dipertanhut Kab. Pemalang Ibu Tutik Khasanah menyampaikan" kita optimis Pemalang tetap mampu sebagai penyangga pangan di Jawa Tengah, apalagi dengan adanya teknologi padi sehat dengan pupuk bacterial terbukti di beberapa tempat menunjukkan hasil yang cukup baik serta mengurangi penggunaan pupuk kimia" . " kita telah melakukan percontohan budidaya padi sehat mulai dari daerah tadah hujan sampai lahan air payau semua menunjukkan hasil yang positif dan hasilnya di atas lahan sekitarnya, itu memebuktikan bahwa teknologi ini sangat bermanfaat bagi petani dan tentunya memantapkan ketahahanan pangan" imbuhnya dengan mantap. Teknologi budidaya padi sehat merupakan teknologi rendah asupan pupuk kimia ditambah dengan pupuk bacterial temuan dari Drh. Kasiat Adi Siswanto ketua KTMI Jawa Tengah. Teknologi ini telah menyebar di seluruh kecamatan Kabupaten Pemalang dan hasilnya telah dipasarkan ke berbagai tempat seperti pasar cipinang Jakarta, Semarang dan Magelang. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya Dipertanhut kab. Pemalang)