Dengan semakin luasnya pembukaan kawasan hutan menjadi non-hutan menyebabkan habitat rusa semakin terdesak dan keberadaan rusa semakin terancam. Selain itu, perburuan liar yang terus berlangsung mempercepat penurunan populasi rusa di habitat alaminya. Untuk mengurangi tekanan-tekanan terhadap kehidupan rusa di alam, terutama akibat perburuan liar maka perlu ditingkatkan kegiatan-kegiatan konservasi, diantaranya melalui kegiatan budidaya rusa.Salah satu faktor yang sangat penting dalam usaha budidaya rusa ini adalah pakan. Faktor pakan tidak saja memiliki porsi terbesar dari komponen biaya operasional usaha, akan tetapi juga faktor penentu berhasil tidaknya usahaternak yang dikelola. Sebagaimana halnya ternak-ternak yang lain, ketersediaan pakan berhubungan erat dengan perubahan musim. Biasanya, di musim hujan pakan akan melimpah, sedangkan di musim kemarau terjadi sebaliknya. Makanan pokok rusa terdiri dari hijauan berupa daun-daunan dan rumput-rumputan. Hijauan ini kadang-kadang ketersediaannya terbatas sehingga diperlukan pakan tambahan untuk melengkapinya. Rusa merupakan satwa pemakan hijauan dan pemamah biak. Dalam keadaan liar di hutan, rusa memakan berbagai jenis makanan seperti daun-daunan, rumput, buah-buahan serta umbi-umbian. Jenis pakan hijauan ini biasanya mempunyai kandungan energi yang rendah, sehingga perlu ditambahkan.Pada habitat alami, tempat yang mampu menyediakan sumber pakannya adalah padang savana. Tingkat konsumsi rusa terhadap pakan berbeda antara musim hujan dengan musim kering. Pada musim kering, konsumsi pakan rusa sedikit berkurang karena rumput kering, Untuk itu perlu dilakukan pemberian pakan pendukung atau pakan tambahan. Pakan pendukung atau pakan tambahan yang dapat diberikan, selain rumput dan hijauan daun sebagai pakan utama, bisa bervariasi. Pemberian pakan tambahan ini dilakukan sesuai keperluan. Jenis pakan tambahan di musim kemarau adalah berupa dedak padi (konsentrat), umbi-umbian dan jagung untuk meningkatkan produksi, reproduksi dan pakan penguat, yang cukup mengandung energi seperti jagung, dan konsentrat yang dapat meningkatkan pertumbuhan rusa.Secara umum hampir semua jenis hijauan disukai rusa seperti rumput Setaria sp, bracharia decumbens, king grass, paspalumartatum, bhuminocola, dan lain-lain. Jenis legum yang digemari adalah turi (Sesbania glandiflora), lamtoro (Leucaena leucocephalla), daun pilang dan jenis lain yaitu panicum maximum, setaria sphacelata. Tanaman ini mempunyai protein tinggi yaitu sebesar 24,74%. Kebutuhan satwa rusa akan hijauan umumnya adalah 10% dari bobot badan. Atau, kalau dihitung secara rata-rata, 5 kg berat basah/ekor/hari. Kebutuhan ini bisa saja berbeda antara rusa yang satu dengan yang lain. Hasil pengamatan konsumsi hijauan pada penangkaran rusa di sumbawa misalnya, menghasilkan kebutuhan rata-rata berat basah pakan sebesar 4,42 kg/hari/ekor dan berat kering rata-rata 0,97 kg/hari/ekor. Energi yang terkandung dalam hijauan (bahan kering) yang dikonsumsi /ekor/hari yaitu 863 gram daun dan 107 gram rumput.Rusa muda yang berumur kurang dari dua tahun, dapat mengkonsumsi hijauan sekitar 1,2-1,6 kg atau setara 2,2 -3,8 kg hijauan segar muda setiap harinya. Rusa yang berumur lebih tua dapat mengkonsumsi mendekati 4,4 kg hijauan segar. Secara nilai metabolisme, kebutuhan energi dasarnya adalah 471 kj/kg BB (0,75) dan untuk pertumbuhan energinya adalah 0,73 kj/BB (0,75). Penggunaan energi seekor rusa betina untuk keperluan metabolisme, berdiri, berlari, berjalan (1,63 km/hari), mencari makan, bermain, dan memamah biak rata-rata 1,908 kcal. Seekor rusa jantan, untuk mendukung berbagai aktivitasnya membutuhkan energi 1.907 kcal. Energi tersebut diperoleh dari mengkonsumsi 863 gram hijauan bahan kering (per gramnya 3,542 kcal) dan 107 gram rumput per gramnya 3,542 kcal rumput. Ada dua cara pemberian pakan hijauan pada rusa. Cara pertama, digembalakan (grazing). Rusa dilepas secara bebas di pedok. Pakan konsentrat, diberikan pada pagi hari, baik untuk rusa yang di pedok maupun yang di kandang sebanyak 1% dari berat badan. Pakan ini terdiri dari bungkil kelapa dan dedak dengan perbandingan 1 : 5 sampai 6. Pada umur dewasa, konsentrat diberikan sebanyak 1 kg/ekor/hari dan hijauan 6,8 kg/ekor/hari. Sedangkan frekwensi pemberian pakan pada rusa dilakukan sebanyak 2-3 kali yang terdiri dari konsentrat dan hijauan. Cara kedua yaitu: Diarit (cuting) terutama bagi rusa yang dipelihara di kandang karena sakit, stres, akan melahirkan atau pada saat kondisi rumput di pedok tidak mendukung. Pemberian hijauan kurang lebih 10% dari berat badan/ekor/hari yang diberikan pada pagi dan sore hari. (Inang Sariati) Sumber:1. http://frinandop.blogspot.com/2015/10/beternak-rusa.html2. https://www.google.co.id/search?q=pakan+hewan+rusa