Loading...

PEMANFAATAN BIO-SLURRY UNTUK TANAMAN DAN TERNAK

PEMANFAATAN BIO-SLURRY UNTUK TANAMAN DAN TERNAK
Integrasi tanaman dan ternak merupakan konsep zero waste yang baik untuk kelestarian lingkungan. Dalam konsep integrasi tanaman dan ternak, peternak diharapkan mampu memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan ternak yang murah dan mudah diperoleh di lokasi sehingga menekan biaya produksi usaha ternak. Sebaliknya, kompos dari kotoran ternak dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman untuk menekan biaya produksi tanaman. Pola ini telah banyak dikembangkan dan sangat potensial dalam pemanfaatan limbah pertanian. Pengolahan limbah kotoran hewan dengan menggunakan Digester biogas telah banyak berkembang di beberapa sentra peternakan baik melalui bantuan pemerintah maupun swadaya. Hasil dari pengolahan tersebut memberikan manfaat yang sangat banyak. Selain menghasilkan sumber energi, produk lain yang tak kalah bermanfaat adalah ampas biogas (Bio-slurry). Bio-slurry adalah produk akhir pengolahan limbah yang berbentuk lumpur yang sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman. Selain itu Bio-slurry merupakan pupuk organik berkualitas tinggi yang kaya kandungan humus. Tak hanya memiliki kandungan nutrisi yang baik, pupuk Bio-slurry mengandung mikroba yang bermanfaat “Pro Biotik” yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan lahan pertanian. Sehingga berdampak dengan peningkatan kualitas dan kuantitas panenan. Sebagai pupuk organik berkualitas Bio-slurry aman digunakan oleh manusia untuk pemupukan aneka tanaman pangan, sayuran, bunga, buah dan tanaman perkebunan. Bahan baku untuk membuat Bio-slurry berupa kotoran hewan (kohe) dan air dengan jumlah yang sesuai dengan kapasitas reaktor setiap hari. Campuran kedua bahan ini akan mengalami proses pengolahan anaerobik (tanpa udara/oksigen) atau berfermentasi. Selama proses fermentasi, 30-40% zat organik pada kohe diubah menjadi biogas (yaitu metana dan karbon dioksida). Biogas ini mengalir melalui pipa menuju ke rumah pengguna dan digunakan sebagai bahan bakar memasak dan lampu. Campuran bahan baku yang sudah terfermentasi atau hilang gas metannya mengalir keluar dari reaktor melalui outlet dan overflow berwujud lumpur yang disebut “Bio-slurry”. Bio-slurry ini adalah bagian dari pupuk organik yang baik untuk pertanian dan aneka kegunaan lain seperti pupuk kolam ikan, campuran pakan ikan, belut, bebek, ayam dan budidaya cacing. Bio-slurry mengandung nutrisi yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Nutrisi makro yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak seperti Nitrogen (N), Phosphor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), dan Sulfur (S). Serta nutrisi mikro yang hanya diperlukan dalam jumlah sedikit seperti Besi (Fe), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Seng (Zn). Bio-slurry memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kotoran hewan segar atau pupuk kandang biasa yaitu: 1) Bio-slurry bermanfaat menyuburkan tanah pertanian karena dapat menetralkan tanah yang asam dengan baik, menambahkan humus sebanyak 10-12%, sehingga tanah lebih bernutrisi dan mampu menyimpan air, Mendukung aktivitas perkembangan cacing dan mikroba tanah yang bermanfaat bagi tanaman. 2) Kandungan nutrisi Bio-slurry terutama nitrogen (N) lebih baik dibanding pupuk kandang/kompos atau kotoran segar. Nitrogen (N) dalam Bio-slurry lebih banyak dan mudah diserap tanaman; 3) Bio-slurry bebas bakteri pembawa penyakit pada tanaman. Proses fermentasi kohe di reaktor biogas dapat membunuh organisme yang menyebabkan penyakit pada tanaman. Berlawanan dengan kohe segar (pupuk kandang), Bio-slurry justru dapat mengusir rayap perusak tanaman. Oleh karena itu, para petani bisa menggunakan Bio-slurry untuk melapisi lantai lumbung. Bio-slurry yang terfermentasi anaerobik sempurna dan berkualitas baik memilki ciri-ciri: 1) Tidak berbau seperti kotoran segarnya; 2) Tidak atau sedikit mengeluarkan gelembung gas; 3) Berwarna lebih gelap bila dibandingkan kotoran segar; 4) Tidak menarik lalat atau serangga di udara terbuka. Bila digunakan dengan cara tepat, Bio-slurry akan memberikan hasil memuaskan. Bio-slurry kering (padat) berpotensi digunakan sebagai suplemen/tambahan atau campuran pakan ternak non sapi seperti babi dan unggas (bebek dan ayam). Sebagian nitrogen amonia pada Bio-slurry bisa dimanfaatkan oleh biomassa bakteri yang sedang tumbuh, untuk diubah menjadi asam amino. Proses fermentasi Bio-slurry juga menghasilkan vitamin B12 dalam jumlah yang cukup banyak yang baik untuk perkembangan ternak. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan, reproduksi, rendahnya nafsu makan dan bulu menjadi kasar. Sebagai informasi bahwa 1 Kg Bio-slurry mengandung 3.000 mg vitamin B12. Selain itu bio-slurry juga mengandung asam amino, vitamin B, macam-macam enzim hidrolase, hormon pertumbuhan dan asam humat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan ternak. Bio-slurry yang berkualitas baik dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: 1) Jumlah kotoran segar yang diberikan per hari harus sesuai dengan ukuran reactor; 2) Membuat naungan di atas lubang/bak penampung untuk melindungi Bio-slurry dari sinar matahari langsung dan air hujan; 3) Bio-slurry dikeringkan dengan cara yang disarankan yaitu kering udara. Hanya jika sudah matang, Bio-slurry dapat langsung digunakan dalam kondisi basah atau baru keluar dari outlet untuk memupuk tanaman. Bio-slurry juga dapat dicampur air dengan perbandingan 1 : 1 atau 1: 2 (1 bagian Bio-slurry dicampur dengan 1 - 2 bagian air) sebelum dipupukkan pada tanaman. Bio-slurry dapat juga diambil cairannya saja untuk dijadikan bahan dasar aneka pupuk organik cair atau pestisida organik lalu dicampur dengan bahan-bahan organik yang murah dan tersedia di sekitar kita. Bio-slurry juga dapat dikeringkan. Setelah kering, Bio-slurry dapat langsung dipupukkan pada tanaman. Pengeringan yang disarankan adalah kering udara untuk mendapatkan Bio-slurry berkualitas baik. Bio-slurry kering dapat dijadikan pupuk organik untuk tanaman dan kolam ikan serta sebagai campuran pakan ikan, belut, budidaya cacing, bebek dan ayam. Bio-slurry juga dapat dijadikan bahan kompos dengan beberapa cara antara lain pembuatan lubang kompos dan penggundukan/bertumpuk. Pembuatan kompos Bio-slurry mudah dan murah karena dapat menggunakan bahan-bahan organik yang ada atau tersedia di sekitar kita. Bio-slurry dapat dikembangkan sebagai bisnis pupuk organik baik berupa pupuk padat, vermikompos dan pupuk cair. Untuk memperluas dan memperkuat pasar penjualan pupuk berbahan Bio-slurry, pengembangan bisnis pupuk lebih baik dikelola dalam bentuk kelompok tani atau ternak/paguyuban/koperasi. (Suwarna-Penyuluh Pertanian Pusat ) Sumber : Dianawati,Meksy. 2018. Pemanfaatan Bio-slurry Dalam Mendukung Pertanian Ed. Ke 1, IAARD Press, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. Pedoman Pengguna dan Pengawas Pengelolaan dan Pemanfaatan Bio-Slurry. 2013. Tim Biogas Rumah (BIRU) - Yayasan Rumah Energi (YRE), Jakarta