PemangkasanPemangkasan tanaman dilakukan untuk merangsang tunas baru yang muncul secara bersamaan dan mencapai umur dewasa dalam waktu yang sama pula, tanaman bebas dari cabang negatif, membentuk tajuk tanaman (bulat seperti payung terbuka), mengurangi kelembaban, percabangan kokoh dan tersebar merata ke seluruh penjuru serta mempercepat tanaman berbuah. Ada dua model pemangkasan, yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan perawatan. Pemangkasan bentuk bertujuan untuk membentuk tajuk sehingga memudahkan panen dan perawatan tanaman sejak tanaman mangga berumur satu tahun. Pemangkasan bentuk dilakukan saat tinggi tanaman mangga berumur satu meter dan diameter 1- 1,5 cm dengan bentuk pangkasan miring. Tunas baru yang tumbuh dari batang utama setelah pemangkasan dipelihara tiga (3) cabang yang sehat dan tumbuh dengan baik dan membentuk sudut yang seimbang antar cabang dan terletak pada ketinggian yang berbeda. Pada tahun kedua, dipotong 30 cm di atas pemotongan tahun pertama atau setelah 6 bulan pemangkasan pertama, selanjutnya tumbuh lagi tunas baru dan dipelihara tiga (3) cabang yang baik untuk pembentukan tajuk. Demikian selanjutnya sampai pada tahun ketiga dan jika diperlukan sampai tahun keempat pelaksanaan. Pemangkasan ini direkomendasikan pada awal musim hujan.. Pemangkasan kedua adalah pemangkasan perawatan yang diperlukan tanaman untuk kesehatan tanaman, produktivitas tanaman, serta kemudahan dalam pemanenan. Umumnya, pemangkasan ini dilakukan setelah umur tanaman 4 - 5 tahun pelaksanaan. Pemangkasan perawatan direkomendasikan setelah panen dan awal musim hujan. Alat pangkas yang digunakan adalah gunting pangkas dan gergaji kayu. Jika pemangkasan dilakukan pada batang yang besar, hendaknya setelah pemangkasan, bekas pemangkasan disaput menggunakan vaselin, paravin, ter, atau cat minyak agar batang sisa pangkasan tidak terinfeksi penyakit. Cabang-cabang yang harus dipangkas adalah cabang yang tidak produktif, cabang dengan pertumbuhan terbalik, tunas air, cabang bekas tangkai buah dan tajuk bagian atas. PembungaanJumlah bunga yang sempurna per malai sangat menentukan jumlah calon buah. Jumlah total bunga per malai bervariasi antara 1.000 – 6.000. Bunga mulai mekar pada pagi hari, biasanya antesis tengah hari antara jam 9.00 – 10.00. Akan tetapi ada juga yang menyatakan bahwa sebagian besar kuncup bunga mulai membuka pada malam hari dan membuka penuh pada pagi hari. Perbedaan ini diduga disebabkan oleh faktor respon terhadap kondisi iklim yang berbeda. Ada yang menyatakan bahwa jenis mangga kultivar Arumanis mulai mekar pada pukui 22.00 – 04.00 dan mekar penuh/sempurna pada pukul 03.00 – 07.00 pagi, sedangkan untuk kultivar Golek mulai mekar pada pukul 24.00 – 04.00 dan mekar sempurna pada pukul 04.00 – 07.00 pagi. Jumlah bunga mekar yang terbanyak pada minggu ketiga sejak muncul kuncup calon bunga, tetapi bunga gugur terbanyak juga pada minggu ketiga dan keempat. Untuk mengatasi gugur bunga calon buah, dapat juga ditanggulangi dengan pmberian hormon pertumbuhan berupa zat pengatur tumbuh seperti Paklobutrazol dan KMnO4 sebanyak 10 – 40 gram/liter/pohon. Penjarangan buahPenjarangan dilakukan agar buah tidak berdesakan dalam dompolan dan dapat mencapai ukuran yang lebih besar. Penjarangan buah dilakukan sejak buah masih sebesar kelereng. Pedoman penjarangan buah disesuaikan dengan tingkat kerimbunan daun tanaman, satu buah didukung 20 -25 lembar daun. Dalam penjarangan buah, singkirkan buah yang bentuknya tidak sempurna dan terserang hama dan penyakit, posisinya saling bergesekan atau terjepit ranting atau kelompok buah yang terlalu rapat. Pembungkusan buahPembungkusan buah dapat dilakukan pada saat buah masih kecil (pentil) dengan tujuan agar kualitas buah dapat terjamin dan terlindung dari serangan lalat buah, penggerek buah, dan hama kelelawar (codot), serta dapat terhindar dari telur lalat buah atau serangga lainnya yang mungkin dapat mengganggu pertumbuhan buah. Pembungkusan ini dilakukan sejak umur buah 30 – 40 hari, jika sangat diperlukan buah disemprot dengan insektisida sesuai petunjuk. Sebagai bahan pembungkus dapat digunakan kertas koran karena mampu menahan sinar matahari, kelembaban, dan murah. Tanda waktu panen dapat dibedakan dengan warna pembungkus buah. Buah yang dibungkus ditandai dengan warna tertentu sesuai umur buah, akan memudahkan saat panen tiba untuk pemetikan. Peningkatan FruitsetPembentukan buah dari sejumlah bunga pada malai bunga mangga hanya mencapai 2,7 %. Persentase ini terus menurun sejalan dengan pertumbuhan buah, sehingga akhirnya hanya tinggal sekitar 0,3% buah masak yang dapat dipanen. Sedangkan pembentukan calon buah hanya sekitar 22,6%. Perbedaan yang cukup besar antara pembentukan buah disebabkan oleh adanya gugur calon buah yang cukup besar tanpa mengalami persarian. Calon buah yang tanpa persarian tidak mampu bertahan pada malai, disebabkan oleh kegagalan membentuk biji dalam buah. Gugur buah setelah peristiwa tersebut disebabkan hormon pertumbuhan dan gugur secara fisik dan adanya serangan hama tanaman dan angin. Rendahnya fruitset pada mangga merupakan masalah yang paling kompleks. Untuk itu diperlukan metode untuk meningkatkan jumlah calon buah untuk menjadi buah sempurna dan mempertahankannya sampai masak untuk dipanenPenulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan