Loading...

Pemangkasan pada Tanaman Kakao dan Tanaman Pelindung

Pemangkasan pada Tanaman Kakao dan Tanaman Pelindung
Pemangkasan tanaman kakao harus dilakukan dengan benar, karena pemangkasan tanaman kakao yang tidak benar akan mengurangi hasil kakao dalam beberapa bulan bahkan beberapa tahun. Selain itu cara pemangkasan tanaman kakao yang tidak benar juga dapat meningkatkan serangan penyakit dan pertumbuhan gulma. Pemangkasan kakao bertujuan untuk mempermudah dalam pengendalian hama dan penyakit, mempermudah dalam melakukan pemanenan buah dan meningkatkan produksi. Pemangkasan pada Tanaman asal benih konvensional dan benih SEPemangkasan bentuk, dilakukan pada tanaman belum menghasilkan untuk membentuk kerangka percabangan yang kuat dan seimbang. Cabang primer yang tumbuh dari jorget dipelihara tiga, dipilih yang kuat dan seimbang. Ujung cabang primer pada 75-100 cm dari jorget dipotong. Cabang sekunder diatur zigzag seimbang ke segala arah. Pangkas pemeliharaan dan produksi dilakukan pada tanaman menghasilkan, untuk mempertahankan kerangka percabangan yang sudah terbentuk dan mendapatkan produksi yang optimum. Pemangkasan dilakukan pada tunas air, cabang yang tinggi >3m, cabang sakit, cabang balik, cabang overlapping, atau yang manaungi. Tunas air dibuang 2-4 minggu sekali dan pangkas pemeliharaan 4-6 kali per tahun. Pangkasan pemendekan kanopi untuk memelihara ketingggian tanaman 3-4 m, dilakukan 1 tahun sekali, pada awal musim penghujan, pada saat tanaman tidak sedang berbunga atau sebagian besar buahnya masih muda (panjang ¸10 cm). Jorget dan cabang-cabang primer tidak boleh terbuka karena bantalan bunga dapat kering oleh penyinaran matahari yang terik. Pemangkasan dilakukan pada siang hari.Pemangkasan pada tanaman PlagiotropTanaman asal sambung pucuk dan okulasi; Pangkas bentuk dilakukan setelah tanaman rimbun (berumur satu tahun).Pilih semua cabang besar yang kuat, arah pertumbuhannya membentuk huruf VPangkasan selanjutnya dengan mengatur cabang-cabang sekunder, diusahakan arah pertumbuhannya merata, seimbang dan tidak saling menutup.Pangkasan pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanaman asal perbanyakan generatif dan SE Pengelolaan penaungPenaung sementaraPada awal musim hujan, penaung sementara dirempes agar tidak terlalu rimbun. Penaung akan mati setelah ternaungi berat oleh kanopi kakao. Bila digunakan tanaman pisang, setiap rumpun dipelihara tiga batang.Penaung tetapPercabangan terbawah penaung tetap berada 1-2 m diatas pohon kakao. Dilakukan penjarangan penaung secara sistematik apabila pohon kakao telah saling menutupi. Populasi penaung dengan lamtoro atau gamal 500-600 ph/ha pada kebun dengan tipe curah hujan C-D (Schmidt dan Ferguson) dan 250-300 ph/ha pada kebun dengan tipe hujan A-B.Untuk lamtoro dan gamal, pada awal musim hujan sebanyak 50% dari jumlah lamtoro dipotong pada tinggi 3 m, bergantian setiap tahun secara larikan atau selang-seling. Selama musim hujan, cabang dan ranting gamal yang terlalu lebat dirempes untuk merangsang pembungaan. Penulis : Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP.Sumber: 1. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA KAKAO YANG BAIK (Good Agricukture Practices / GAP on Cocoa). Direktorat Jenderal Perkebunan. Kementerian Pertanian. Jakarta, 20142. http://1001caramenanam.com/cara-pemangkasan-tanaman-kakao/