Loading...

PEMBEKUAN GETAH KARET

PEMBEKUAN GETAH KARET
Saat ini industri karet alam di dunia telah mengalami penigkatan, hal tersebut dikarenakan peraturan di negar-negara Eropa dan Amerika telah memberlakukan penggunaan bahan karet alam sebagai bahan baku industri berbahan karet.Kualitas karet alam sangat ditentukan oleh hasil pemrosesan, mulai dari koagulasi (penggumpalan) karet menjadi bahan baku karet. Apabila pada proses ini getah karet tidak dikoagulasi dengan bahan yang tepat, maka akan sangat mempengaruhi kualitas bahan karet itu sendiri. Untuk pemrosesan koagulasi dapat digunakan beberapa cairan koagulasi, seperti air aki ataupun bahan-bahan lainnya seperti ASAM SEMUT. Namun dari kesemua bahan tersebut yang memiliki tingkat koagulasi terbaik adalah ASAM SEMUT atau istilah kimianya adalah ASAM FORMIAT (FORMIC ACID).Disamping tingkat koagulasi yang sempurna, hasil dari penggumpalannya memiliki tingkat kekenyalan yang baik sekali. Sehingga bahan baku karet yang menggunakan cairan ini akan dapat diaplikasikan ke berbagai macam hasil olahan industri berbahan baku karet. Pihak Federasi keamanan penerbangan mensyaratkan penggunaan ban yang berbahan baku karet alam, bahkan Federasi Otomotif Interansional (FIA) mewajibkan penggunaan ban dari karet alam sebagai standar dalam balap formula 1.Seharusnya hal tersebut menjadi peluang yang sangat baik bagi Indonesia selaku salah satu pengekspor karet alam terbesar dunia. Namun pada kenyataannya, kualitas bahan karet alam kita masih kurang baik dibanding negara-negar lain. Untuk itu Pemerintah melalui Departemen Perdagangan menghimbau kepada pelaku industri karet alam agar menggunakan bahan yang memang dapat menghasilkan mutu terbaik. Satu-satunya bahan koagulasi getah karet yang terbaik adalah ASAM SEMUT.Asam formiat(formiat) atau juga kadang disebut asam semut/asam metanoat mempunyai rumus kimia HCOOH dan merupakan asam terkuat dari seri homolog gugus karboksilat yang mengalami beberapa reaksi kimia (dekomposisi, reaksi adisi, siklisasi, asilasi) – (anonim, 1995).Sayang sekali para petani getah karet masih belum diberi pengetahuan untuk penggunaan asam semut ini sebagai bahan penggumpalnya, sehingga mutu dari getah karetnya kurang maksimal. Meskipun secara teknis dengan menggunakan bahan koagulan lain dapat menghasilkan bahan karet akan tetapi aplikasi penggunaan bahan tersebut di industri berbahan karet alam tidak dapat diaplikasikan sepenuhnya.Untuk itu perlu diberikan sosialisasi kepada para petani mengenai penggunaan ASAM SEMUT ini secara menyeluruh, sehingga mutu bahan karet alam akan menjadi maksimal dan lebih penting lagi adalah harga jual karet alam yang menggunakan ASAM SEMUT akan lebih mahal bila dibandingkan menggunakan bahan lainnya.Penulis : Partomo