Loading...

Pemanfaatan Jerami

Pemanfaatan  Jerami
Salah kelola jerami padi seperti membakar, menebar jerami mentah pada lahan sawah atau pada lahan berdrainse buruk berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Jerami padi banyak sekali manfaatnya, sehingga tidak sepatutnya dibuang sebagai sisa tanaman yang tidak berguna. Jerami berfungsi sebagai sumber hara, sumber bahan organik, pembenah tanah dan pakan ternak. Selain itu jerami juga mempunyai banyak manfaat lainnya, antara lain: 1) Media Jamur Merang, 2) Retardan dan Promotor Jasad Renik; 3) Pelindung Persemaian dan Mulsa; 4) Penyerap Logam Berat Dalam Air1. Jerami Sebagai Media Jamur MerangBudidaya jamur merang dan jamur pangan lainnya dapat meggunakan media dari limbah pertanian, yang salah satunya adalah jerami padi. Poriode pengomposan optimum jerami padi adalah 7 hari, dan ketebalan jerami padi optimum bagi pertumbuhan substrat Volvariella volvacea adalah 20 cm. 2. Jerami sebagai Retardan (penghambat pertumbuhan penyakit jamur atau sebagai fungisida) dan Promotor Jasad RenikPenggunaan jamur Trichoderma harzianum ke tanah (2 g/kg tanah) dan kompos jerami (1%) efektif mengendalikan Sclerotium oryzae, penyebab penyakit busuk batang pada tanaman padi gogo.Pemberian 1% kompos jerami padi ke tanah, 2 minggu sebelum tanam, efektif menekan penyakit layu Fusarium pada tomat dan menghambat perkembangan populasi jamur dalam tanah.3. Jerami Sebagai Pelindung Persemaian Dan MulsaPelindung PersemaianJerami dapat digunakan sebagai atap pelindung persemaian bibit tembakau, cabai, tomat atau terong. Atap pelindung ini berguna untuk menahan pukulan air hujan pada benih yang baru tumbuh dan melindungi bibit muda dari sinar matahari. Mulsa Jerami padi juga dapat dipakai sebagai mulsa pada budidaya bawang merah untuk mengurangi pukulan air hujan, mempertahankan kelebaban tanah dan mencegah pertumbuhan gulma. Budidaya kedelai edamame (kedelai sayur berbiji besar) selalu menggunakan mulsa jerami padi guna menekan pertumbuhan gulma dan untuk konservasi kelembaban tanah. Mulsa jerami, juga dapat mencegah serangan hama lalat pada bibit. Serangan hama lalat bibit tertekan bila tunggul jerami dibiarkan atau jerami dikembalikan sebagai mulsa. 4. Penyerap Logam Berat Dalam Air Logam berat dalam air merupkan bahan pencemar yang membahayakan kesehatan manusia dan ternak bila terkonsumsi atau terkena kulit. Dengan semakin tingginya peluang tercemarnya air (air minum maupun air mandi) maka perlu upaya mencegah pencemaran dan membersihkan air yang sudah tercemar.Bahan yang relatife murah dan mudah digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi pencemaran logam berat dalam air adalah sekam dan jerami padi. Sekam dan jerami padi diolah dengan larutan 1%, 2%, 3% dan 4% NaOHSumber: Badan Litbang Pertanian. 2007Gambar : https://pixabay.com/Penulis: Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan