Loading...

Pemanfaatan Kotoran Ternak Pada Tanaman Sayuran (kangkung)

Pemanfaatan Kotoran Ternak Pada Tanaman Sayuran (kangkung)
Montasik, Penggunaan kotoran ternak sapi sebagai pupuk bukanlah hal baru bagi masyarakat yang memiliki mata pencarian sebagai petani, Namun bagi orang orang yang tinggal di wilayah perkotaan penggunaan kotoran sapi sebagai pupuk tergolong masih asing bagi sebagian orang yang tidak terbiasa, kotoran sapi mungkin sangat menjijikkan karena memiliki aroma yang tidak sedap. Kotoran ternak merupakan salah satu limbah pertanian yang masih belum optimal pemanfaatannya. Sebagian besar petani menggunakannya langsung sebagai pupuk kompos atau yang sering kita sebut pupuk organik, dan banyak juga yang memperlakukan kotoran ternak tersebut hanya dengan membakar atau menumpuknya saja. jika dipandang dari sisi kesehatan hal ini akan menimbulkan masalah masalah sanitasi yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat sekitar.Oleh karena itu pengolahan kotoran ternak harus dilakukan dengan cara khusus yang hasilnya dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar. salah satunya seperti pemanfaatan kotoran ternak sebagai alternatif bahan bakar dan pupuk. Wilayah kerja BPP Montasik merupakan wilayah yang hasil produk peternakan yang berupa limbah yaitu kotoran ternak cukup tersedia, maka diharapkan petani didesa bisa memanfaatkan limbah tersebut dengan mengolah menjadi pupuk kompos/organik yang bernilai jual tinggi. Oleh karena itu Penyuluh di Kecamatan Montasik yang dikoordinasi oleh BPP Montasik dan kelompok tani Bina tani melakukan kegiatan demontrasi cara pemanfaatan kotoran ternak kepada masyarakat tani pada tanggal 3 juli 2019 di Desa Bak Cirih kecamatan Montasik pada lahan sayuran kangkung. Adapun beberapa manfaat yang terdapat didalam kotoran ternak terhadap tanaman antara lain: Penyedia unsur hara Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk tanaman sangat disarankan karena kotoran ternak tidak akan merusak konsruksi tanah. kotoran sapi merupakan limbah dari hewan ternak sapi yang memiliki kandungan unsur hara tinggi dan berguna untuk perkembangan tanaman. kotoran sapi mengandung serat yang sangat tinggi diantaranya kandungan selulosa yang tinggi kandungan serat tersebut meningkat ketika kotoran sapi bercampur dengan air kencing sapi. Menjaga PH tanah Kotoran sapi juga dapat memperbaiki kondisi PH tanah yang mengalami kerusakan. Tanah semakin gembur Sruktur tanah semakin gembur karena kotoran sapi akan meningkatkan jumlah mikroba dalam tanah. Relatif mudah digunakan Meningkatkan produksi tanaman. Pemanfaatan kotoran sapi sebagai pupuk ternyata mampu meningkatkan produksi tanaman hingga 30% Kegiatan pemanfaatan kotoran ternak di Desa Bak Cirih diutamakan kepada masyarakat tani khususnya kepada ibu ibu rumah tangga yang dapat memanfaatkan waktu luangnya untuk membuat pupuk kompos yang dapat dipergunakan pada tanaman dilahan lahan petani dan dilahan pekarangan rumah sendiri. Dari hasil Wawancara dengan beberapa orang petani yang dilakukan pada tanggal 3 juli 2019, petani sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut sehingga diharapkan untuk kedepannya acara acara seperti ini terus dilakukan untuk menggalakkan para petani khususnya ibu –ibu rumah tangga dapat menambah penghasilan keluarga sehingga produk produk dari hasil limbah peternakan didaerahnya itu dapat memberi nilai tambah tersendiri juga sangat ramah lingkungan. Ditulis Oleh Nurul Rahmi S,ST (Penyuluh WKPP Bukit Baro II, BPP Montasik)