Loading...

PEMANFAATAN BEKICOT SEBAGAI PAKAN TERNAK

PEMANFAATAN BEKICOT SEBAGAI PAKAN TERNAK
Protein memiliki peran yang vital dalam membangun jaringan untuk pertumbuhan dan perkebangbiakan ternak. Sumber protein untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ransum pakan ternak dapat berasal dari nabati (kacang-kacangan, tanaman legume) dan hewani (ikan, bekicot). Bahan protein, khususnya ikan pemanfaatannya bersaing antara pakan ternak dan konsumsi manusia, sehingga untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan mentah pakan ternak, perlu upaya pemanfaatan sumber bahan protein dengan bijak. Bekicot merupakan salah satu bahan baku protein pakan ternak yang layak dikembangkan di daerah industri peternakan yang jauh dari tempat pelelangan ikan (TPI). Bekicot termasuk keong darat yang mempunyai kebiasaan hidup di tempat lembab dan aktif di malam hari dengan memakan tanaman budidaya sehingga merupakan salah satu hama tanaman. Selama hidupnya bekicot memiliki 3 periode bertelur dengan selang waktu 6 bulan, serta dapat menghasilkan 200 butir telur dalam satu periode. Budidaya bekicot sangat mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Berikut adalah cara mudah budidaya bekicot sebagai pakan ternak:A. Pemeliharaan bekicotInduk bekicot yang baik memiliki ciri-ciri diantaranya: telah dewasa (minimal panjang cangkang 6-7 cm), berat sekitar 70 gram, dan tidak cacat. Pemasukan bibit bekicot ke dalam kandang dapat dilakukan pada malam hari dan diletakkan didalam kandang atau tempat yang dekat dengan pakan. Kepadatan per meter persegi kandang untuk bekicot dewasa paling banyak 80 ekor dan anak 100-150 ekor. Walaupun bersifat hermafrodit, bekicot tetap melakukan perkawinan dengan bekicot lain yang biasanya dimulai pukul 21.00 hingga 06.00. Pada masa kawin bekicot akan menyingkir ke tempat yang lebih aman dan bertelur disembarang tempat. Curah hujan yang tinggi akan memperbanyak aktivitas perkawinan, karena mampu meningkatkan kelembaban dan menurunkan suhu udara. B. Perawatan telur dan anak.Induk sebaiknya dipindahkan setelah bertelur, karena dalam 5-15 hari telur akan menetas. Kandang yang memenuhi syarat kelembaban tanah, suhu dan cahaya yang cukup akan mempercepat penetasan telur. Anak bekicot akan tinggal didalam tanah selama 5-15 hari setelah menetas dengan makan kulit telurnya. Setelah 15 hari bayi bekicot perlu diberi makan yang halus seperti oncom, buah-buahan, sayur mayur yang dihaluskan. Anak bekicot dapat dipindahkan ke kandang pembesaran dan diberikan pakan seperti bekicot dewasa setelah 2-3 bulan. Pakan diberikan satu kali sehari pada sore-petang karena bekicot aktif pada malam hari dan beristirahat pada malam hari. Bekicot memerlukan zat kapur untuk tumbuh dan memperkuat cangkangnya, sehingga diperlukan penambahan kapur dalam pakan mulai umur 4-5 bulan. C. Panen.Pemanenan bekicot dilakukan bila panjang cangkang ?8 cm (umur 5-8 bulan). Untuk mempermudah pemanenan, panen dilakukan pada malam hari dengan mencampurkan pakan dengan aroma yang tajam seperti terasi untuk menarik bekicot berkumpul. Bekicot dikumpulkan ke dalam kotak kardus atau peti kayu serta tidak menggunakan karung goni untuk menghindari kulit bekicot pecah. Setelah dimasukkan kedalam peti, dilakukan pencucian/penyemprotan untuk membersihkan kotoran dan lumpur pada cangkang. Bekicot dipuasakan selama 1-2 hari tanpa diberi pakan agar kotoran dan lendir dapat keluar sebanyak mungkin. Bekicot memiliki kandungan protein yang sangat tinggi sekitar 60% dan asam amino yang cukup lengkap, serta cangkangnya mengandung banyak kalsium. Hal ini menyebabkan bekicot dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk bahan ransum makanan ternak. Penggunaan bekicot untuk pakan ternak, dilakukan setelah dibuat tepung terlebih dahulu, baik dalam bentuk tepung bekicot mentah, rebus ataupun cangkang utuh. D. Pengolahan dan pemanfaatanUntuk menjaga nilai mutu gizi protein hasil pemanenan bekicot tetap segar, maka diperlukan pengolahan yang tepat agar hasilnya dapat dimanfaatkan dalam waktu yang relatif lama. Pengolahan bekicot untuk pakan ternak dilakukan sebagai berikut: setelah dilakukan penangkapan dan penyortiran, dilakukan penggaraman sebanyak 10-15% dari berat total bekicot. Penggaraman dilakukan untuk mematikan bekicot sekaligus mengeluarkan lender. Setelah dilakukan penggraman, dilakukan perebusan dengan air garam 3% selama 10 menit, kemudian diangkat dan disemprot dengan air dingin, selanjutnya dilakukan pencungkilan daging untuk dipisahkan dari cangkang. Perebusan kedua (dalam larutan garam 3%) dilakukan setelah bagian perut dan isinya dibuang untuk menghilangkan lender dan membuat daging lebih lunak. Jumlah tepung bekicot mentah dalam ransum ungas dapat diberikan ?10% dan tepung bekicot rebus sekitar 15%. Penggunaan tepung bekicot dalam ransum ungas lebih ekonomis daripada tepung ikan. Melihat tingginya kandungan protein dan asam amino pada daging bekicot serta tingginya kalsium dalam cangkangnya, serta kemampuannya menggantikan tepung ikan pada pakan unggas, maka tidak menutup kemungkinan bahan baku protein asal bekicot ini juga dapat dipakai sebagai sumber alternatif/subtitusi protein hewani dalam ransum pakan ternak lainnya seperti ternak ruminasia dan babi.Penulis: Sri Mulyani (PP BPPSDMP Kementan)Sumber:Suhardono. 2015 Potensi dan Pemanfaatan Bekicot Sebagai Bahan Pakan Ternak. Balai Besar Penelitian Veteriner. Bogor. IAARD Press.Kurniawati N. 2015. Potensi dan Pemanfaatan Keong Mas Sebagai Bahan Pakan Ternak. Balai Besar Penelitian Padi. Sukamandi Subang. IAARD Press