Loading...

PEMASARAN KELAPA SAWIT

PEMASARAN KELAPA SAWIT
Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua setelah Malaysia. Karena kelapa sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia. Walaupun produksi minyak nabati produksi minyak kelapa sawit mengalami kenaikan cukup pesat dari tahun ke tahun. Namun Indonesia tidak luput dari hal yang tidak mendukung seperti pengaruh cuaca buruk (badai El Nino), sehingga menyebabkan kadar asam minyak kelapa sawit tinggi. Hal ini mengakibatkan mutu minyak kelapa sawit bervariatif.Walaupun begitu prospek minyak sawit cukup menjanjikan didasawarsa millenium ini, indikatornya dilihat dari meningkatnya konsumsi kelapa sawit dunia. Harapan dan perkiraan naiknya produksi dan pemasaran minyak kelapa sawit dunia terutama oleh negara-negara penghasil utama minyak kelapa sawit ternyata tidak diikuti oleh perkembangan pemasaran minyak kelapa sawit di Indonesia kuartal pertama tahun 2011 ini.Salah satu satu dari strategi pemasaran yang sering dilakukan oleh suatu perusahaan adalah dengan cara melakukan penyebaran pemasaran itu sendiri, atau lebih sering dikenal dengan istilah bauran pemasaran. Bauran pemasaran sendiri didefinsikan sebagai suatu strategi yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang dapat meliputi menentukan master plan dan mengetahui serta menghasilkan pelayanan (penyajian) produk yang memuaskan pada suatu segmen pasar tertentu yang mana segmen pasar tersebut telah di jadikan sasaran pasar untuk produk yang telah diluncurkan untuk menarik konsumen sehingga terjadi pembelian. Pasar minyak sawit ( CPO ) banyak diserap oleh industri pangan, terutama industri minyak goreng dan industri non pangan seperti industri kosmetik dan nonpangan. Bahkan , minyak sawit sudah mulai banyak dimanfaatkan sebagai salah satu sumber bahan bakar (palm biodiesel). Pola Pemasaran Produk Kelapa SawitDilihat dari pengusahanya, perkebunan kelapa sawit Indonesia dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu perkebunan rakyat, perkebunan besar negara, dan perkebunan besar swasta. ketiga jenis perkebunan tersebut tentu memiliki pola pemasaran produk kelapa sawit yang berbeda. 1. Pola pemasaran perkebunan rakyatPerkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh rakyat memiliki luas lahan yang terbatas, yaitu 1 - 10 ha. dengan luas lahan tersebut tentunya menghasilkan produk TBS yang terbatas pula sehingga penjualannya sulit dilakukan apabila ingin menjualnya langsung ke prosesor/industri.Pengolahan . Oleh karena itu, para petani harus menjual pedagang tingkat desa yang dekat dengan lokasi kebun atau melalui KUD, kemudian berlanjut ke pedagang besar hingga ke prosesor / industri pengolahan. Panjangnya rantai pemasaran TBS pada perkebunan rakyat menyebabkan tingkat keuntungan yang diperoleh petani relatif kecil. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dengan melakukan pembinaan dan memperpendek pemasaran. pemerintah dalam hal ini melakukan pengaturan fungsi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku dalam rantai pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran dengan disertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan bagi masing masing pelaku. pemeritah sebaiknya menetapkan margin pemasaran yang harus diterima petani minimal 70 % dari harga pelabuhan eksportir. 2. Pola pemasaran perkebunan besar negara dan swastapemasaran produk kelapa sawit pada perkebunan besar negara ( PBN ) dilakukan secara bersama melalui kantor pemasaran bersama (KPB), sedangakan untuk perkebunan besar swasta ( PBS), pemasaran produk kelapa sawit dilakukan oleh masing masing perusahaan. pada umumnya perusahaan besar, baik negara maupun swasta, menjual produk kelapa sawit dalam bentuk olahan yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan minyak Inti Sawit. Ibrahim Saragih/Penyuluh Pertanian Pusat. Sumber: - http://sawitsawitsaw.blogspot.com- https://hidayatwijiyono.wordpress.com