Tanaman jeruk banyak dibudidayakan karena buahnya digemari masyarakat, dapat ditanam di dataran rendah sampai tinggi, masih menghasilkan keuntungan dan sudah mendapat tempat di hati masyarakat. Nilai ekonomis dari usaha tani jeruk dapat tercermin dari tingkat kesejahteraan petani jeruk dan keluarganya. Banyak lokasi/sentra pengembangan tanaman jeruk di Indonesi, hal ini terlihat berdasarkan jenisnya, tanaman jeruk tersebar di berbagai wilayah sentra produksi di Indonesia. Sentra produksi jeruk siam ada di lima provinsi yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sentra produksi jeruk keprok ada empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan NTT. Sentra produksi jeruk besar/pamelo ada di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sentra produksi jeruk nipis ada di Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Jeruk yang berkembang di masing-masing provinsi merupakan jeruk unggulan daerah yang mampu menggerakkan perekonomianSetempat Jeruk merupakan salah satu jenis buah yang sangat populer sebagai sumber vitamin C, yang memiliki cita rasa, aroma dan kesegaran yang merupakan buah kegemaran keluarga. Jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar maupun olahan yang dibuat jus dan konsentrat. Umumnya di Indonesia, jeruk dikenal oleh masyarakat dalam kelompok Jeruk keprok, Jeruk Siem, Jeruk Manis, Jeruk Besar, dan Jeruk lainnya. Pada umumnya konsumsi buah jeruk per kapita per tahun yang masih rendah yaitu 1,2 kg/tahun (berdasarkaan data Susenas) maka kebutuhan jeruk masih perlu ditingkatkan. Peningkatan konsumsi jeruk oleh masyarakat ini, juga tergantung dari pasokan atau ketersediaan jeruk di masyarakat. Untuk meningkatkan mutu dan mencegah berlanjutnya penurunan hasil akibat hama atau penyakit jeruk, maka perlu memahami dan menerapkan prinsip pengelolaan hama dan penyakit terpadu sehingga diharapkan produk yang dihasilkan aman bagi konsumen, produsen maupun lingkungan hidup. Umumnya, petani jeruk menanam tanamannya dengan jarak tanam rapat, mengingat ketersediaan lahan yang terbatas. Dengan jarak tanam yang rapat, saat tanaman berumur lebih dari 5 tahun tajuknya umumnya sudah bersinggungan, kondisi yang demikian ini akan mengganggu dalam budidaya tanaman dan panen sehingga dengan sendirinya petani akan melakukan kegiatan pemangkasan pemeliharaan. Selanjutna indikasi atau tolok ukur keberhasilan pemeliharaan tanaman jeruk di lapang dapat ditunjukkan dengan tingkat serangan hama dan penyakit pada pertamanan jeruk. Makin intesif pemeliharaan makin rendah tingkat serangan penyakitnya dan sebaliknya. Faktor yang memengaruhi munculnya serangan penyakit ini adalah kondisi kekeringan, terjadi pelukaan, perbedaan suhu siang dan malam yang tinggi, dan pemeliharaan yang tidak optimal. Untuk menjaga mutu buah jeruk tetap ideal, maka perlu menjaga kebersihan, pemeliharaan tanaman dengan melakukan pemangkasan tajuk pada tanaman jeruk. Fungsi pemangkasan pada tanaman jeruk adalah untuk kesehatan, membentuk struktur tanaman, mengurangi masalah hama/penyakit tanaman, mengarahkan pertumbuhan, untuk produksi buah, untuk mengontrol ukuran buah dan meningkatkan masuknya sinar matahari dalam kanopi (Fake 2012). Adapun pelaksanaan pemeliharaan tanaman antara lain adalah sebagai berikut; 1. Sebelum melakukan pemangkasan perlu menjaga kebersihan alat alat pertanian tetap bersih, hal ini bertujuan agar alat-alat pertanian tetap terjaga kebersihannya dan tidak menjadikan alat pemunculnya berbagai penyakit pada tanaman jeruk. Cara untuk menjaga kebersihan alat alat pertanian yaitu menyemprot/mencelupkan alat-alat pertanian sebelum dan sesudah menggunakan ( gunting, pisau/golok, cangkul, gergaji, dan lainnya agar tetap steril) dengan menggunakan alkohol 70% atau kloroks 0,5%. 2. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan dengan tujuan untuk membuang ranting-ranting kering/terserang penyakit, memangkas tunas air dan ranting lainnya. Pemangkasan dilakukan menggunakan alat-lat pertanian seperti (gunting, pisau/golok, gergaji, dan alat alat lainnya) pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar tidak menimpa pohon atau tanaman jeruk lainnya, bila batang tanaman jeruk yang akan di pangkas sudah besar sebaiknya pemangkasan dimulai dari ranting-ranting yang kecil lebih dahulu. Buang bekas pangkasan keluar areal pertanaman jeruk, hal ini bertujuan untuk mengurangi tersebarnya penyakit pada tanaman lainnya. Selanjutnya bila pemangkasan dilakukan dengan benar (tidak merusak tanaman disekitarnya), maka dalam upaya mempertahankan bentuk ideal tajuk yang telah terbentuk sebelumnya tetap terjaga dengan baik. Bila pemangkasan tidak dilakukan dengan baik maka pemangkasan akan berpengaruh pada ukuran dan vigor tanaman, hasil dan mutu buah, serta kemudahan cara panen. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Agus Sugiyatno dan Balitbangtan Balitjestro