Loading...

PEMBEKALAN PETUGAS PENYUSUNAN DAN PENETAPAN TARGET KONSUMSI PANGAN KABUPATEN BENGKALIS

PEMBEKALAN PETUGAS PENYUSUNAN DAN PENETAPAN TARGET KONSUMSI PANGAN KABUPATEN BENGKALIS
Pengumpulan data yang hanya dilakukan pada sebagian anggota populasi dikenal dengan istilah survey. Survey merupakan alternatif terbaik jika sensus tidak bisa dilaksanakan. Survey Konsumsi Pangan dimaksudkan untuk mengetahui kebiasaan makan dan gambaran tingkat kecukupan bahan makanan dan zat gizi pada tingkat rumah tangga. Guna mengetahui gambaran situasi konsumsi pangan dan gizi masyarakat di Kabupaten Bengkalis, maka dilakukan penyusunan dan penetapan target konsumsi pangan per kapita per tahun. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis mengadakan kegiatan Pembekalan petugas penyusunan dan penetapan target konsumsi pangan per kapita per tahun. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta (enumerator) dalam pengambilan data konsumsi pangan di tingkat rumah tangga dan mendorong dilakukannya pengumpulan data konsumsi pangan sekabupaten Bengkalis. Adapun peserta terdiri dari petugas survey sebanyak 22 orang yang diambil dari penyuluh pertanian di setiap kecamatan serta koordinator di kabupaten sebanyak 2 orang sebagai admin untuk memasukan data. “Kondisi pandemi Covid 19 saat ini pemerintah Bengkalis mengeluarkan maklumat bahwa kita berada pada PPKM level 3. Ikhtiar ini mesti kita patuhi dan harus kita taati, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan ini. Artinya kita selalu mengikuti protokol kesehatan di setiap langkah, yaitu 5 M agar terlindungi dari infeksi Covid 19.” Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkalis, pada acara Pembekalan petugas penyusunan dan penetapan target konsumsi pangan per kapita per tahun Kabupaten Bengkalis. "Kami sampaikan kepada seluruh peserta yang akan mengikuti kegiatan ini, baik yang berasal dari 11 Kecamatan maupun dari ibu kota Kabupaten Bengkalis sebagai pengolah data. Saya menaruh harapan besar, karena kita memandang bahwa kegiatan ini sangat penting. Bapak dan Ibu yang akan turun sebagai pengambil data, itu seperti fotografer yang akan memotret. Ketika potret itu tidak tepat cara mengambilnya, maka orang yang melihatnya akan menjadi salah. Saya kiaskan seperti ini karena nanti hasil pelaporan itu menghasilkan sesuatu yang salah, maka pemimpin yang mengambil kebijakan juga akan menjadi salah." Tegas Bapak H. Imam Hakim, SP, M.Si. "Awali dari diri kita bahwa kita akan mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Kepada Narasumber, berikan pemahaman sesuai kaidah statistik dan metodologi yang benar dalam penyusunan dan penetapan target konsumsi pangan.Sebab angka yang kita hasilkan nantinya akan mempengaruhi kebijakan pembangunan yang ada di Kabupaten Bengkalis." Pak Imam Hakim lalu mengakhiri sambutannya, kemudian membuka acara secara resmi.