Loading...

Pemanfaatan Abu Dapur Saat Penanaman Tanaman Kacang Tanah Di Kecamatan Jatisrono

Pemanfaatan Abu Dapur Saat Penanaman Tanaman Kacang Tanah Di Kecamatan Jatisrono
Kacang tanah merupakan tanaman jenis kacang-kacangan utama yang dibudidayakan oleh petani di kecamataan jatisrono. Tanaman kacang tanah ini umumnya ditanam pada musim tanam pertama dan kedua bertumpangsari dengan jagung dan ubi kayu pada lahan-lahan tegal dan pekarangan. Tanaman kacang tanah dapat tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian di bawah 500 mdpl, dan juga dapat tumbuh dengan wilayah berketinggian maksimal 100 mdpl. Curah hujan yang optimal adalah antara 800-1300 mm per tahun dengan suhu udara berkisar antra 28-32 derajat celsius serta sinar matahari yang penuh. pH tanah yag optimal antara 6-6,5 serta berstruktur tanah ringan sehingga menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan ginofor. Petani jatisrono pada umumnya memanfaatkan limbah rumah tangga berupa abu dapur saat menanam kacang tanah, yaitu diberikan pada lubang tanam (koakan) bersamaan dengan penanaman benih kacang tanah. Jumlah abu yang diberikan kurang leh satu genggam per lubang tanam. Pemanfaaatan abu dapur ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak jaman dahulu. Pemanfaatan abu dapur ini dirasakan memberikan manfaat yang baik bagi tanaman kacang tanahnya karena tanaman kacang tanah menjadi lebih subur bahkan bila tidak diberikan pupuk kimia seperti NPK. Abu merupakan sisa pembakaran dari batang kayu atau sampah dedaunan tanaman. Akibat dari pembaran terseb unsur hara berupa O,H,C,N tertentu hilang karena menguap. Namun tidak semua unsur hara hilang akan tetapi masih menyisakan diantaranya unsur K, Ca, P, Mg, Fe dan lain-lain. Unsur-unsur baik sebagai pembenah tanah. Abu dapur memiliki banyak manfaatnya bagi tanah dan tanaman, diantaranya dapat menetralkan ph tanah karena adanya kandungan K yang tinggi, sifatnya lamban pelepasan dibandingkan kompos sehingga nutrisi yang ada akan dapat bertahan lama, menggemburkan tanah pada struktur tanah liat. Dibalik manfaatnya pemakaian abu dapur pada tanaman secara berlebihan dapat merusak jaringan pada akar tanaman, karena abu dapur mempunyai sifat osmotik terhadap kelembaban. Jika terjadi kekeringan pada tanah, maka cairan yang berada di dalam akar diserap oleh abu sehingga akar akan rusak. Hal ini berbeda dengan pupuk organik yang lebih aman bagi tanam. SUMBER : https://web.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1798382690435392&id=1794396290834032&_rdc=1&_rdr https://www.teorieno.co/20017/04/syarat-tumbuh-kacang-tanah.html?=1 PENYUSUN : ANI UFIZ LAELY, S.P.